Terbit: 14 Oktober 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Sebuah langkah besar dilakukan oleh negara tetangga Singapura. Mereka kini menjadi negara pertama yang melarang iklan minuman manis. Peraturan ini akan berlaku mulai tahun 2020 mendatang.

Perangi Diabetes, Singapura Larang Iklan Minuman Manis

Singapura Melarang Iklan Minuman Manis

Keputusan untuk melarang iklan minuman manis ini ternyata disebabkan oleh keprihatinan pemerintah Singapura terhadap kasus diabetes yang cukup tinggi di negara tersebut. Ditengarai, salah satu penyebab tingginya kasus masalah kesehatan ini terkait dengan kegemaran mengonsumsi minuman manis yang tinggi kandungan gula.

Iklan minuman manis ini dilarang beredar di media cetak, media online, hingga televisi. Minuman-minuman manis ini berupa minuman bersoda, jus, kopi, hingga minuman yoghurt.

Sebelum memutuskan untuk memberlakukan kebijakan yang sangat tidak biasa ini, pemerintah Singapura ternyata melakukan survey untuk mengetahui pendapat masyarakat terkait dengan hal ini. Hasilnya adalah 70 persen orang yang terlibat dalam survey ini setuju pelarangan iklan minuman manis.

Salah satu menteri di pemerintahan Singapura, Edwin Tong menyebut meski peraturan ini sudah pasti akan diberlakukan, pihaknya akan terus mengumpulkan pendapat baik itu dari pihak masyarakat maupun dari pihak industri terkait dengan hal ini selama beberapa bulan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Tak hanya melarang iklan minuman manis, pemerintah Singapura juga meminta produsen minuman manis mencantumkan label nutrisi dengan warna mencolok. Isi dari label ini bisa dijadikan patokan konsumen untuk mengetahui kadar gula dan nutrisi lainnya. Selain itu, pemerintah Singapura juga mendesak produsen untuk membuat produk makanan atau minuman yang lebih sehat.

Selain itu, di masa depan pemerintah Singapura juga akan memberlakukan cukai atau bahkan melarang minuman dengan tambahan pemanis di negara tersebut demi memerangi diabetes.

Data yang dikeluarkan oleh Diabetes Foundation pada 2017 silam menunjukkan bahwa 1 dari 7 masyarakat Singapura mengidap diabetes. Sementara itu, WHO menyebut orang yang mengonsumsi satu atau dua minuman manis kalengan setiap hari memiliki risiko terkena diabetes 26 persen lebih tinggi dibandingkan dengan yang jarang mengonsumsinya.

Bahaya Minuman Manis

Selain bisa meningkatkan risiko diabetes, pakar kesehatan menyebut ada beberapa dampak kesehatan lain yang bisa didapatkan jika kita hobi mengonsumsi minuman manis.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Bisa Membuat Berat Badan Naik

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan hasilnya dalam New England Journal of Medicine dan melibatkan lebih dari 120 ribu partisipan, disebutkan bahwa mereka yang hobi mengonsumsi minuman manis setidaknya satu porsi saja setiap hari cenderung lebih rentan mengalami kenaikan berat badan dan risiko obesitas.

  1. Bisa Meningkatkan Risiko Terkena Serangan Jantung

Penelitian yang dilakukan di University of Minnesota, Amerika Serikat pada 2010 silam menghasilkan fakta bahwa mengonsumsi minuman bersoda setidaknya dua kali sepekan sudah bisa meningkatkan risiko terkena kanker pankreas hingga 2 kali lebih besar.

  1. Bisa Meningkatkan Risiko Asam Urat

Penelitian yang dilakukan dengan melibatkan 80 ribu wanita menghasilkan fakta bahwa rutin minum minuman manis satu kaleng saja setiap hari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat hingga 75 persen. Hal ini disebabkan oleh kemampuan gula dalam menyebabkan peradangan, termasuk pada persendian.

  1. Bisa Memicu Kerusakan Gigi

Minuman manis seperti minuman bersoda bisa membuat enamel gigi terkikis sehingga memicu kerusakan gigi.

  1. Bisa Menurunkan Kemampuan Otot

Penelitian yang dipublikasikan dalam Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine pada 2000 silam menghasilkan fakta bahwa rutin mengonsumsi minuman manis bisa menyebabkan lemah atau kerusakan otot dan meningkatkan risiko terkena patah tulang atau kerusakan tulang lainnya.

 

Sumber:

  1. 2019. Singapura Jadi Negara Pertama yang Larang Iklan Minuman Manis. cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191014111236-255-439246/singapura-jadi-negara-pertama-yang-larang-iklan-minuman-manis. (Diakses pada 14 Oktober 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi