Terbit: 26 Februari 2021
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sindrom Raynaud adalah sekumpulan gejala seperti mati rasa pada kaki dan tangan saat udara dingin atau efek dari penyakit lainnya. Ketahui apa itu sindrom Raynaud, gejala, penyebab, pengobatan, dan sebagainya.

Sindrom Raynaud: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Sindrom Raynaud?

Sindrom Raynaud adalah gejala yang ditandai dengan mati rasa pada jari, kaki, atau tangan akibat penyumbatan pembuluh darah untuk sementara waktu terhadap suhu rendah atau respon stres emosional. Gejala lainnya berupa hidung atau telinga tersumbat. Episode penyempitan aliran darah ini juga disebut dengan vasospasme.

Sindrom Raynaud juga disebut dengan fenomena Raynaud yang mungkin terjadi dengan sendirinya (Raynaud Primer), yaitu ketika orang tersebut sehat namun. Raynaud juga dapat terjadi akibat komplikasi dari penyakit lain seperti penyakit autoimun, arthritis, atau radang dingin (Raynaud Sekunder).

Bagi sebagian orang, Raynaud syndrome tidak menyebabkan masalah kesehatan serius dan aliran darah akan kembali lancar. Sementara bagi orang yang memiliki riwayat tertentu, fenomena Raynaud dapat menyebabkan kerusakan.

Gejala Sindrom Raynaud

Penyebab paling umum akibat respon terhadap rasa dingin yang menyebabkan gejala sebagai berikut:

  • Jari tangan dan jari kaki dingin.
  • Perubahan warna kulit jadi putih pada area aliran darah yang tersumbat.
  • Mati rasa.
  • Rasa nyeri dan tertusuk yang tidak menyenangkan.
  • Kulit mungkin menjadi pucat lalu biru.
  • Kesemutan atau bengkak.
  • Kulit menjadi sangat dingin, mungkin membeku seperti es.

Episode vasospasme tersebut dapat terjadi selama beberapa menit atau jam, tergantung pada seberapa lama tubuh terpapar suhu dingin. Aliran darah yang tersumbat saat suhu dingin mungkin juga memengaruhi area lain seperti:

  • Hidung
  • Telinga
  • Bibir
  • Puting

Ketika Anda mencoba menghangatkan tubuh, sirkulasi darah akan pulih perlahan. Anda akan mengalami gejala seperti perubahan warna kulit jadi merah, berdenyut, dan kesemutan. Proses penghangatan subuh tubuh biasanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Kapan Harus ke Dokter?

Sebagian besar Raynaud primer tidak menyebabkan komplikasi kesehatan, namun silakan hubungi dokter bila Anda sering mengalami Raynaud syndrome dengan gejala nyeri atau kulit membeku dalam waktu yang lama. Anda juga harus konsultasi dengan dokter bila memiliki riwayat penyakit yang rentan mengalami episode vasospasme seperti penyakit autoimun dan arthritis.

Penyebab Sindrom Raynaud

Sindrom ini dinamai atas seorang dokter Perancis yang pertama kali mengidentifikasi fenomena ini pada tahun 1862. Para ahli belum memahami sepenuhnya tentang penyebab Raynaud syndrome. Beberapa kondisi diduga memicu kondisi tersebut, termasuk:

  • Suhu dingin, cuaca dingin, air dingin, atau minuman dingin.
  • Stres emosional.
  • Pekerja konstruksi yang menggunakan alat perkakas yang menyebabkan getaran.
  • Menggunakan alat dengan gerakan serupa dalam waktu lama, seperti mengetik, bermain piano, dll.

Sementara Raynaud sekunder biasanya terkait pola hidup yang kurang sehat dan kondisi medis lain yang mendasarinya. Berikut ini penyebabnya:

  • Efek samping dari obat-obatan yang menyumbat atau mempersempit arteri. Contohnya obat beta blocker, obat migrain,obat gangguan attention-deficit/hyperactivity (ADHD), obat kemoterapi, dan amfetamin.
  • Penyakit autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, sindrom Sjogren, atau scleroderma.
  • Komplikasi dari radang sendi dan
  • Aterosklerosis yang membuat arteri jadi keras.

Penyebab Raynaud syndrome lainnya, termasuk:

  • Penyakit pada jaringan ikat.
  • Masalah pada arteri, termasuk penumpukan plak dan peradangan pada pembuluh darah tangan atau kaki.
  • Carpal tunnel syndrome.

Saat tubuh kedinginan, maka sistem tubuh secara otomatis akan bekerja untuk menghemat panas dengan cara memperlambat aliran darah ke titik-titik tubuh terjauh, seperti jari-jari. Akibatnya, bagian tubuh tersebut akan mengalami Raynaud syndrome.

Faktor Risiko Sindrom Raynaud

Berdasarkan National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases, wanita lebih rentan mengalami Raynaud syndrome. Berikut ini faktor risiko Raynaud syndrome lainnya:

  • Usia antara 15-30 tahun.
  • Orang yang tinggal di wilayah dingin.
  • Riwayat penyakit keluarga.
  • Paparan zat tertentu seperti rokok atau obat yang memengaruhi pembuluh darah.

Baca Juga: Akrosianosis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Cara Mengobati, dll

Diagnosis Sindrom Raynaud

Dokter akan memeriksa pasien dengan melakukan:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Evaluasi riwayat medis.
  • Tes darah.
  • Pemeriksaan Capillaroscopy, yaitu pemeriksaan mikroskopis lipatan kuku untuk mengidentifikasi diagnosis Raynaud primer atau sekunder.
  • Mengidentifikasi diagnosis Raynaud primer atau sekunder dengan cara lainnya seperti tes antibodi antinuklear dan erythrocyte sedimentation rate.

Dokter mungkin akan menyarankan tes lain untuk diagnosis Raynaud. Bila Anda memiliki penyakit bawaan yang mungkin memengaruhi penyumbatan pembuluh darah, dokter akan memeriksa penyakit tersebut.

Jenis Sindrom Raynaud

Terdapat dua jenis Raynaud syndrome, yaitu:

  • Raynaud Primer: Penyakit Raynaud yang tidak didasari oleh kondisi medis lain. Biasanya, gejala Raynaud primer cukup ringan, tidak perlu pengobatan medis serius, dan bisa sembuh sendirinya saat aliran darah lancar lagi.
  • Raynaud Sekunder: Disebut juga dengan fenomena Raynaud yang terjadi akibat kondisi medis lain yang mendasarinya. Gejalanya biasanya lebih serius dan memerlukan penanganan medis bila muncul berulang.

Cara Mengatasi Sindrom Raynaud

Raynaud primer tidak memerlukan perawatan khusus, biasanya gejala akan pulih dengan cepat. Berikut ini cara mengatasi Raynaud syndrome dengan gejala ringan:

  • Segera menghangatkan tubuh bila kedinginan.
  • Gunakan sarung tangan dan kaus kaki bila di tempat dingin.
  • Pijat tangan dan kaki dengan lembut.
  • Aliri kaki dan tangan dengan air hangat.
  • Perubahan gaya hidup seperti mengurangi zat yang menyebabkan penyempitan aliran darah, seperti kafein dan nikotin.
  • Olahraga teratur untuk menjaga sirkulasi darah dan mengelola stres.

Apabila Anda mengalami episode vasospasme berulang dan lebih parah, dokter akan memberikan obat-obatan untuk melancarkan aliran darah, seperti:

  • Obat antidepresan.
  • Obat antihipertensi.
  • Calcium channel blockers, obat penghambat kalsium untuk membuka pembuluh darah kecil di kaki dan tangan.
  • obat disfungsi ereksi.

Dokter akan memberi resep obat lain sesuai dengan penyebab Raynaud syndrome atau penyakit lain yang mendasarinya.

Baca Juga: Alergi Dingin: Penyebab, Gejala, Obat, Cara Mencegah, dll

Komplikasi Sindrom Raynaud

Aliran darah yang tersumbat dalam waktu lama dan intensitas yang parah akan menyebabkan kerusakan jaringan. Penyumbatan arteri dapat menyebabkan luka dan jaringan mati. Dalam kondisi yang lebih ekstrim, aliran darah yang benar-benar macet akan membuat bagian tubuh tersebut mati.

Cara Mencegah Sindrom Raynaud

Berikut ini cara mencegah serangan Raynaud:

  • Gunakan pakaian hangat bila berada di tempat dingin.
  • Bila Anda berenang, melakukan pemanasan terlebih dulu dan keluar dari kolam saat sudah merasa cukup dingin.
  • Makan dan minum sesuatu yang hangat pada cuaca dingin.
  • Gunakan AC dalam suhu yang pas untuk tubuh Anda.

Itulah pembahasan tentang apa itu sindrom Raynaud. Sindrom Raynaud adalah aliran darah yang tersumbat akibat cuaca dingin, stres emosional, atau penyakit lain yang mendasarinya. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Mayo Clinic. 2020. Raynaud’s disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/raynauds-disease/symptoms-causes/syc-20363571. (Diakses pada 26 Februari 2021).
  2. Roth, Erica. 2019. Everything You Need to Know About Raynaud’s Phenomenon. https://www.healthline.com/health/raynauds-phenomenon. (Diakses pada 26 Februari 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi