Terbit: 8 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bayi di bawah usia 1 tahun memiliki risiko untuk mengalami sindrom kematian mendadak atau dikenal dengan SIDS (Sudden Infant Death Syndrome). SIDS merupakan penyebab utama kematian bayi di usia 30 hari pertama kelahiran. Kondisi ini terjadi pada saat bayi tidur dan belum diketahui pasti penyebabnya.

Sindrom Kematian Mendadak (SIDS) Pada Bayi dan Pencegahannya

Beberapa ahli menyebutkan bahwa ada banyak faktor terjadinya SIDS, di antaranya:

1. Gangguan perkembangan bayi
Penelitian pada otak bayi yang meninggal akibat SIDS menunjukkan adanya keterlambatan perkembangan fungsi beberapa jalur saraf pada otak. Jalur saraf ini penting untuk koordinasi pernapasan pada bayi antara paru-paru dan jantung.

Pada bayi yang normal, jika ada gangguan saat tidur ia akan secara refleks bergerak mencari tempat yang lebih nyaman. Namun pada bayi yang memiliki kelainan, refleks ini akan terhambat sehingga bayi tidak dapat mengatasi gangguan tersebut.

2. Posisi tidur bayi
Bayi yang tidur tengkurap atau miring dapat mengalami kesulitan bernapas. Hal ini dapat mengganggu pernapasan pada bayi sehingga kadar oksigen dalam tubuh bayi berkurang, bayi merasa sesak dan meninggal.

Untuk mengurangi SIDS, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua:

1. Tidurkan bayi di tempat tidurnya
Menidurkan bayi di tempat tidurnya sendiri lebih aman bagi bayi daripada tidur bersama orang tua di kasur atau sofa. Selain itu hindari boneka, bantal, guling atau mainan yang besar dan berat di sekitar area tidurnya. Jika ingin menyelimuti bayi, pastikan selimutnya tidak menutupi saluran pernapasannya.

2. Tidurkan dalam posisi telentang
Posisi ini aman bagi bayi sehingga tidak menghalangi jalan napasnya. Ketika bayi berubah posisi saat tidur menjadi telungkup, segera ubah posisi bayi kembali telentang.

3. Hindari asap rokok dan alkohol
Asap rokok yang dihirup bayi juga dapat memicu SIDS pada bayi. Angka bayi yang lahir dari ibu perokok dan meninggal karena SIDS lebih tinggi dari bayi yang lahir dari ibu bukan perokok. Selain itu ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko bayi mengalami SIDS.

4. Berikan ASI pada bayi
Beberapa ahli menyebutkan bahwa ASI dapat melindungi bayi dari infeksi yang dapat meningkatkan risiko SIDS. Menyusui dianggap dapat mengurangi risiko SIDS pada bayi hingga 50%.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi