Terbit: 28 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sindrom hemolitik uremik adalah adalah penyakit serius yang harus segera mendapatkan perawatan. Simak informasi lengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya di bawah ini!

Sindrom Hemolitik Uremik: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, dll

Apa Itu Sindrom Hemolitik Uremik?

Sindrom hemolitik uremik (SHU) adalah suatu kondisi di mana sel-sel darah merah di ginjal mengalami kerusakan dan peradangan. Sel-sel darah merah yang rusak kemudian menyumbat sistem penyaringan di ginjal. Kondisi ini pada akhirnya menyebabkan gagal ginjal akut yang mengancam jiwa.

Siapa pun dapat mengalami SHU, tetapi sebagian besar kasus berkembang pada anak-anak setelah beberapa hari diare berdarah yang disebabkan oleh infeksi bakteri Escherichia coli (E. coli). Orang dewasa juga dapat mengembangkan SHU setelah infeksi E. coli, namun sering kali penyebabnya tidak jelas atau bahkan tidak diketahui.

Ciri dan Gejala Sindrom Hemolitik Uremik

Tanda dan gejala SHU berbeda-beda tergantung pada penyebabnya. Kebanyakan kasus HUS dapat disebabkan infeksi oleh jenis infeksi bakteri E. coli tertentu, yang awalnya menyerang saluran pencernaan.

Berikut ini sejumlah tanda dan gejala sindrom hemolitik uremik awal:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement
  • Diare sering disertai darah
  • Nyeri perut, kram, atau kembung
  • Muntah
  • Demam

Semua jenis sindrom hemolitik uremik dan apa pun penyebabnya dapat merusak pembuluh darah. Kerusakan ini mengakibatkan sel darah merah rusak, pembekuan darah di pembuluh darah, dan kerusakan ginjal.

Tanda dan gejala dari kerusakan pembuluh darah terkait SHU, di antaranya:

  • Kelelahan ekstrem
  • Pucat pada kulit dan bagian dalam kelopak mata bawah
  • Pendarahan di hidung dan mulut
  • Sesak napas
  • Mudah memar
  • Jumlah buang air kecil berkurang atau darah dalam urine
  • Pembengkakan (edema) pada tungkai, kaki, atau pergelangan kaki, dan terkadang di wajah, tangan, atau bahkan seluruh tubuh
  • Kebingungan
  • Kejang
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika mengalami diare berdarah atau beberapa hari diare disertai beberapa gejala berikut ini:

  • Jumlah urine berkurang
  • Pembengkakan
  • Memar tanpa sebab yang jelas
  • Pendarahan
  • Kelelahan ekstrem

Begitu pun jika Anda atau anak tidak buang air kecil selama 12 jam atau lebih, segera dapatkan perawatan darurat medis.

Penyebab Sindrom Hemolitik Uremik

SHU disebabkan ketika reaksi kekebalan tubuh menyebabkan kerusakan pada sel darah merah. Inilah yang menyebabkan jumlah sel darah merah yang rendah, kadar trombosit yang rendah, dan cedera pada ginjal. Berikut penjelasan penyebab SHU pada anak-anak dan dewasa.

1. Penyebab SHU pada Anak

Penyebab sindrom hemolitik uremik yang paling sering pada anak-anak adalah infeksi bakteri E. coli. Terdapat berbagai jenis bakteri E. coli dan sebagian besar tidak menyebabkan masalah. Faktanya, bakteri ini biasanya ditemukan di usus manusia dan hewan yang sehat.

Namun, beberapa jenis bakteri E. coli tertentu yang disebarkan melalui makanan terkontaminasi mengakibatkan infeksi yang menyebabkan SHU. Sumber air yang terkontaminasi tinja juga dapat membawa bakteri E. coli. Bakteri lain seperti Shigella dysenteriae dan Salmonella typhi juga dapat menyebabkan SHU.

2. Penyebab SHU pada Dewasa

SHU pada orang dewasa juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri E. coli. Meski jarang, ada juga berbagai penyebab SHU nonbakteri pada orang dewasa, di antaranya:

  • Kehamilan
  • Infeksi HIV/AIDS
  • Obat kemoterapi dan imunosupresan
  • Obat antiplatelet
  • Pil KB
  • Kina (obat herbal yang digunakan untuk kram otot atau malaria)
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Glomerulonefritis
  • Kanker

Baca Juga: Infeksi Bakteri E. Coli: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Faktor Risiko Sindrom Hemolitik Uremik

Mengingat sebagian besar kasus SHU disebabkan oleh infeksi bakteri E. coli tertentu. Risiko terpapar bakteri ini dapat terjadi melalui sejumlah faktor berikut:

  • Makan daging atau produk makanan lainnya yang terkontaminasi bakteri.
  • Berenang di kolam atau danau yang terkontaminasi tinja.
  • Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Sedangkan faktor yang meningkatkan risiko tertinggi mengembangkan SHU, di antaranya:

  • Anak-anak di bawah usia 5 tahun.
  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh melemah.
  • Mengalami perubahan genetik tertentu yang lebih rentan mengalami SHU.

Diagnosis Sindrom Hemolitik Uremik

Ada beberapa tes yang sangat mendasar dapat dilakukan dokter untuk menentukan apakah sel darah merah telah mengalami kerusakan atau terganggunya fungsi ginjal.

Berikut ini beberapa tes untuk mendiagnosis SHU:

  • Hitung darah lengkap. Tes ini mengukur kuantitas dan kualitas sel darah merah dan platelet dalam sampel darah.
  • Tes darah. Dilakukan untuk menentukan apakah sel darah merah mengalami kerusakan. Tes ini juga dapat menilai jumlah trombosit yang rendah, jumlah sel darah merah yang rendah, atau jumlah kreatinin yang lebih tinggi, produk limbah dikeluarkan oleh ginjal.
  • Tes urine. Tes ini bisa mendeteksi jumlah protein, darah, dan tanda-tanda infeksi yang tidak normal dalam urine.
  • Tes tinja. Dokter dapat melakukan tes ini untuk mendeteksi keberadaan bakteri atau darah dalam tinja atau feses.

Baca Juga: Infeksi Ginjal (Pielonefritis): Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Cara Mengobati Sindrom Hemolitik Uremik

Penderita SHU sebaiknya mendapatkan perawatan di rumah sakit. Perawatannya akan diberi cairan dan elektrolit yang hilang harus diganti dengan hati-hati karena gagal ginjal akut tidak mengeluarkan cairan dan menyaring limbah secara normal.

Perawatan lainnya untuk mengobati SHU, di antaranya:

1. Transfusi

Pasien SHU dapat diberikan transfusi sel darah merah atau trombosit intravena (IV). Sel darah merah dapat membantu meredakan tanda dan gejala anemia, termasuk menggigil, kelelahan, sesak napas, detak jantung yang cepat, kulit kuning, dan warna urine gelap.

Trombosit ini dapat membantu pembekuan darah lebih normal jika mengalami pendarahan atau memar dengan mudah.

2. Obat-obatan

Jika mengalami kerusakan ginjal yang berkepanjangan terkait SHU, dokter akan meresepkan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah, sehingga membantu mencegah atau memperlambat kerusakan ginjal lebih lanjut.

Sedangkan jika mengalami komplikasi atau memiliki bentuk SHU yang disebabkan oleh mutasi genetik (SHU atipikal), dokter dapat meresepkan eculizumab untuk membantu mencegah kerusakan tambahan pada pembuluh darah.

Sebelum minum eculizumab, pasien harus mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu untuk mencegah meningitis, efek samping serius dari obat ini.

3. Operasi dan Prosedur Lainnya

Berdasarkan gejala yang dialami, penyebab SHU dan apakah pasien memiliki komplikasi, dokter dapat menyarankan perawatan lain, termasuk:

  • Dialisis ginjal. Terkadang dialisis diperlukan untuk menyaring limbah dan cairan berlebih dalam darah. Dialisis biasanya perawatan sementara sampai ginjal kembali berfungsi dengan baik. Tetapi jika memiliki kerusakan ginjal yang signifikan, pasien mungkin memerlukan cuci darah jangka panjang.
  • Penggantian plasma. Plasma adalah bagian cairan darah yang membantu sirkulasi sel darah dan trombosit. Terkadang alat khusus digunakan untuk membersihkan darah plasma dan menggantinya dengan plasma donor segar atau beku.
  • Transplantasi ginjal. Bagi beberapa orang yang mengalami kerusakan ginjal berat dari SHU mungkin pada akhirnya akan membutuhkan transplantasi ginjal.

Komplikasi Sindrom Hemolitik Uremik

SHU dalam kasus ekstrem menyebabkan gagal ginjal, sehingga dialisis ginjal dapat dilakukan untuk menyaring limbah dalam tubuh. Namun, jika tidak segera diobati kemungkinan memerlukan transplantasi ginjal.

Selain gagal ginjal, SHU juga dapat menyebabkan komplikasi berikut:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Pankreatitis
  • Perubahan kondisi mental
  • Kejang
  • Kardiomiopati
  • Stroke
  • Koma

Pencegahan Sindrom Hemolitik Uremik

Penyebab SHU yang paling sering adalah infeksi bakteri E. coli. Meskipun tidak sepenuhnya dapat menghindari bakteri ini, namun ada beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko infeksi, di antaranya:

  • Mencuci tangan secara teratur.
  • Mencuci peralatan yang sering digunakan.
  • Memisahkan makanan mentah dari makanan siap saji.
  • Jangan mencairkan daging beku di meja.
  • Jangan terlalu lama menaruh daging dalam suhu ruangan karena dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri.
  • Memasak daging sampai 70°C untuk membunuh bakteri berbahaya.
  • Mencuci buah dan sayuran sampai bersih.
  • Menghindari minum jus atau susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Tidak berenang di air yang terkontaminasi bakteri.

 

  1. Anonim. Tanpa Tahun. Hemolytic Uremic Syndrome. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/hemolytic-uremic-syndrome. (Diakses pada 28 Juli 2020)
  2. Kahn, April. 2016. Hemolytic Uremic Syndrome. https://www.healthline.com/health/hemolytic-uremic-syndrome. (Diakses pada 28 Juli 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2019. Hemolytic uremic syndrome (HUS). mayoclinic.org/diseases-conditions/hemolytic-uremic-syndrome/symptoms-causes/syc-20352399. (Diakses pada 28 Juli 2020)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi