Terbit: 1 September 2020 | Diperbarui: 14 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Sindrom ekstrapiramidal adalah gangguan pada sistem ekstrapiramidal di otak akibat efek samping penggunaan obat antipsikotik. Ketahui apa itu ekstrapiramidal sindrom, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Sindrom Ekstrapiramidal: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Sindrom Ekstrapiramidal?

Sindrom ekstrapiramidal adalah istilah medis untuk mengungkapkan sekelompok gejala atau efek samping penggunaan obat antipsikotik seperti antipsikotik tipikal dan antidepresan. Kandungan obat tersebut mengganggu sistem ekstrapiramidal di otak, yaitu bagian otak untuk mengatur pergerakan atau kontrol dan koordinasi motorik tubuh Anda.

Sindrom ini akan menyebabkan penderitanya melakukan gerakan-gerakan yang tidak bisa dikendalikan, seperti tremor dan kontraksi otot. Gerakan tubuh yang tiba-tiba, tak terkendali, dan mungkin berlangsung dalam jangka waktu lebih lama dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Gejala Sindrom Ekstrapiramidal

Ekstrapiramidal sindrom gejala berupa gerakan tidak terkendali dan tiba-tiba pada alat gerak serta anggota tubuh lainnya, termasuk:

  • Tremor
  • Kontraksi otot
  • Restless legs atau mengayunkan kaki
  • Sering berkedip
  • Kejang mata
  • Menggerakan kepala
  • Kejang
  • Gerakan wajah berulang yang tidak disengaja
  • Memutar lidah
  • Menggoyangkan bahu
  • Menggembungkan pipi
  • Perubahan gaya jalan
  • Perubahan postur
  • Bergerak tersentak
  • Ketidakseimbangan koordinasi

Gejala muncul berbeda-beda tergantung pada tingkat kerusakan dan jenis ekstrapiramidal yang dialami. Intinya, penderita tidak dapat mengendalikan gerakan tubuhnya yang bergerak tiba-tiba.

Baca Juga: Tremor: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Kapan Harus ke Dokter?

Sindrom ekstrapiramidal adalah kumpulan gejala dari efek samping penggunaan obat antipsikotik yang diresepkan dokter. Sebelum menggunakan obat tersebut, umumnya dokter sudah mengingatkan semua aturan pakai dan risiko efek samping penggunaan obat.

Anda juga membutuhkan bantuan orang lain atau keluarga untuk menilai apakah ada perubahan gerakan dan koordinasi akibat penggunaan obat ini. Anda harus segera menghentikan penggunaan obat antipsikotik dan hubungi dokter bila mengalami efek samping tersebut.

Penyebab Sindrom Ekstrapiramidal

Sindrom ini disebabkan oleh gangguan ekstrapiramidal karena efek samping dari obat antipsikotik. Obat antipsikotik adalah obat untuk mengatasi gangguan mental dengan cara mengikat reseptor dopamin di sistem saraf pusat dan memblokir dopamin.

Jenis antipsikotik yang memicu gejala ekstrapiramidal sindrom, termasuk:

  • Aripiprazole
  • Clozapine
  • Flupentixol
  • Fluphenazine
  • Haloperidol
  • Klorpromazin
  • Levomepromazine
  • Paliperidone
  • Perphenazine
  • Risperidone
  • Thioridazine
  • Trifluoperazine
  • Olanzapine
  • Quetiapine
  • Ziprasidone

Maka dari itu, harap ikut petunjuk dokter dalam penggunaan obat antipsikotik agar tidak memicu efek samping dan kinerjanya maksimal untuk mengatasi gejala mental yang dialami.

Diagnosis Sindrom Ekstrapiramidal

Umumnya, masalah koordinasi pada diri Anda pertama kali diketahui oleh orang lain yang melihat Anda. Maka dari itu, pengawasan dari orang terdekat sangat dibutuhkan selama Anda menggunakan obat antipsikotik apapun.

Selanjutnya, Anda harus memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan bertanya seputar riwayat gejala yang Anda alami dan obat apa saja yang sedang Anda gunakan. Dokter akan menggunakan skala evaluasi seperti Skala Gejala Ekstrapiramidal yang Diinduksi Obat atau Skala Peringkat Gejala Ekstrapiramidal.

Jenis Sindrom Ekstrapiramidal

Jenis ekstrapiramidal sindrom dibedakan dari sistem ekstrapiramidal mana yang mengalami gangguan. Setiap jenis ekstrapiramidal di otak mengatur kontrol gerakan atau koordinasi motorik yang berbeda.

Berikut ini jenis gangguan ekstrapiramidal dan masing-masing gejalanya:

  • Akathisia: Perasaan gelisah yang memicu gerakan yang tidak disadari, misalnya menggoyangkan kaki atau jari.
  • Dystonia: Kontraksi otot yang tidak terkendali dan menyebabkan gerakan otot tiba-tiba yang menyakitkan.
  • Parkinsonisme: Menyebabkan gejala tremor, gerakan lambat, otot kaku, wajah kaku, gangguan bicara, dan cara pikir.
  • Tardive Dyskinesia: Koordinasi tak terkendali pada wajah, misalnya sering berkedip, menjulurkan lidah, memainkan pipi, mulut, atau bibir.

Sindrom ini menyebabkan Anda melakukan gerakan yang tidak diinginkan. Kondisi ini dapat membahayakan misal saat Anda tiba-tiba tremor saat sedang berkendara atau menjalankan mesin. Maka dari itu, perawatan harus segera dilakukan.

Baca Juga: Obat Penenang: Jenis, Fungsi, Efek Samping, dll

Pengobatan Sindrom Ekstrapiramidal

Cara mengatasi gangguan ekstrapiramidal adalah dengan mengganti dosis atau pilihan obat antipsikotik atau menggunakan obat kombinasi sesuai dengan aturan dokter. Anda tidak boleh mengganti dosis yang disesuaikan dokter. Anda juga harus minum obat sesuai jadwal.

Pengobatan gangguan ekstrapiramidal mungkin sulit karena gejalanya berbeda-beda. Dokter akan memantau penggunaan obat antipsikotik secara berkala. Apabila Anda mengalami gejala halusinasi, delusi, stres, atau episode depresi, maka dokter akan memberi pendekatan pengobatan lain yang efektif untuk mengobati gejala kesehatan mental dan tidak menyebabkan ekstrapiramidal sindrom gejala.

Selebihnya, Anda mungkin juga bantuan terapis untuk membantu mengatasi gejala psikologi Anda selain dengan obat. Terapis akan membantu Anda mencari solusi dari akar masalah mental Anda dan cara mengelolanya untuk jangka panjang.

Komplikasi Sindrom Ekstrapiramidal

Pada beberapa pasien, gejala kondisi ini sangat ringan dan tidak membahayakan. Selebihnya, pergerakan tiba-tiba pada seseorang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti bekerja, belajar, berkendara, dan lainnya.

Kondisi ini mungkin akan meningkatkan risiko frustasi dan kesulitan konsentrasi. Terlebih lagi, pasien penggunaan obat antipsikotik sedang memiliki masalah pada psikologisnya.

Pencegahan Sindrom Ekstrapiramidal

Cara mencegah gangguan ekstrapiramidal adalah dengan mengikuti petunjuk dokter saat menggunakan obat antipsikotik. Anda juga harus berkonsultasi secara berkala untuk pengobatan jangka panjang. Dokter mungkin akan mengubah dosis atau mengganti obat antipsikotik dengan pengobatan lain yang tidak memicu gangguan ekstrapiramidal.

Itulah pembahasan lengkap tentang gangguan sistem ekstrapiramidal. Sindrom ekstrapiramidal adalah efek samping obat antipsikotik yang menyebabkan gangguan pada saraf otak yang mengatur koordinasi. Setiap orang memiliki gejala berbeda, mulai dari ringan hingga berat. Bila mengalami efek samping antipsikotik, segera hubungi dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

 

  1. Purse, Marcia. 2020. Extrapyramidal Side Effects From Medication. https://www.verywellmind.com/extrapyramidal-side-effects-380021. (Diakses pada 1 September 2020).
  2. Raypole, Crystal. 2019. Understanding Extrapyramidal Symptoms and the Medications That Cause Them. https://www.healthline.com/health/symptom/extrapyramidal-symptoms. (Diakses pada 1 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi