Terbit: 19 Maret 2021 | Diperbarui: 20 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sindrom Eisenmenger atau Eisenmenger syndrome adalah kelainan bawaan yang membuat seseorang memiliki masalah struktural jantung, di mana hal ini memengaruhi aliran darah dari jantung ke paru-paru. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala, penyebab, hingga cara mengatasinya.

Sindrom Eisenmenger: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Sindrom Eisenmenger?

Sindrom Eisenmenger adalah komplikasi jangka panjang dari cacat jantung bawaan. Keadaan ini menyebabkan darah mengalir secara tidak normal di jantung dan paru-paru. Saat darah mengalir secara tidak normal, pembuluh darah di paru-paru menjadi kaku dan sempit, sehingga meningkatkan tekanan di arteri paru-paru. Kondisi ini bisa merusak pembuluh darah di paru-paru secara permanen.

Gejala Sindrom Eisenmenger

Berikut adalah tanda dan gejala dari sindrom ini, antara lain:

  • Warna kulit kebiruan atau keabu-abuan (sianosis).
  • Kuku besar dan bulat (clubbing).
  • Mudah lelah dan sesak napas saat beraktivitas.
  • Sesak napas saat istirahat.
  • Nyeri dada.
  • Detak jantung berdebar kencang (palpitasi).
  • Pusing atau pingsan.
  • Batuk darah.
  • Mati rasa atau kesemutan di jari tangan atau kaki.
  • Sakit kepala.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda atau anak memiliki tanda atau gejala seperti di atas, segera konsultasi dengan dokter. Meskipun Anda belum pernah didiagnosis mengalami kelainan jantung, gejala seperti sianosis dan sesak napas merupakan tanda bahwa Anda memiliki masalah kesehatan yang memerlukan perhatian medis.

Penyebab Sindrom Eisenmenger

Sindrom ini berkembang karena adanya lubang di antara bilik jantung. Sebelum menjelaskan bagaimana Eisenmenger syndrome memengaruhi jantung dan paru-paru, Anda harus memahami bagaimana cara kerja jantung.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Cara Kerja Jantung

Pada dasarnya jantung terbagi menjadi empat ruang, dua di kanan dan dua di kiri. Sisi kanan memindahkan darah ke pembuluh yang menuju ke paru-paru. Di paru-paru, oksigen akan memperkaya darah yang kemudian bersirkulasi ke sisi kiri jantung. Sisi kiri jantung memompa darah ke pembuluh besar (aorta) yang kemudian mengalirkan darah ke seluruh tubuh.

Selain itu, katup jantung memiliki fungsi mengontrol aliran darah yang masuk dan keluar dari bilik jantung. Katup akan terbuka untuk memungkinkan darah bergerak ke bilik berikutnya atau ke salah satu arteri. Katup akan menutup untuk mencegah darah mengalir ke belakang.

Memahami Bagaimana Sindrom Eisenmenger Berkembang

Sindrom ini biasanya disebabkan oleh lubang (shunt) antara pembuluh darah utama atau bilik jantung. Shunt ini adalah kelainan jantung yang dialami sejak lahir. Cacat jantung yang dapat menyebabkan sindrom Eisenmenger adalah:

  • Atrioventricular canal defect. Ini adalah kondisi di mana terdapat lubang besar di tengah jantung tempat pertemuan dinding antara ruang atas (atrium) dan ruang bawah (ventrikel). Beberapa katup di jantung mungkin tidak berfungsi dengan baik.
  • Atrial septal defect. Terdapat lubang di dinding jaringan yang membagi sisi kanan dan kiri bilik atas jantung.
  • Patent ductus arteriosus. Kecacatan ini terjadi antara arteri pulmonalis dan arteri yang membawa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh (aorta).
  • Ventricular septal defect. Lubang di dinding jaringan yang membagi sisi kanan dan kiri ruang pompa utama jantung (ventrikel) adalah penyebab paling umum dari sindrom ini.

Jika Anda mengalami salah satu jenis kecacatan seperti di atas, hal tersebut membuat darah mengalir dengan cara yang tidak normal, di mana hal tersebut meningkatkan tekanan di arteri pulmonalis.

Seiring waktu, peningkatan tekanan ini merusak pembuluh darah yang lebih kecil di paru-paru. Dinding pembuluh darah yang rusak membuat sulit untuk memompa darah ke paru-paru.

Pada akhirnya, sindrom ini menyebabkan peningkatan tekanan darah di sisi jantung yang memiliki darah dengan kadar oksigen yang rendah (darah biru). Hal ini memungkinkan darah yang mengandung oksigen rendah melewati lubang (shunt) di jantung atau pembuluh darah, sehingga memungkinkan bercampur dengan darah yang kaya oksigen.

Dampaknya, hal ini akan akan menurunkan tingkat oksigen dalam darah dan menyebabkan warna kebiruan pada kulit (sianosis). Selain itu, hal ini juga menyebabkan peningkatan jumlah sel darah merah karena mencoba untuk mengatasi kekurangan oksigen dalam darah.

Baca Juga: Penyakit Jantung Bawaan: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Faktor Risiko Sindrom Eisenmenger

Riwayat kelainan jantung dalam keluarga dapat meningkatkan risiko bayi mengalami kelainan jantung bawaan, termasuk kemungkinan mengembangkan sindrom ini. Konsultasi dengan dokter diperlukan tentang skrining anggota keluarga lain untuk cacat jantung jika Anda telah didiagnosis dengan kondisi ini.

Diagnosis Sindrom Eisenmenger

Diagnosis yang bisa dilakukan dokter adalah dengan memeriksa riwayat kesehatan hingga melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes yang diperlukan untuk membantu menentukan diagnosis, antara lain:

  • Tes darah. Tes ini dapat dilakukan untuk memeriksa jumlah sel darah, yang sering kali tinggi pada seseorang yang memiliki sindrom ini. Fungsi ginjal dan hati serta tingkat zat besi juga dapat diukur dengan tes darah.
  • Elektrokardiogram (EKG). Tes ini mencatat aktivitas listrik jantung melalui elektroda yang dipasang pada kulit untuk mendiagnosis kelainan jantung.
  • Rontgen  dada. Dokter mungkin menyarankan tes pencitraan ini untuk mencari pembesaran jantung dan kondisi arteri pulmonalis.
  • Ekokardiogram. Tes ini memungkinkan dokter melihat struktur jantung dan aliran darah untuk mencari kelainan jantung.
  • CT scan. Tes ini mengharuskan Anda berbaring agar dokter dapat melihat permukaan paru-paru.
  • Magnetic resonance imaging (MRI). Tes ini menghasilkan gambar pembuluh darah di paru-paru dengan menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio.
  • Kateterisasi jantung. Dokter menggunakan tes ini untuk mengukur tekanan darah di pembuluh darah atau ruang jantung.
  • Tes jalan kaki. Dokter mungkin menyarankan tes berjalan selama enam menit untuk memeriksa toleransi Anda terhadap olahraga ringan.

Pengobatan Sindrom Eisenmenger

Perawatan diperlukan untuk mengendalikan gejala dan mengelola kondisi. Meskipun tidak ada obat yang mampu menghilangkan keadaan ini, obat-obatan tertentu dapat membantu Anda merasa lebih baik, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah komplikasi serius.

Beberapa obat yang berguna untuk mengurangi gejala, antara lain:

  • Obat untuk mengontrol irama jantung yang tidak teratur.
  • Suplemen zat besi.
  • Aspirin atau obat pengencer darah lainnya.
  • Obat yang melemaskan dinding pembuluh darah.
  • Sildenafil dan tadalafil.
  • Antibiotik.

Jika jumlah sel darah merah menjadi terlalu tinggi dan menyebabkan gejala seperti sakit kepala, kesulitan berkonsentrasi, atau masalah penglihatan, dokter mungkin merekomendasikan pengambilan darah untuk membantu menurunkan jumlah sel darah.

Pada kasus yang parah, seseorang mungkin memerlukan transplantasi jantung dan paru-paru, terutama jika perawatan lain tidak membantu mengontrol gejala.

Komplikasi Sindrom Eisenmenger

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan komplikasi yang bisa terjadi, antara lain:

  • Pendarahan di otak.
  • Gagal jantung kongestif.
  • Asam urat.
  • Serangan jantung.
  • Hiperviskositas (penumpukan darah karena terlalu kental dengan sel darah).
  • Infeksi otak.
  • Gagal ginjal.
  • Aliran darah yang buruk ke otak.
  • Stroke.
  • Kematian mendadak.

Melakukan pembedahan dini untuk memperbaiki kelainan jantung mungkin dapat mencegah sindrom Eisenmenger.

 

  1. Anonim. Eisenmenger syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/eisenmenger-syndrome/symptoms-causes/syc-20350580. (Diakses pada 19 Maret 2021).
  2. Anonim. Eisenmenger syndrome. https://medlineplus.gov/ency/article/007317.htm. (Diakses pada 19 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi