Terbit: 17 Juni 2020 | Diperbarui: 23 Agustus 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Sindrom Cushing adalah kelainan yang terjadi ketika tubuh membuat terlalu banyak hormon kortisol dalam jangka waktu yang lama. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan hiperkortisolisme dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Simak gejala, penyebab, hingga cara mengobati sindrom Cushing selengkapnya di bawah ini.

Sindrom Cushing: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Sindrom Cushing?

Sindrom Cushing terjadi ketika tubuh terpapar hormon kortisol tingkat tinggi dalam waktu lama. Sindrom ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, keropos tulang, dan diabetes tipe 2. Terlalu banyak kortisol di dalam tubuh juga dapat menghasilkan tanda khas seperti tonjolan lemak di bahu, wajah bulat, kulit tipis kemerahan, atau munculnya stretch mark.

Gejala Sindrom Cushing

Tanda dan gejala sindrom Cushing dapat bervariasi pada setiap orang tergantung pada tingkat kelebihan kortisol di tubuhnya. Berikut adalah gejala paling umum dari kondisi ini, antara lain:

  • Pertambahan berat badan
  • Timbunan lemak terutama di bagian tengah tubuh, wajah (menyebabkan wajah bulat, berbentuk bulan), serta antara bahu dan punggung bagian atas (menyebabkan punuk kerbau)
  • Stretch marks pada payudara, lengan, perut, dan paha
  • Kulit menipis yang mudah memar
  • Cedera kulit yang lama sembuh
  • Muncul jerawat
  • Kelelahan
  • Kelemahan otot

Selain gejala umum seperti di atas, terdapat gejala lain yang kadang-kadang dapat diamati pada orang dengan sindrom Cushing, antara lain:

  • Gula darah tinggi
  • Peningkatan rasa haus
  • Peningkatan buang air kecil
  • Osteoporosis
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Sakit kepala
  • Perubahan suasana hati
  • Gelisah
  • Cepat marah
  • Depresi
  • Peningkatan insiden infeksi

Gejala pada Anak-Anak

Anak-anak dapat mengalami sindrom Cushing meskipun kasusnya lebih jarang terjadi daripada orang dewasa. Anak-anak dengan sindrom ini memiliki gejala:

  • Kegemukan
  • Tingkat pertumbuhan yang lebih lambat
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Gejala pada Wanita

Sindrom Cushing lebih banyak terjadi pada wanita daripada pria. Wanita dengan sindrom ini dapat menyebabkan pertumbuhan rambut berlebih di wajah, dada, perut, dan paha. Kondisi ini juga dapat membuat wanita mengalami menstruasi tidak teratur. Bahkan, dalam beberapa kasus menstruasi justru sama sekali tidak terjadi

Gejala pada Pria

Seperti halnya dengan wanita dan anak-anak, pria dengan sindrom Cushing juga dapat mengalami beberapa gejala tambahan. Pria dengan sindrom ini mungkin memiliki gejala seperti:

  • Disfungsi ereksi
  • Hilangnya minat seksual
  • Penurunan kesuburan

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter jika Anda memiliki gejala yang menunjukkan sindrom Cushing, terutama jika Anda minum obat kortikosteroid untuk mengobati asma, radang sendi, atau penyakit radang usus.

Penyebab Sindrom Cushing

Saat kadar kortisol di dalam tubuh Anda terlalu tinggi, hal tersebut membuat seseorang bisa mengembangkan sindrom Cushing. Kortisol yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dapat membantu sejumlah fungsi tubuh, antara lain:

  • Mengatur tekanan darah dan sistem kardiovaskular
  • Mengurangi respon inflamasi sistem kekebalan tubuh
  • Mengubah karbohidrat, lemak, dan protein menjadi energi
  • Menyeimbangkan efek insulin
  • Mengelola stres

Perlu diketahui, tubuh dapat menghasilkan kortisol tingkat tinggi karena berbagai alasan, seperti:

  • Tingkat stres yang tinggi, termasuk stres yang berkaitan dengan penyakit akut, pembedahan, cedera, atau kehamilan, terutama pada trimester akhir
  • Olahraga atletik
  • Kekurangan gizi
  • Alkoholisme
  • Depresi, gangguan panik, atau tingkat stres emosional yang tinggi

Berikut ini adalah beberapa penyebab lainnya yang membuat seseorang bisa mengembangkan sindrom Cushing, di antaranya:

Kortikosteroid

Penyebab paling umum dari sindrom Cushing adalah penggunaan obat-obatan kortikosteroid seperti prednisone dalam dosis tinggi untuk jangka waktu yang lama. Selain itu, steroid injeksi dosis tinggi untuk pengobatan nyeri punggung juga dapat menyebabkan sindrom ini.

Namun, steroid dosis rendah dalam bentuk inhalansia seperti yang digunakan untuk asma atau krim yang diresepkan untuk eksim, biasanya tidak cukup untuk menyebabkan kondisi ini.

Tumor

Tumor dapat terjadi di bagian tubuh manapun. Beberapa jenis tumor juga dapat menyebabkan produksi kortisol yang lebih tinggi, di antaranya:

  • Pituitary gland tumors. Kelenjar hipofisis melepaskan terlalu banyak hormon adrenocorticotropic (ACTH) yang merangsang produksi kortisol di kelenjar adrenal, kondisi yang disebut penyakit Cushing.
  • Ectopic tumors. Ini adalah tumor di luar hipofisis yang menghasilkan ACTH. Kondisi ini biasanya terjadi di paru-paru, pankreas, tiroid, atau kelenjar timus.
  • Adrenal gland abnormality. Kondisi ini dapat menyebabkan pola produksi kortisol yang tidak teratur sehingga dapat menyebabkan sindrom Cushing.
  • Familial Cushing syndrome. Meskipun sindrom ini biasanya tidak diwariskan, ada kemungkinan untuk memiliki kecenderungan yang diturunkan untuk mengembangkan tumor kelenjar endokrin.

Penyakit Cushing

Jika sindrom Cushing disebabkan oleh kelenjar hipofisis yang memproduksi ACTH berlebih—yang pada gilirannya menjadi kortisol—hal itu disebut penyakit Cushing. Penyakit ini juga memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria.

Faktor Risiko Sindrom Cushing

Faktor risiko utama untuk mengembangkan sindrom Cushing adalah mengonsumsi kortikosteroid dosis tinggi dalam jangka waktu yang lama. Faktor lainnya dapat mencakup:

  • Diabetes tipe-2 yang tidak dikelola dengan baik
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kegemukan

Meskipun ada kecenderungan genetik untuk mengembangkan tumor endokrin (familial Cushing syndrome), tidak ada cara untuk mencegah pembentukannya.

Diagnosis Sindrom Cushing

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda khas dari sindrom ini. Sementara itu, jika Anda telah minum obat kortikosteroid sejak lama, dokter bisa mencurigai bahwa Anda menderita kondisi ini sebagai hasil dari pengobatan tersebut.

Jika Anda belum pernah menggunakan obat kortikosteroid, beberapa tes berikut dapat disarankan untuk membantu menentukan penyebabnya, di antaranya:

  • Blood adrenocorticotropin hormone (ACTH) test. Kadar ACTH yang rendah dan kortisol yang tinggi dapat mengindikasikan adanya tumor pada kelenjar adrenal.
  • Corticotropin-releasing hormone (CRH) stimulation test. Tes ini dilakukan dengan memberikan suntikan CRH. Orang dengan tumor hipofisis peningkatan kadar ACTH dan kortisol akan terjadi.
  • High-dose dexamethasone suppression test. Jika kadar kortisol turun saat melakukan tes ini, Anda mungkin memiliki tumor hipofisis. Jika tidak, Anda mungkin menderita tumor ektopik.
  • Petrosal sinus sampling. Darah diambil dari vena dekat hipofisis dan juga dari vena yang jauh dari hipofisis. Setelah itu suntikan CRH diberikan. Kadar ACTH yang tinggi dalam darah dekat hipofisis dapat mengindikasikan tumor hipofisis. Tingkat serupa dari kedua sampel menunjukkan tumor ektopik.
  • Pencitraan. Tes ini dapat mencakup hal-hal seperti CT scan dan MRI untuk memvisualisasikan kelenjar adrenal dan hipofisis guna mencari tumor.

Pengobatan Sindrom Cushing

Pada dasarnya, perawatan kondisi ini tergantung pada penyebab yang mendasarinya, bisa pembedahan, radiasi, kemoterapi, atau obat-obatan untuk mengurangi kortisol. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa opsi yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Mengurangi Penggunaan Kortikosteroid

Jika penyebab sindrom Cushing adalah penggunaan jangka panjang dari obat kortikosteroid, dokter mungkin dapat mengurangi dosis obat selama periode waktu tertentu, namun tetap mengelola asma, radang sendi, atau kondisi lainnya.

Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan nonsteroid, yang akan memungkinkannya untuk mengurangi dosis atau menghilangkan penggunaan kortikosteroid secara bersamaan. Jangan mengurangi dosis obat kortikosteroid atau berhenti meminumnya sendiri. Lakukan hanya di bawah pengawasan dokter.

  • Terapi Radiasi

Jika ahli bedah tidak dapat sepenuhnya menghilangkan tumor hipofisis, ia biasanya akan menyarankan terapi radiasi untuk digunakan bersamaan dengan operasi. Selain itu, terapi ini dapat digunakan untuk orang yang bukan kandidat cocok untuk operasi.

Radiasi dapat diberikan dalam dosis kecil selama periode enam minggu, atau dengan teknik yang disebut stereotactic radiosurgery.

  • Obat-Obatan

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengontrol produksi kortisol ketika operasi dan radiasi tidak berhasil. Obat-obatan juga dapat digunakan sebelum operasi pada orang-orang yang menjadi sangat sakit dengan sindrom ini.

Dokter dapat merekomendasikan terapi obat sebelum operasi untuk meningkatkan tanda dan gejala dan meminimalkan risiko bedah.

Obat-obatan untuk mengendalikan produksi kortisol yang berlebihan di kelenjar adrenal termasuk ketoconazole, mitotane, dan metyrapone. Sementara untuk penderita yang memiliki diabetes tipe 2, Anda bisa menggunakan obat mifepristone. Obat ini tidak mengurangi produksi kortisol, tetapi menghambat efek kortisol pada jaringan.

Obat lain yang bisa digunakan adalah pasireotide. Obat ini bekerja dengan mengurangi produksi ACTH dari tumor hipofisis. Obat ini diberikan sebagai suntikan dua kali sehari dan dianjurkan jika operasi hipofisis tidak berhasil atau tidak dapat dilakukan.

Dalam beberapa kasus, tumor atau perawatannya akan menyebabkan hormon lain yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis atau adrenal menjadi kurang,  sehingga dokter bisa merekomendasikan obat pengganti hormon.

  • Operasi

Jika penyebab sindrom Cushing adalah tumor, dokter dapat merekomendasikan pengangkatan total dengan operasi. Pengangkatan tumor hipofisis dapat dilakukan melalui hidung. Sementara jika tumor ada di kelenjar adrenal, paru-paru, atau pankreas, ahli bedah dapat mengangkatnya melalui operasi standar atau dalam beberapa kasus dengan menggunakan teknik bedah invasif minimal.

Komplikasi Sindrom Cushing

Jika Anda memiliki kondisi ini penting untuk mengelolanya dengan benar. Jika Anda tidak mendapatkan perawatan, sindrom ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan yang berpotensi serius, antara lain:

  • Keropos tulang (osteoporosis) yang dapat menyebabkan patah tulang yang tidak biasa, seperti patah tulang rusuk dan patah tulang di kaki
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Diabetes tipe 2
  • Infeksi yang sering atau tidak biasa
  • Kehilangan massa dan kekuatan otot

Pencegahan Sindrom Cushing

Pada dasarnya, tidak ada pencegahan yang bisa dilakukan untuk kondisi ini. Oleh karena itu, jika Anda berencana mengobati masalah kesehatan dengan obat-obatan steroid, diskusikan berapa lama Anda harus mengonsumsinya dan apakah hal tersebut akan menyebabkan sindrom Cushing.

 

  1. Anonim. Cushing syndrome. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cushing-syndrome/symptoms-causes/syc-20351310. (Diakses pada 17 Juni 2020).
  2. Anonim. Cushing’s Syndrome. https://familydoctor.org/condition/cushings-syndrome/. (Diakses pada 17 Juni 2020).
  3. Kahn, April. Jill Seladi-Schulman. 2019. Everything You Need to Know About Cushing’s Syndrome. https://www.healthline.com/health/cushings-syndrome. (Diakses pada 17 Juni 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi