Obat Simvastatin: Dosis, Indikasi, Kontraindikasi, dan Efek Samping

obat simvastatin - DokterSehat

DokterSehat.Com – Simvastatin obat apa? Obat Simvastatin adalah obat untuk menurunkan kadar kolestrol jahat dan trigliserida di darah sekaligus meningkatkan kolestrol baik di darah. Lemak atau lipid yang berlebih di dalam tubuh disebut dengan hiperlipidemia dan membutuhkan pengobatan antilipid agar lemak tidak menimbulkan penyakit dalam tubuh seperti sumbatan di pembuluh darah yang dapat berujung ke serangan jantung atau stroke.

Setelah Anda mengetahui Simvastatin obat apa, sudah tahukah Anda mengenai fungsi Simvastatin dan manfaat Simvastatin? Informasi di bawah ini akan membantu Anda mengenal fungsi dan manfaat dari penggunaan obat Simvastatin.

Fungsi Simvastatin & Manfaat Simvastatin

Manfaat Simvastatin adalah menurunkan kadar kolesterol jahat dan LDL yang meningkat pada pasien, meningkatkan kolesterol baik, hingga menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Fungsi Simvastatin adalah untuk menurunkan jumlah kolesterol yang dihasilkan hati. Sedangkan komposisi obat Simvastatin adalah Simvastatin 10 mg.

Setelah Anda mengetahui fungsi, manfaat, dan komposisi obat Simvastatin obat apa, mari kenali lebih mendalam mengenai indikasi, kontraindikasi, dosisi dan efek samping yang mungkin dapat terjadi di bawah ini. Informasi ini dapat membantu Anda supaya lebih cermat dalam mengkonsumsi obat Simvastatin yang diberikan dokter untuk menurunkan kadar kolesterol jahat yang bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya pada tubuh.

Nama: Simvastatin
Sediaan tablet: simvastatin 5 mg, simvastatin 10 mg, simvastatin 20 mg, simvastatin 40 mg, simvastatin 80 mg
Kelas: Obat penurun lemak, Statins, HMG-CoA reductase inhibitors

Dosis Simvastatin dan Kemampuan Penyembuhan

Pada hiperkolestrolemia:

  • Rentang dosis Simvastatin yang biasa digunakan: 5 – 40 mg per oral (ditelan) 1 kali sehari.
  • Dosis Simvastatin inisial (dosis awal yang digunakan): 10 – 20 mg per oral 1 kali sehari setiap malam.
  • Pasien berada pada risiko penyakit jantung kronik: dosis dimulai dari 40 mg/hari.

Pada hiperkolestrolemia familial homozigot

  • Dosis yang direkomendasikan: 40 mg per oral setiap hari di malam hari.
  • Batas: 80 mg/hari.

Modifikasi Dosis Simvastatin

Dosis simvastatin perlu disesuaikan pada kondisi tertentu seperti:

  • Gangguan ginjal berat (jika CrCl < 30 mL/menit): Dosis inisial 5 mg per hari.
  • Pemberian bersamaan dengan obat seperti dronedarone, verapamil, atau diltiazem: Jangan diberikan lebih dari 10 mg/hari.
  • Pemberian bersamaan dengan amiodaron, amlodipine, atau ranolazine: Jangan melebihi dosis 20 mg/hari.
  • Pemberian bersamaan dengan lomitapide: kurangi dosis simvastatin 50 %nya dan jangan melebihi dosis 20 mg/hari (atau 40 mg/hari di mana sebelumnya masih ditoleransi pemberian dosis 80 mg/hari) ketika memulai lomitapide.
  • Pasien dengan ras Cina: Pertimbangkan dosis lebih rendah jika telah menerima dosis 40 mg/hari karena meningkatkan risiko miopati (kerusakan otot).
  • Pasien ras Asia: Jika mendapatkan obat lipid lainnya seperti niasin, jangan berikan simvastatin sebanyak 80 mg.

Dosis Obat Simvastatin yang perlu mendapat perhatian khusus

Dosis simvastatin 80 mg/hari sebaiknya digunakan hanya untuk orang-orang yang telah mengonsumsi simvastatin 80 mg secara kronis (misalnya 12 bulan) tanpa adanya gangguan di otot (miopati) atau tanpa ada kehancuran otot (rhabdomyolis).

Pasien yang telah menerima dosis maksimum simvastatin 80 mg/hari lalu hendak menerima obat lain yang mengganggu kerja simvastatin sebaiknya mengganti simvastatin dengan obat golongan statin lainnya.

Pasien yang bertujuan mencapai kadar kolestrol LDL nya namun telah menggunakan dosis sampai 40 mg/hari sebaiknya tidak dipaksakan menggunakan dosis simvastatin 80 mg/hari (karena meningkatkan risiko miopati) namun sebaiknya mengganti obat untuk menurunkan kolestrol LDL.

Jika overdosis obat Simvastatin

Efek samping simvastatin yang bisa terjadi adalah:

  • Neuropati periferal.
  • Diare.
  • Peningkatan elektrolit kalium.
  • Miopati.
  • Rhabdommiolisis.
  • Gagal ginjal akut.
  • Peningkatan liver function test (SGOT, SGPT, dsb).
  • Kekeruhan lensa mata.

Tatalaksana untuk kejadian di atas: Tatalaksana suportif (atau mengatasi gejala yang terjadi sesuai masing-masing pasien)

Kontraindikasi:

Obat simvastatin tidak boleh diberikan kepada:

  • Orang yang mengalami hipersensitivitas terhadap simvastatin.
  • Penyakit liver aktif atau peningkatan transaminase yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kehamilan (tidak boleh digunakan untuk ibu hamil).
  • Ibu menyusui.
  • Penggunaan inhibitor CYP3A4 yang kuat seperti itraconazole, ketoconazole, eritromisin, klaritromisin, telitromisin, posaconazole, voriconzole, HIV protease inhibitor, cobicistat, nefazodone, boceprevir, telaprevir), gemfibrozil, cylcosporin, dan danazol.

Mekanisme Kerja

Simvastatin adalah inhibitor reduktase HMG-CoA, yang mengambat langkah dari biosintesis (pembentukan) kolestrol dengan cara inhibisi kompetitif enzim HMG-CoA reduktase

Penyerapan: Bioaviabilitas <5%, onset aksi >3 hari, puncak waktu plasma: 1,3 – 2,4 jam, efek maksimum 4 – 6 minggu

Distribusi: Berikatan dengan protein 95%

Metabolisme:

  • Pertama melewati hati.
  • Diubah ke dalam bentuk aktif asam simvastatin oleh jalur nonenzim dan enzim nonspesifik.
  • Metabolit/bentuk aktif: asam beta-hidroksilat dan derivat 6’-hidroksi, 6-hidroksimetil, dan 6’-eksometilen.
  • Asam simvastatin juga diubah ke bentuk aktif metabolit lainnya oleh CYP3A4.

Informasi mengenai dosis dan penggunaan obat Simvastatin di atas adalah informasi umum. Dokter bisa saja memberikan obat Simvastatin dengan dosis yang berbeda dari yang tertera di atas. Gunakan obat sesuai dengan petunjuk aturan penggunaan obat dan jangan mengonsumsi obat dengan dosis yang tidak sesuai dosis yang diresepkan oleh dokter Anda.