Terbit: 30 Mei 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Berapa kali kita melakukan pemeriksaan tekanan darah? Kebanyakan orang cukup jarang melakukannya. Jika bukan karena saat sedang sakit atau keperluan lainnya, kita bahkan bisa tidak melakukan pemeriksaan hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun lamanya. Padahal, menurut pakar kesehatan, ada sebagian orang yang harus melakukan pemeriksaan tekanan darah demi menjaga kondisi kesehatannya.

Siapa Saja yang Harus Rutin Periksa Tekanan Darah?

Orang-orang yang harus rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah

Pemeriksaan tekanan darah akan memberikan gambaran tentang kondisi sirkulasi darah dan kesehatan jantung. Sebagai contoh, jika tekanan darah normal, maka jantung dan pembuluh darah biasanya berada dalam kondisi yang baik sehingga mampu menyuplai darah yang kaya akan berbagai nutrisi dan oksigen ke berbagai bagian dan organ tubuh. Sementara itu, jika tekanan darah tidak normal, bisa jadi hal ini menandakan ada yang tidak normal dengan kondisi jantung atau pembuluh darah.

Pakar kesehatan menyebut tekanan darah yang normal ada di angka 90/60 mmHg sampai dengan 120/60 mmHg. Jika kondisi tekanan darah lebih tinggi dari angka tersebut, hal ini menandakan bahwa tekanan darah sudah melebihi normal dan bisa membuat risiko hipertensi meningkat. Sementara itu, jika tekanan darah lebih rendah, risiko terkena hipotensi juga meningkat.

Terdapat beberapa orang yang diminta untuk rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah. Mereka adalah yang sudah berusia 35 tahun atau lebih, memiliki riwayat hipertensi, memiliki riwayat keluarga dengan masalah hipertensi, memiliki riwayat penyakit jantung dan penyakit ginjal, dan mereka yang sedang menjalani kehamilan. Bahkan, bagi mereka yang sudah mengidap hipertensi, pemeriksaan tekanan darah harus lebih sering dilakukan demi mengendalikan tekanan darah dalam tubuh.

Hanya saja, jika kita memiliki kondisi kesehatan yang baik, sebaiknya juga memeriksakan tekanan darah secara rutin setidaknya enam bulan sekali.

Adakah waktu terbaik untuk memeriksa tekanan darah?

Pakar kesehatan menyebut tidak ada waktu yang dianggap lebih baik untuk memeriksakan tekanan darah. Hanya saja, saat bangun tidur, tekanan darah biasanya berada dalam kondisi paling rendah dan kemudian akan terus meningkat sesuai dengan aktivitas tubuh. Hal ini terjadi akibat pengaruh hormon, aktivitas, dan pola makan kita.

Melihat fakta ini, kita bisa berkonsultasi ke dokter untuk menentukan kapan waktu pemeriksaan tekanan darah yang tepat. Sebagai contoh, jika kita memiliki kondisi kesehatan tertentu, dokter bisa melakukan pemeriksaan tekanan di waktu yang berbeda agar bisa mendapatkan perbandingan.

Hanya saja, bagi pasien hipertensi yang ingin mengukur tekanan darah demi mengetahui dampak dari konsumsi obat penurun tekanan darah, sebaiknya melakukannya sekitar satu hari setelah mengonsumsinya demi mendapatkan hasil yang tepat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah

Melakukan pemeriksaan tekanan darah juga tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Kita harus memastikan untuk memperhatikan beberapa hal yang bisa membuat hasil pengukuran kurang tepat.

Berikut adalah beberapa hal yang patut diperhatikan.

  1. Buang air kecil

Meski terlihat sepele, pakar kesehatan lebih menyarankan kita untuk mengosongkan kandung kemih terlebih dahulu sebelum memeriksakan tekanan darah. Jika kita melakukan pemeriksaan sambil menahan kencing, dikhawatirkan akan membuat tekanan darah berbeda dari yang seharusnya.

  1. Jangan minum kopi, alkohol, dan jangan merokok

Kopi, alkohol, dan kandungan di dalam asap rokok ternyata bisa memicu peningkatan tekanan darah. Jika kopi masih bisa memberikan manfaat kesehatan, alkohol dan rokok memang sebaiknya benar-benar kita hindari karena bisa memberikan dampak tidak sehat bagi tubuh.

  1. Tenangkan pikiran

Tenangkan pikiran dan jangan melakukan pemeriksaan tekanan darah saat kondisi stres karena bisa membuat hasil pemeriksaan lebih tinggi dari seharusnya. Kita bisa bersantai dulu sebelum melakukannya.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi