Terbit: 28 Desember 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sesak napas seringkali dipicu oleh gangguan pernapasan seperti asma. Hanya saja pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewasapadai masalah kolesterol tinggi jika kita tidak pernah mengalami riwayat asma sebelumnya. Sebenarnya, bagaimana bisa kolesterol tinggi juga bisa menyebabkan efek sesak napas?

Sering Sesak Napas Tanda Kolesterol Tinggi?

Kaitan Antara Sesak Napas dengan Kolesterol Tinggi

Pakar kesehatan menyebut sesak napas memang terkait erat dengan kolesterol tinggi atau masalah kardiovaskular lainnya. Hanya saja, masih banyak orang yang menyepelekannya. Hal ini disebabkan oleh kadar kolesterol yang sangat tinggi di dalam pembuluh darah yang bisa berimbas pada tidak lancarnya peredaran darah. Penumpukan plak juga membuat dinding semakin tidak elastis dan menyempit.

Masalahnya adalah pembuluh darah sebenarnya juga mengalirkan oksigen dari paru-paru ke berbagai organ dan karbondioksida ke paru kita. Jika sampai peredaran darah kemudian terhambat, maka akan membuat pasokan oksigen menurun dan akhirnya memicu sesak napas. Kita juga akan cenderung lebih mudah lelah dan mengalami gangguan denyut jantung akibat hal ini.

Sayangnya, konsumsi obat penurun kolesterol seperti statin justru bisa memperburuk gejala sesak napas ini. Hal ini disebabkan oleh efek samping dari obat statin yang bisa membuat tubuh terasa lebih lelah sehingga gejala sesak napas pun akan semakin terasa.

Mewaspadai Gejala Sesak Napas yang Parah

Memang, sesak napas bisa terjadi dengan ringan sehingga tidak begitu menyebabkan dampak buruk, namun jika gejala sesak napas ini sudah cukup berat, bisa jadi akan menyebabkan efek kesehatan yang jauh lebih parah. Hal ini tentu harus kita hindari.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Pakar kesehatan menyarankan orang-orang yang mengalami masalah kolesterol tinggi atau kelebihan berat badan untuk segera memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter jika sampai mengalami gejala sesak napas yang tidak biasa seperti sebagai berikut.

  • Sensasi tidak nyaman seperti nyeri dan tekanan di dada yang sering kita sebut sebagi angin duduk.
  • Sesak napas yang muncul saat kita sedang beristirahat atau setelah melakukan aktivitas fisik yang ringan.
  • Sesak napas yang membuat kita sampai terbangun saat tidur malam.
  • Sesak napas yang membuat kita harus berganti posisi badan hanya demi membuat tubuh bisa bernapas dengan lebih lega.
  • Sesak napas parah hingga menyebabkan mengi yang membuat setiap napas kita bersuara.
  • Sensasi sempit pada kerongkongan.
  • Menyebabkan demam.

Tips Mencegah Sesak Napas bagi Mereka yang Memiliki Masalah Kolesterol Tinggi

Pakar kesehatan menyebut gejala sesak napas pada penderita kolesterol tinggi bisa saja berlangsung cukup lama sehingga menyebabkan sensasi tidak nyaman pada tubuh. Melihat fakta ini, ada baiknya mereka mengubah gaya hidup demi mencegah datangnya gejala ini.

Hal pertama yang bisa dilakukan demi mencegahnya adalah dengan rutin memantau kadar kolesterol tubuh. Jika sampai kadar kolesterol sudah meningkat, sebaiknya segera melakukan perubahan gaya hidup demi menurunkannya kembali. Selain itu, pastikan untuk menjaga berat badan tetap ideal karena jika sampai berlebihan, risiko untuk terkena peningkatan kadar kolesterol akan semakin meningkat.

Perubahan gaya hidup ini bisa berupa dengan mengonsumsi makanan sehat seperti sayuran, buah-buahan, hingga biji-bijian yang tinggi serat dan bisa menurunkan kolesterol. Selain itu, sebaiknya mulai menurunkan asupan garam demi menjaga tekanan darah dan membatasi konsumsi makanan tinggi lemak jahat dan tinggi gula.

Kita juga sangat disarankan untuk mengelola stres dengan lebih baik, mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam, dan menghindari asap rokok. Berbagai hal ini tanpa disadari bisa menyebabkan kenaikan kolesterol jika sering dilakukan.

 

Sumber:

  1. Stephens, Carissa. 2016. Symptoms of High Cholesterol. healthline.com/health/high-cholesterol-symptoms (Diakses pada 23 Desember 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi