Terbit: 23 Februari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Salah satu cara mengatasi gigitan ular berbisa adalah dengan serum anti bisa ular. Gigitan ular berbisa dapat membahayakan jiwa karena menghasilkan injeksi racun ke tubuh yang akan menimbulkan serangkaian gejala seperti rasa sakit, bengkak, kejang, mual, hingga kelumpuhan. Ketahui jenis serum anti bisa ular, manfaat, harga, pertolongan pertama bila digigit ular, dll.

Serum Anti Bisa Ular: Manfaat, Efektivitas, Harga, dll

Apa Itu Serum Anti Bisa Ular?

Serum anti bisa ular adalah pengobatan paling efektif untuk mengatasi risiko paparan racun ular agar tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Serum anti bisa ular ini juga dapat mencegah konsekuensi serius seperti risiko kematian akibat gigitan ular berbisa.

Serum anti bisa ular atau antivenom diproduksi dari bahan baku berupa darah hewan yang dimurnikan dalam proses bioteknologi. Antivenom ini akan menetralkan bisa ular atau racun dari spesies yang berkaitan. Serum ini sebaiknya diinjeksikan pada korban setidaknya dalam 4 jam pertama setelah digigit ular.

Serum ini digunakan dengan cara injeksi atau disuntikan ke pasien untuk melawan berbagai gejala gigitan ular tingkat parah seperti berdarah, mati rasa, penyumbatan sistem saraf, otot, pembuluh darah, keracunan jantung atau mengenai mata.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), serum anti bisa ular atau antivenom ular ini termasuk dalam bagian obat-obatan esensial terkait gigitan ular jenis apapun yang harus tersedia di pelayanan kesehatan, namun ketersediaan antivenom ular ini masih belum bisa dipastikan.

Saat ini, terdapat desakan untuk menyediakan antivenom ular yang aman, efektif dan terjangkau untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia atau wilayah-wilayah tropis dan subtropis dengan populasi ular berbisa tinggi yang mungkin membahayakan warga sekitar.

Manfaat Serum Anti Bisa Ular

Berikut ini adalah manfaat serum anti bisa ular, yaitu:

  • Menetralkan bisa ular dari jaringan tubuh dengan cara melepaskannya dari tempat reseptor dan mengeluarkannya dari tubuh.
  • Efektif menetralkan empat jenis bisa ular paling berbahaya, yaitu ular berbisa russell, ular kobra biasa, ular krait umum dan ular beludak sisik gergaji (Echis).
  • Menyembuhkan gejala gigitan ular yang mengancam jiwa seperti demam, sakit kepala, sistem saraf terhambat, kejang-kejang, dan mati rasa.
  • Mengurangi risiko anafilaksis atau reaksi alergi racun yang mengakibatkan kematian.
  • Mengatasi gejala terkait gigitan ular berbisa yang hanya dapat diidentifikasikan berdasarkan masing-masing jenis ular tersebut.

Itulah manfaat serum anti bisa ular. Serum anti racun ular ini sangat efektif digunakan untuk gigitan ular yang efeknya mengancam jiwa.

Baca Juga: Gigitan Ular: Larangan untuk Perawatan dan Penanganan di Rumah Sakit

Cara Menggunakan Serum Anti Bisa Ular

Serum anti bisa ular adalah serum terapi yang berperan penting dalam menghentikan bisa ular agar tidak sampai jaringan darah dan sistem saraf. Jenis, dosis, dan tipe pengobatan dengan serum ini berbeda-beda, tergantung pada ukuran ular, jenis ular, dan durasi sudah berapa lama digigit ular.

Antivenom ular ini digunakan untuk  envenomations ringan, sedang, dan berat, sebagai berikut:

  • Gigitan Kering: Gigitan ular yang tidak berbahaya dan tidak perlu ditangani dengan antivenom ular, namun hanya butuh vaksin tetanus dan obat lainnya.
  • Gigitan Ringan: Gigitan ular dengan gejala ringan seperti nyeri ringan dan bengkak yang tidak terlalu besar.
  • Gigitan Parah: Menyebabkan bengkak di seluruh tubuh, rasa sakit, nyeri, lemah, gangguan pernapasan, hingga gejala syok.

Cara menggunakan serum anti bisa ular ini adalah dengan suntikan setidaknya 4 jam pertama setelah digigit ular, dan lebih cepat lebih baik. Namun, antivenom ular mungkin memiliki efek samping lainnya seperti demam, menggigil, ruam, nyeri otot, nyeri sendi, gatal, dan adanya darah dalam urin.

Harga Serum Anti Bisa Ular

Produksi serum anti bisa ular memerlukan biaya yang cukup tinggi, sehingga ketersediaannya sulit untuk negara-negara berkembang dengan kasus gigitan ular dan angka kematian karena gigitan ular yang tinggi.

Sementara ini, harga serum anti bisa ular di indonesia mencapai Rp500.000 hingga 900.000. Beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan asuransi kesehatan pemerintah mungkin menyediakannya secara gratis dengan ketentuan tertentu.

Sampai saat ini, WHO pun mengatakan bahwa adanya upaya dan desakan untuk meningkatkan produksi, impor, serta penjualan antivinom ular yang berkualitas dan terjangkau untuk negara-negara berkembang.

Baca Juga: Gigitan Ular: Jenis Ular Berbisa (Keluarga Viper)

Pertolongan Pertama Bila Digigit Ular

Anda dianjurkan melakukan beberapa langkah pertolongan pertama bila digigit ular sambil menunggu pertolongan medis, berikut ini:

  • Tetap tenang.
  • Segera hubungi layanan kesehatan, rumah sakit, atau klinik terdekat.
  • Bila memungkinkan, segera cuci dengan air bersih pada bagian yang terinfeksi racun ular.
  • Lepaskan pakaian atau perhiasan yang ketat karena kemungkinan area yang digigit akan membengkak.
  • Usahakan area yang terkena gigitan tetap berada di bawah jantung.
  • Jangan mencoba mengejar atau menangkap ular tersebut.
  • Jangan biarkan korban yang digigit ular berjalan. Gendong atau bawa dengan kendaraan secepatnya.

Cara mengatasi gigitan ular adalah dengan secepat mungkin membawa korban ke pusat kesehatan. Dokter akan mendiagnosa obat dan perawatan terbaik untuk menghentikan gejala gigitan ular tersebut.

Bila diketahui gigitan ular tidak beracun dan tidak memiliki risiko mengancam jiwa, maka dokter akan membersihkan luka dan menyuntikan vaksin tetanus. Bila memiliki gejala yang parah, serum anti bisa ular sangat diperlukan.

Mitos tentang Pertolongan Pertama Gigitan Ular

Terdapat banyak mitos atau kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat tentang cara menangani gigitan ular. Berikut ini adalah hal-hal yang sebenarnya tidak dianjurkan untuk dilakukan saat Anda ingin menolong orang yang digigit ular, yaitu:

  • Jangan memotong luka gigitan.
  • Tidak dianjurkan untuk mengikat atau membungkus area yang digigit dengan kain dengan anggapan itu akan menghambat paparan bisa dalam aliran darah.
  • Jangan menggunakan tourniquet atau alat penjepit pembuluh darah.
  • Jangan membuat korban banyak bergerak.
  • Tidak dianjurkan mengompres luka gigitan ular dengan es batu.
  • Tidak dianjurkan untuk mengisap racun dari luka gigitan.
  • Tidak dianjurkan untuk menggunakan alat penghisap untuk mengeluarkan racun.
  • Tidak dianjurkan memberi obat atau salep sembarangan, kecuali jika Anda adalah tenaga medis profesional.

Hal-hal tersebut tidak membantu korban gigitan ular, namun cenderung membahayakan. Sebaiknya, segera membawa korban gigitan ular ke rumah sakit terdekat.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Gigitan Ular

Cara Mencegah Gigitan Ular

Gigitan ular dapat dicegah karena pada dasarnya ular tidak akan menggigit atau mengganggu manusia apabila mereka tidak merasa terancam. Ular hanya akan agresif apabila merasa diganggu.

Berikut ini adalah cara mencegah gigitan ular, yaitu:

  • Hindari tempat-tempat yang mungkin terdapat ular seperti alam liar, rumput tinggi, semak belukar, saluran air, atau tumpukan batu.
  • Bila Anda melakukan aktivitas di alam liar seperti sawah atau hutan, harap gunakan sepatu boot, celana tebal, atau perlengkapan lain yang aman.
  • Jangan mencoba mengejar, menangkap, memegang, atau membunuh ular bila Anda menemukannya.
  • Tetap tenang saat bertemu dengan ular dan berikan waktu hingga ular tersebut pergi.

Cara Mencegah Ular Masuk ke Rumah

Selain itu, ular berbisa mungkin berkembang biak bukan hanya di alam liar. Ular mungkin masuk ke bagian rumah di wilayah tropis atau subtropis yang cocok untuk kawin, bertelur, dan menetas di musim pancaroba.

Anda juga harus mengetahui cara mencegah ular masuk ke rumah, yaitu:

  • Pastikan seluruh ruangan dan lingkungan di rumah Anda bersih.
  • Gunakan kamper atau kapur barus pengusir ular dan serangga.
  • Menaburkan garam tidak akan mengusir ular
  • Lebih baik menggunakan pengharum ruangan.
  • Bila Anda menemukan sarang ular di rumah Anda, seperti di atap atau saluran air dan tempat lainnya, jangan panik dan segera minta bantuan pihak yang biasa mengurusi hewan liar.

Bila Anda menemukan ular dimanapun, Anda harus tetap tenang dan jangan membuat gerakan mendadak. Ular hanya akan menggigit saat dia merasa terancam.

Itulah pembahasan tentang gigitan ular dan serum anti bisa ular. Semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam mencegah dan mengobati gigitan ular.

 

  1. AS Ray. (2014). Snake Bite its First Aid & Anti Snake Venom (ASV): Details Guidelines; PharmaTutor; 2014; 2(10); 85-88. https://www.pharmatutor.org/articles/snake-bite-first-aid-anti-snake-venom-details-guidelines. (Diakses pada 23 Desember 2019).
  2. Dr Long, Neil. 2019. Polyvalent Snake Antivenom. https://litfl.com/polyvalent-snake-antivenom/. (Diakses pada 23 Desember 2019).
  3. Ellis, Mary Ellen. 2016. Snake Bites. https://www.healthline.com/health/snake-bites. (Diakses pada 23 Desember 2019).
  4. Eske, Jamie. 2018. How to identify and treat snake bites. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324007.php. (Diakses pada 23 Desember 2019).
  5. Rojnuckarin, Ponlapat. 2015. Clinical Uses of Snake Antivenoms. https://link.springer.com/referenceworkentry/10.1007%2F978-94-007-6386-9_24. (Diakses pada 23 Desember 2019).
  6. UOFM Health. 2018. Snake Antivenom. https://www.uofmhealth.org/health-library/tm6541. (Diakses pada 23 Desember 2019).
  7. WHO. 2019. Snake Antivenom Immunoglobulins. https://www.who.int/bloodproducts/snake_antivenoms/en/. (Diakses pada 23 Desember 2019).
  8. WHO. 2019. Snakebite. https://www.who.int/health-topics/snakebite#tab=tab_1. (Diakses pada 23 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi