Terbit: 5 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Imunisasi measles dan rubella (MR) yang diadakan Kementerian Kesehatan menjadi hal yang kontroversial bagi masyarakat. Meskipun banyak orang yang mendukungnya, dalam realitanya masih banyak orang tua yang melarang anaknya mendapatkan imunisasi MR karena masih ragu dengan kehalalan dan keaslian dari vaksin ini.

Bagaimana Kabar Sertifikasi Halal Imunisasi MR?

Kementerian Kesehatan sendiri menyebutkan bahwa pemberian imunisasi MR di luar Jawa akan tetap dilakukan sesuai jadwal. Keputusan ini dilakukan setelah bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Hanya saja, Kemenkes juga telah mengirimkan surat ke Serum Institute of India (SII), produsen vaksin MR untuk mengetahui bahan apa saja yang dipakai untuk membuat vaksin ini. Hal ini diharapkan bisa segera mempercepat proses sertifikasi halal dari vaksin MR.

“Sertifikasi halal bagi vaksin MR itu kewenangan MUI. PT Biofarma yang mengimpor vaksin ini diharapkan segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan kepada Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika MUI. Kami dari Kemenkes juga sudah memberikan surat kepada SII untuk menanyakan bahan dari vaksin MR ini,” ungkap Kemenkes Nila Moeloek.

“Kami tetap akan menjalankan program imunisasi MR karena sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi anak-anak dari bahaya campak dan rubella,” lanjut Nila.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Sementara itu, MUI meminta Kemenkes juga memberikan kesempatan bagi masyarakat yang ingin menunggu imunisasi hingga sertifikasi halal vaksin MR dikeluarkan.

“Semoga saja informasi soal bahan vaksin MR segera didapatkan sehingga dalam beberapa hari kami bisa mengeluarkan sertifikasinya,” ucap sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh.

Setelah tahun lalu diadakan di Pulau Jawa, program imunisasi nasional campak dan rubella dilakukan di luar Jawa pada Agustus dan September 2018 ini. Program imunisasi ini dilakukan karena menurut data dari WHO pada 2015 lalu, Indonesia termasuk dalam 10 besar negara dengan kasus campak terbanyak di dunia. Hal ini membuat Kemenkes berusaha untuk menurunkan kasus campak dan rubella di tanah air.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi