Jangan Disepelekan, Sering Sendawa Bisa Jadi Berbahaya

DokterSehat.Com– Sering sendawa seringkali dianggap sebagai masalah perut kembung atau produksi gas yang berlebihan. Padahal, bisa jadi hal ini disebabkan oleh adanya gangguan pencernaan yang lebih serius dan tidak boleh disepelekan. Sebenarnya, seperti apa sih sendawa yang menandakan masalah kesehatan?

Sendawa adalah sebuah aktivitas yang dilakukan dengan cara mengeluarkan kelebihan gas dari dalam perut melalui mulut. Biasanya, kelebihan gas ini disebabkan oleh kebiasaan makan yang terlalu cepat sehingga banyak udara yang ikut tertelan. Hal ini akan memicu sensasi perut kembung yang akhirnya membuat kita menjadi lebih ingin sering bersendawa.

Hal yang sama juga berlaku jika kita mengonsumsi makanan dengan terlalu banyak atau makan sambil mengobrol dengan orang lain. Jika ditambah dengan kebiasaan mengonsumsi makanan yang mampu memicu produksi gas dengan berlebihan, maka hal ini akan membuat gas semakin menumpuk di dalam perut.

Beberapa jenis makanan yang dianggap bisa membuat produksi gas meningkat adalah makanan dengan kandungan tinggi gula dan tepung, sayuran dari keluarga kubis seperti brokoli dan kol, hingga kebiasaan mengunyah permen karet dan merokok. Selain itu, jika kita mengonsumsi minuman bersoda, maka risiko untuk terkena perut kembung dan penuh dengan gas pun meningkat dengan signifikan.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mewaspadai sering sendawa jika kita mengalami gejala seperti perut kembung, nyeri perut, sembelit, atau bahkan diare, bisa jadi hal ini disebabkan oleh masalah iritasi usus atau dalam dunia medis disebut sebagai irritable bowel syndrome.

Selain gejala-gejala yang telah disebutkan sebelumnya, sindrom iritasi usus ini juga biasanya disertai dengan gejala lain seperti kesulitan untuk menelan, nyeri pada bagian dada atau perut atas, dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan yang berimbas pada suara serak.

Masalah kesehatan lain yang bisa menyebabkan gejala yang mirip adalah gastritis atau peradangan pada perut. Biasanya, kondisi ini juga disertai dengan nyeri pada perut bagian atas, sensasi mual dan muntah, hingga hilangnya nafsu makan.

Demi menghindari masalah kesehatan ini, pakar kesehatan menyarankan kita untuk tidak merokok, membatasi konsumsi minuman beralkohol, minuman berkafein, hingga makanan dengan rasa pedas dan berlemak. Jika perlu, mulailah pola makan yang baru, yakni makan dengan porsi kecil dengan frekuensi lebih sering sehingga bisa mencegah kenaikan asam lambung.