Terbit: 10 Desember 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Salah satu camilan yang paling sering kita konsumsi adalah biskuit. Selain dikonsumsi secara langsung, biskuit juga sangat nikmat untuk dikonsumsi sambil minum teh atau kopi. Masalahnya adalah, kebiasan mengonsumsi biskuit bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Dampak Terlalu Sering Ngemil Biskuit

Bahaya ngemil biskuit

Pakar kesehatan menyebut biskuit sebagai makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Hal ini disebabkan oleh kandungan kalorinya yang sangat tinggi. Tak hanya membuat berat badan naik, hal ini juga bisa membuat kadar gula darah naik sehingga bisa membahayakan kondisi diabetes.

Biskuit biasanya terbuat dari tepung halus dan rendah serat. Selain itu, kandungan gulanya cukup tinggi. Sering mengonsumsinya akan membuat tubuh mengalami penumpukan lemak dengan signifikan. Selain itu, biskuit juga biasanya memiliki kandungan lemak terhidrogenasi meskipun di dalam kemasannya tertulis tidak memiliki kandungan lemak.

Bisa menyebabkan alergi gluten

Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa sering mengonsumsi biskuit yang memiliki kandungan gluten cukup tinggi bisa menyebabkan kenaikan risiko terkena alergi gluten. Bahkan, bagi sebagian orang, hobi mengonsumsi biskuit juga bisa menyebabkan sembelit atau gangguan pencernaan. Selain itu, bagi anak-anak, terlalu sering mengonsumsi biskuit juga bisa membuat mereka lebih rentan terkena masalah gigi mengingat kandungan gulanya yang cukup tinggi.

Waktu yang berbahaya untuk ngemil

Meskipun pada dasarnya manusia memang suka untuk ngemil, bukan berarti kita menuruti keinginan untuk ngemil ini begitu saja. Jika kita sembarangan melakukannya, maka berat badan akan meningkat dan risiko terkena berbagai penyakit akan naik.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Masalahnya adalah terkadang kita mengalami stres akibat pekerjaan atau masalah lainnya sehingga ingin mengompensasinya dengan mengonsumsi camilan enak seperti cokelat, biskuit, kue, atau es krim. Memang, makanan-makanan ini bisa memuaskan pikiran, namun dampak kesehatan jika terlalu sering mengonsumsinya juga cukup banyak.

Jika ingin makan camilan, pastikan untuk tidak terlalu sering mengonsumsinya dan membatasi porsinya. Selain itu, kita sebaiknya tidak mengonsumsi camilan di waktu-waktu berikut ini.

  1. Minggu malam

Minggu malam atau malam sebelum hari Senin adalah waktu yang paling tidak tepat untuk ngemil. Banyak orang yang sengaja ngemil di waktu ini karena ingin menenangkan pikiran sebelum disibukkan dengan berbagai pekerjaan dan masalah keesokan harinya. Padahal, hal ini justru bisa membuat berat badan naik.

  1. Akhir pekan

Meskipun membuat kita lebih santai karena tak lagi dibebani dengan berbagai macam pekerjaan, bukan berarti kita bisa sembarangan makan di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Memang, akan sangat menyenangkan untuk ngemil sembari ngobrol, bersantai, atau menonton televisi di akhir pekan, namun kita akan kesulitan untuk mengendalikan seberapa banyak camilan yang kita konsumsi sehingga risiko untuk terkena obesitas atau diabetes akan naik.

  1. Jangan ngemil akibat tidak sarapan

Pakar kesehatan tidak mengada-ada saat menyarankan kita untuk selalu sarapan setiap pagi. Jika kita sampai melewatkannya, maka kita akan lebih tertarik untuk mengonsumsi camilan tidak sehat. Masalahnya adalah kita tidak akan merasa kenyang meski sudah ngemil dalam jumlah yang banyak. Padahal, kalori yang dikonsumsi sudah sangat banyak. Hal ini tentu akan berimbas pada kenaikan berat badan atau risiko diabetes.

  1. Jangan ngemil setelah makan malam

Meskipun sudah makan malam, terkadang kita ingin ngemil di malam hari. Padahal, mengonsumsi makanan di waktu yang terlalu larut atau dekat dengan waktu tidur akan membuat kita lebih rentan terkena kenaikan berat badan, gangguan tidur, dan masalah kesehatan lainnya. Pastikan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat saat makan malam sehingga kita pun akan kenyang dalam waktu yang lebih lama dan tidak akan mudah tertarik untuk ngemil.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi