Herpes Zoster – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Doktersehat-herpes-zoster

DokterSehat.Com –┬áHerpes zoster adalah infeksi yang terjadi pada saraf dan kulit di sekitarnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di sekitar tulang belakang atau dasar dari tulang tengkorak tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

Perlu diketahui, penyakit herpes zoster bisa terjadi pada segala usia dan jenis kelamin. Nama lain dari penyakit herpes zoster adalah cacar ular atau cacar api. Virus ini dapat hidup di aliran darah manusia sehingga ketika daya tahan tubuh dalam kondis menurun dan melemah secara otomatis virus varisela zoster akan aktif kembali dan menginfeksi kulit tubuh

Selain itu, penyakit ini juga dapat menular ke tubuh orang lain. Cara penularannya melalui kontak langsung dengan kulit penderita, melalui percikan air liur ketika bersin atau batuk, dan melalui transfusi darah.

Penyebab Herpes Zoster

Pada umumnya, banyak orang sudah terkena herpes zoster pada masa anak-anak. Virus varisela zoster penyebab herpes zoster dapat menetap di dasar tulang tengkorak atau tulang belakang. Sistem kekebalan tubuh membuat virus ini tidak dapat aktif. Namun di kemudian hari, ketika penyakit ini sudah sembuh, virus tersebut dapat kembali aktif.

Penyebab aktifnya kembali virus varisela zoster hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun pada kebanyakan kasus yang terjadi, penyebab herpes zoster adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun sehingga tubuh rentan terkena infeksi.

Dalam kebanyakan kasus, serangan herpes zoster terjadi tanpa alasan yang jelas. Kadang-kadang stres atau sakit dapat menjadi pemicunya, herpes zoster lebih umum pada orang yang berusia di atas 50 tahun dan yang memiliki sistem kekebalan lemah, misalnya penderita HIV/AIDS atau mereka yang sistem kekebalannya ditekan untuk pengobatan kanker.

Gejala Herpes Zoster

Pada permulaannya, herpes zoster akan menyebabkan sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa dirasakan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing.

Nyeri akan terasa di bagian tubuh yang sarafnya terpengaruh. Nyeri ini berkisar dari ringan sampai berat berupa rasa pegal, terbakar atau menusuk-nusuk. Kulit di bagian tubuh yang terkena biasanya terasa lunak.

Beberapa hari kemudian, timbul bintik kecil kemerahan pada kulit, bintik-bintik ini lalu berubah menjadi gelembung-gelembung transparan berisi cairan, persis seperti pada cacar air namun hanya bergerombol di sepanjang kulit yang dilalui oleh saraf yang terkena.

Bintik-bintik itu baru dapat terus bermunculan dan membesar sampai seminggu kemudian. Jaringan lunak di bawah dan di sekitar lepuhan dapat membengkak untuk sementara karena peradangan yang disebabkan oleh virus.

Gelembung kulit ini mungkin terasa agak gatal sehingga dapat tergaruk tanpa sengaja, jika dibiarkan, gelembung akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak berwarna gelap di kulit (hiperpigmentasi).

Bercak ini lama-kelamaan akan pudar tanpa meninggalkan bekas. Namun, jika gelembung tersebut pecah oleh garukan, keropeng akan terbentuk lebih dalam sehingga mengering lebih lama. Kondisi ini juga memudahkan infeksi bakteri. Setelah mengering, keropeng akan meninggalkan bekas yang dalam dan dapat membuat parut permanen.

Perlu diketahui, virus varisela zoster umumnya hanya memengaruhi satu saraf saja (pada satu sisi tubuh). Meski begitu pada kasus yang jarang terjadi, dua atau tiga saraf bersebelahan dapat terpengaruh.

Saraf di kulit dada atau perut dan wajah bagian atas (termasuk mata) adalah yang paling sering terkena. Herpes zoster di wajah sering kali menimbulkan sakit kepala yang parah. Otot-otot wajah juga untuk sementara tidak dapat digerakkan.

Komplikasi Herpes Zoster

Pada umumnya herpes zoster tidak menimbulkan komplikasi pada kebanyakan orang, namun bila timbul komplikasi, berikut adalah hal-hal yang bisa terjadi, antara lain:

1. Neuralgia pasca herpes

Ini adalah komplikasi yang paling umum, nyeri saraf (neuralgia) akibat herpes zoster ini tetap bertahan setelah lepuhan kulit menghilang. Masalah ini jarang terjadi pada orang yang berusia di bawah 50 tahun, rasa nyeri biasanya secara bertahap menghilang dalam satu bulan tetapi pada beberapa orang dapat berlangsung berbulan-bulan bila tanpa pengobatan.

2. Infeksi kulit

Kadang-kadang lepuhan terinfeksi oleh bakteri sehingga kulit sekitarnya menjadi merah meradang, jika hal ini terjadi maka Anda mungkin perlu antibiotik.

3. Masalah mata

Herpes zoster pada mata dapat menyebabkan peradangan sebagian atau seluruh bagian mata yang mengancam penglihatan.

4. Kelemahan atau layuh otot

Kadang-kadang, saraf yang terkena dampak adalah saraf motorik dan saraf sensorik yang sensitif. Hal ini dapat menimbulkan kelemahan (palsy) pada otot-otot yang dikontrol oleh saraf.

Selain itu, komplikasi lain yang bisa terjadi misalnya, infeksi otak oleh virus varisela zoster, atau penyebaran virus ke seluruh tubuh. Ini adalah komplikasi yang sangat serius tapi jarang terjadi, penderita herpes zoster dengan sistem kekebalan tubuh lemah lebih berisiko mengembangkan komplikasi langka ini.

Cara Mengobati Herpes Zoster

Herpes zoster biasanya sembuh sendiri setelah beberapa minggu, biasanya pengobatan hanya diperlukan untuk meredakan nyeri dan mengeringkan inflamasi.

1. Pereda nyeri

Salah satu masalah terbesar herpes zoster adalah rasa nyeri, nyeri ini kadang-kadang sangat keras. Parasetamol dapat digunakan untuk meredakan sakit. Jika tidak cukup membantu, silakan tanyakan kepada dokter Anda untuk meresepkan analgesic yang lebih kuat.

2. Antivirus

Dalam beberapa kasus, obat antivirus seperti asiklovir, famsiklovir, dan valaciclovir mungkin diberikan. Obat-obat tersebut tidak membunuh virus tapi menghambat perkembangbiakan virus. Dengan demikian, tingkat keparahan serangan herpes zoster dapat diminimalkan. Obat antivirus paling berguna pada tahap awal ruam (dalam 3 hari setelah ruam muncul).

Namun, dalam beberapa kasus dokter mungkin tetap memberikan obat antivirus bahkan setelah 3 hari perkembangan ruam, terutama pada orang tua dengan herpes zoster parah, atau jika memengaruhi mata.

Obat antivirus tidak disarankan untuk semua pasien. Misalnya, remaja dan anak-anak yang terkena herpes zoster di perut sering kali hanya memiliki gejala ringan dan berisiko rendah terkena neuralgia pasca herpes. Dalam situasi ini obat antivirus tidak diperlukan.

3. Steroid

Steroid membantu mengurangi peradangan dan mempercepat penyembuhan lepuhan. Namun, penggunaan steroid untuk herpes zoster masih kontroversial. Steroid juga tidak mencegah neuralgia pasca herpes.