Mengenal Lebih Jauh Tentang Luka di Sudut Bibir

Doktersehat-angular-cheilitis
Photo Credit: Flickr.com/Simo HMiMouCh

DokterSehat.Com – Angular cheilitis adalah kondisi yang mengakibatkan peradangan dan retakan pada sudut bibir. Biasanya kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya tanpa diobati. Tapi, pada kondisi yang lebih parah bisa mengakibatkan nyeri, bisul, dan pendarahan.

Penyebab Luka di Sudut Bibir (Angular Cheilitis)

Selain itu, angular cheilitis adalah merupakan manifestasi dari dermatitis kontak baik iritan maupun alergi. Luka di sudut bibir yang disebabkan lesi atau jaringan abnormal sehingga menimbulkan luka di pinggir bibir yang terbuka pada permukaan kulit dangkal tentu saja bisa merusak penampilan fisik Anda serta mengurangi rasa percaya diri.

Umumnya, penyebab angular cheilitis adalah oleh pertumbuhan berlebihan dari jamur Candida, yang membuat pecah-pecah dan sakit pada sudut mulut. Selain itu, ada beberapa faktor yang kemungkinan bisa menjadi penyebab angular chelitis adalah:

  • Luka di pinggir bibir disebabkan oleh kekurangan riboflavin, kekurangan zat besi, atau kekurangan seng.
  • Sering muntah.
  • Tekanan berlebih pada mulut akibat kehilangan gigi.
  • Cuaca yang dingin.
  • Sering menjilat dan menggigit bibir.
  • Obat-obatan yang dapat membuat kulit kering seperti isotretinoin untuk jerawat dan acitretin untuk psoriasis.
  • Kelebihan vitamin A atau minyak ikan.
  • Faktor keturunan.
  • Paparan matahari.
  • Sering mengelap mulut.
  • Menggunakan produk yang tidak cocok seperti lipstik atau pasta gigi.
  • Kekurangan protein dan kalori.

Selain beberapa contoh di atas, air liur yang terperangkap dan menumpuk di sudut mulut juga bisa menyebabkan angular cheilitis. Sementara itu, hal lain yang perlu diperhatikan penderita angular cheilitis adalah saat bibir terasa kering, Anda mungkin akan menjilat bibir untuk menjaga kelembapannya atau menghilangkan kulit yang pecah-pecah, padahal kebiasaan ini berisiko menciptakan suatu kondisi yang sempurna bagi jamur untuk berkembang biak yang kemudian menyebabkan infeksi.

Pada kondisi ini pemberian salep yang berisi obat golongan kortikosteroid yang memiliki efek anti radang adalah sesuatu yang tepat. Namun, angular cheilitis juga bisa disebabkan akibat infeksi bakteri atau jamur, di mana pemberian obat kortikosteroid justru memperparah infeksi bakteri atau jamur.

Mereka yang Lebih Berisiko Mengalami Angular Cheilitis

Selain kebiasaan menjilati bibir sendiri berisiko membuat Anda mengalami angular cheilitis, beberapa kondisi berikut juga memungkinkan bibir Anda mengalami pecah-pecah atau peradangan, di antaranya:

  • Menggunakan kawat gigi.
  • Memakai gigi palsu yang tidak pas.
  • Memiliki banyak air liur.
  • Gigi bengkok atau gigi tidak berbaris dengan benar.
  • Memiliki kulit yang kendur di sekitar mulut akibat dari penurunan berat badan atau usia.
  • Kebiasaan mengisap jempol.
  • Kebiasaan merokok.
  • Kurangnya asupan nutrisi, seperti vitamin B atau zat besi.

Sementara itu, kondisi medis tertentu yang dapat menempatkan Anda pada risiko yang lebih tinggi, seperti:

  • Anemia.
  • Kanker darah.
  • Diabetes.
  • Sindrom Down.
  • Gangguan kekebalan tubuh, seperti HIV.
  • Kanker ginjal, hati, paru-paru, atau pankreas.

Gejala Angular Cheilitis adalah

Bibir penderita dapat terasa kering dan tidak nyaman. Terkadang, sudut bibir dan bagian dalam mulut dapat terasa terbakar. Akibat dari angular cheilitis adalah rasa tidak enak ketika mengonsumsi makanan.

Pada dasarnya, lecet bisa terjadi pada satu sudut bibir atau kedua sisinya. Berikut gejala lain yang mungkin muncul dari angular cheilitis adalah:

  • Luka di sudut bibir.
  • Sudut bibir pecah-pecah.
  • Sudut bibir kering.
  • Sakit pada saat membuka mulut.
  • Sudut bibir dapat sampai berdarah.

Iritasi penyebab luka di sudut bibir juga membuat penderita sulit makan. Penderita mungkin mengalami penurunan berat badan dan kekurangan nutrisi akibat dari luka di pinggir bibir.

Cara Mengobati Bibir Luka

Beberapa gejala bibir pecah-pecah yang bisa dialami adalah bibir terasa kering bahkan sampai mengelupas, terdapat luka, bengkak, muncul sisik pada bibir hingga timbul pendarahan. Berikut adalah beberapa obat bibir luka yang bisa Anda gunakan, antara lain

  1. Salep anti jamur

Obat bibir luka yang pertama adalah menggunakan salep anti jamur. Cara mengobati bibir luka akibat angular cheilitis adalah dengan salep antijamur, seperti Neosporin–yang bisa membantu proses penyembuhan infeksi pada bibir. Salep untuk bibir luka juga bisa digunakan untuk menyembuhkan luka di sudut bibir.

2. Obat antivirus

Cara mengobati bibir luka yang berikutnya adalah dengan obat antivirus seperti famvir, valtrex, dan zovirax–karena mampu mengobati herpes di sekitar mulut yang dapat menular dan mengakibatkan luka dan pecah-pecah di sekitar mulut. Obat bibir luka ini dapat memperlambat pertumbuhan virus sehingga tubuh mampu melawannya.

3. Menggunakan produk dengan bahan pertroleum

Salah satu produk yang cukup populer mengandung petroleum adalah Vaseline, meski begitu Anda bisa menggunakan produk lain dengan merek berbeda asalkan mengandung petroleum. Petroleum menciptakan lapisan pelindung kulit yang menjaga kelembapan agar bibir tidak kering dan terluka.

4. Menggunakan produk dengan bahan dimethicone

Obat bibir luka lainnya yang bisa digunakan adalah obat yang mengandung dimethicone. Dimethicone adalah bahan pelembap yang bisa menyembuhkan pengelupasan dan iritasi pada kulit yang mengalami dehidrasi serta masalah-masalah yang menimbulkan luka di kulit.

Namun, Anda harus lebih berhati-hati saat menggunakan produk tersebut di bibir, karena dimethicone bisa membahayakan jika tertelan. Meski kemungkinan tertelan sangat kecil, Anda harus berhati-hati untuk tidak terlalu sering menjilati bibir.

Setelah Anda mengetahui cara mengobati bibir luka seperti yang dijelaskan di atas, ada baiknya konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum menggunakan obat-obat tersebut. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat membantu meringankan masalah pada bibir Anda, antara lain:

  • Hindari menjilati bibir karena dapat memperparah infeksi, sebaiknya Anda menyiapkan lip balm untuk melebapkan bibir bila dirasa kering. Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan minyak zaitun untuk memabantu melembapkan bibir.
  • Konsumsi vitamin dan zat besi dalam jumlah cukup untuk mempercepat penyembuhan infeksi.
  • Cukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah terjadinya bibir pecah-pecah. Penuhi kebutuhan air minimal 8-10 gelas per hari.
  • Hentikan penggunaan kosmetik dan lipstick untuk sementara. Selain itu, hindari bahan-bahan yang memicu iritasi seperti pasta gigi atau rokok. Anda juga bisa mengonsumsi permen karet yang mengandung xylitol untuk menurunkan risiko angular cheilitis.