Terbit: 22 Oktober 2020 | Diperbarui: 29 November 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Septic arthritis atau dikenal dengan sebutan infectious arthritis adalah peradangan sendi yang disebabkan oleh infeksi. Kondisi ini biasanya memengaruhi sendi besar seperti lutut, pinggul, atau bahu. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab hingga cara mengatasinya.

Septic Arthritis: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Septic Arthritis?

Septic arthritis adalah infeksi pada persendian yang bisa disebabkan oleh bakteri atau virus. Infeksi ini biasanya dimulai pada area lain di tubuh dan menyebar melalui aliran darah ke jaringan sendi. Infeksi juga bisa masuk ke tubuh melalui pembedahan, luka terbuka, atau suntikan. Keadaan ini dapat dengan cepat dan parah merusak tulang rawan serta ligamen, oleh karena itu perawatan yang tepat adalah sesuatu yang penting.

Gejala Septic Arthritis

Gejala utama gangguan ini adalah ketidaknyamanan yang ekstrem dan kesulitan menggunakan sendi yang terkena. Berikut adalah gejala lainnya yang bisa terjadi, antara lain:

  • Nyeri yang kuat
  • Pembengkakan sendi
  • Demam
  • Kulit memerah dan hangat saat disentuh

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera temui dokter jika Anda tiba-tiba mengalami nyeri parah pada sendi. Perawatan yang tepat dapat membantu meminimalkan kerusakan sendi.

Penyebab Septic Arthritis

Gangguan ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur. Infeksi bakteri Staphylococcus aureus (staph) adalah penyebab yang paling umum.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Kondisi ini dapat berkembang ketika infeksi kulit atau infeksi saluran kemih menyebar melalui aliran darah ke sendi. Meski jarang terjadi, luka tusukan, suntikan obat, operasi di dalam atau di dekat sendi dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam ruang sendi.

Lapisan sendi (synovium) memiliki kemampuan yang terbatas untuk melindungi dirinya dari infeksi. Reaksi tubuh terhadap infeksi, termasuk peradangan juga dapat meningkatkan tekanan dan mengurangi aliran darah di dalam sendi, yang mana berkontribusi pada kerusakan.

Pada orang dewasa dan anak-anak, bakteri umum yang menyebabkan hal ini adalah staphylococcus dan streptococcus. Sedangkan pada mereka yang aktif secara seksual, neisseria gonorrhoeae adalah patogen paling umum yang menyebabkan gangguan ini.

Berikut adalah berbagai virus yang juga bisa meningkat infeksi pada sendi, antara lain:

  • Hepatitis A, B, dan C
  • Parvovirus B19
  • HIV (virus AIDS)
  • HTLV-1
  • Adenovirus
  • Virus Coxsackie
  • Penyakit gondok
  • Alfavirus
  • Flavivirus

Sementara itu, jamur yang dapat menyebabkan infeksi pada sendi antara lain histoplasma, coccidiomyces, dan blastomyces. Infeksi yang disebabkan jamur biasanya berkembang lebih lambat daripada infeksi bakteri.

Faktor Risiko Septic Arthritis

Selain anak-anak dan orang lanjut usia yang berisiko mengalami hal ini, terdapat beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan seseorang mengalami kondisi, antara lain:

  • Masalah persendian sebelumnya. Penyakit dan kondisi kronis yang memengaruhi persendian seperti osteoarthritis, asam urat, rheumatoid arthritis, atau lupus, dapat meningkatkan risiko gangguan pada sendi.
  • Minum obat untuk rheumatoid arthritis. Orang dengan rheumatoid arthritis memiliki peningkatan risiko lebih lanjut karena obat yang mereka konsumsi dapat menekan sistem kekebalan, sehingga membuat infeksi lebih mungkin terjadi.
  • Kerapuhan kulit. Kulit yang mudah rusak dan tidak cepat sembuh dapat menjadi pintu masuk bakteri ke tubuh. Kondisi kulit seperti psoriasis dan eksim dapat meningkatkan risiko seperti halnya luka kulit yang terinfeksi.
  • Sistem kekebalan yang lemah. Orang dengan sistem kekebalan yang lemah berisiko lebih besar terkena gangguan ini. Orang yang memiliki masalah ginjal, hati, penderita diabetes, dan mengonsumsi obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, umumnya memiliki sistem imunitas yang lemah.
  • Trauma sendi. Gigitan hewan, luka tusuk, atau luka pada sendi dapat membuat berisiko terkena gangguan ini.

Memiliki kombinasi faktor risiko menempatkan Anda pada risiko yang lebih besar daripada hanya memiliki satu faktor.

Baca Juga: Nyeri Sendi: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Diagnosis Septic Arthritis

Pertama-tama dokter akan akan memeriksa persendian dan menanyakan gejala yang muncul. Jika dokter mencurigai adanya infeksi, ia bisa menyarankan untuk melakukan tes tambahan.

Arthrocentesis adalah tes yang sering digunakan untuk mendiagnosis gangguan ini. Prosedur dilakukan dengan memasukkan jarum ke dalam sendi yang terkena untuk mengambil sampel cairan sinovial. Kemudian, sampel dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Informasi dari tes ini dapat memberi tahu dokter apa yang menyebabkan infeksi pada sendi.

Selain itu, dokter juga bisa mengambil sampel darah untuk memeriksa jumlah jumlah sel darah putih dan menentukan apakah ada bakteri dalam aliran darah. Informasi dari tes ini dapat membantu dokter menentukan tingkat keparahan infeksi.

Guna memastikan ada tidaknya infeksi, tes pencitraan juga dapat menjadi pilihan. Tes ini juga dapat membantu dokter untuk melihat apakah sendi telah rusak akibat infeksi. Beberapa tes pencitraan tersebut, antara lain:

  • Sinar-X
  • MRI scan
  • CT scan
  • Nuclear scan

Pengobatan Septic Arthritis

Berikut adalah beberapa perawatan untuk infeksi sendi, antara lain:

  • Obat Resep

Perawatan untuk radang sendi yang disebabkan oleh bakteri biasanya dimulai dengan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi. Dokter akan menggunakan informasi dari tes untuk memilih antibiotik yang efektif untuk jenis bakteri yang ada pada sendi. Dokter juga mungkin menyarankan antibiotik intravena (yang diberikan melalui pembuluh darah) untuk mengobati infeksi.

Sementara itu, jika infeksi disebabkan oleh jamur, dokter juga bisa meresepkan obat antijamur. Sedang jika gangguan ini disebabkan oleh virus, biasanya Anda tidak memerlukan obat-obatan.

  • Synovial Fluid Drainage

Banyak orang dengan keadaan ini perlu mengeringkan cairan sinovial yang ada di dalam sendi. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan cairan yang terinfeksi, meredakan nyeri dan bengkak, serta mencegah kerusakan lebih lanjut pada sendi.

Cairan biasanya dikeluarkan dengan menggunakan artroskopi, akan tetapi juga dapat dilakukan dengan prosedur bedah terbuka. Dengan artroskopi, dokter akan membuat beberapa sayatan kecil di dekat sendi yang terkena. Kemudian, dokter akan memasukkan tabung kecil berisi kamera ke dalam sayatan untuk memandunya menyedot cairan yang terinfeksi.

Biasanya, drain akan dimasukkan dan dibiarkan di dalam sendi agar tidak terjadi pembengkakan. Saluran pembuangan ini akan dibuang dalam beberapa hari.

Terkadang, dokter dapat menggunakan jarum kecil untuk mengeluarkan cairan yang terinfeksi tanpa memerlukan pembedahan. Prosedur yang disebut arthrocentesis ini sering kali harus diulang selama beberapa hari untuk memastikan cairan telah dikeluarkan sepenuhnya.

 

  1. Anonim. Septic arthritis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bone-and-joint-infections/symptoms-causes/syc-20350755. (Diakses pada 22 Oktober 2020).
  2. Anonim. Septic Arthritis. https://www.webmd.com/arthritis/septic-arthritis-symptoms-diagnosis-and-treatment. (Diakses pada 22 Oktober 2020).
  3. Martel, Janelle. 2017. Infectious (Septic) Arthritis. https://www.healthline.com/health/septic-arthritis#outlook. (Diakses pada 22 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi