Seperti Apa Penyakit Bipolar yang Dialami Tanita Felicia, Wanita yang Menabrak Sejumlah Kendaraan di Jakarta?

DokterSehat.Com– Selasa malam, 21 November 2017, Tanita Felicia kabur saat mobilnya akan dihentikan oleh polisi. Wanita berusia 24 tahun ini pun kemudian menabrakkan kendaraannya ke sejumlah mobil. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, Tanita kemudian ditahan dan setelah diperiksa kondisi kesehatannya, ternyata Ia mengalami masalah bipolar sehingga akhirnya dikembalikan ke keluarganya. Sebenarnya, apa sih penyakit bipolar ini?

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa bipolar adalah penyakit yang membuat seseorang mengalami gangguan kejiwaan yang cukup ekstrem. Beberapa penderita bipolar bisa saja mengalami euphoria kebahagiaan berlebihan, namun, dalam waktu yang singkat, Ia bisa mengalami perubahan suasana hati dengan drastis menjadi sedih, depresi berat, kehilangan minat untuk hidup, atau bahkan meningkatkan keinginan untuk melakukan bunuh diri.

Dari data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes tahun 2014, ternyata ada 1 juta pasien penderita gangguan jiwa berat dan 19 juta pasien gangguan jiwa ringan di Indonesia. Setidaknya, 385.700 orang atau sekitar 2,03 persen penderita gangguan jiwa ternyata tinggal di Jakarta. Pakar kesehatan di bidang kesehatan jiwa, dr. Nova Riyanti Yusuf, menyebutkan bahwa masyarakat urban yang tinggal di kota besar memang rentan terkena gangguan jiwa. Hal ini disebabkan oleh kondisi banyak kota besar di Indonesia yang semakin tidak ramah dan dipenuhi dengan berbagai hal penyebab stress layaknya tekanan ekonomi, kesenjangan sosial, padatnya populasi, hingga hal-hal seperti kemacetan. Tak hanya itu, kecenderungan masyarakat yang semakin bersikap antisosial dan tak acuh ternyata juga ikut berandil besar pada munculnya penyakit kejiwaan seperti bipolar ini.

Penyebab dari gangguan bipolar bisa disebabkan oleh faktor genetik, biologis, hingga psikososial. Karena alasan inilah setiap orang harus mulai menyadari dirinya atau anggota keluarga yang mulai mengalami gangguan permasalahan kejiwaan agar bisa segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat agar tidak melakukan tindakan yang merugikan atau bahkan membahayakan.