Sembelit dan Lower Back Pain: Penyebab, Penanganan, dan Pemeriksaan

sembelit-dan-low-back-pain-doktersehat

DokterSehat.Com – Sembelit dan lower back pain bisa saja masalah yang berhubungan karena berasal dari satu kondisi yang sama. Namun, ada juga tanda yang saling tidak berhubungan, tapi muncul bersama-sama. Kedua gangguan ini sering memunculkan tanda yang nyaris sama sehingga beberapa orang sering kebingungan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang dialami.

Kondisi kesehatan yang bisa memicu tanda kedua penyakit

Beberapa kondisi kesehatan di bawah ini bisa saja menyebabkan sembelit dan juga lower back pain secara bersamaan. Amati baik-baik agar Anda memahaminya dengan sempurna.

  • Wanita yang sedang mengalami endometriosis biasanya memiliki jaringan abnormal yang tumbuh di rahim. Jaringan ini bisa membesar dan tumbuh ke mana saja. Umumnya Jaringan yang tumbuh abnormal akan memberikan tekanan ke area atas atau perut dan juga ke belakang di area pinggang.
  • Bowel obstruction. Kalau seseorang mengalami gangguan di usus atau karena ada benda yang menyumbat usus, kotoran tidak akan bisa dikeluarkan. Dampaknya perut akan terus mengalami pembesaran dan sembelit muncul bersamaan dengan nyeri di bagian belakang tubuh.
  • Irritable bowel syndrome (IBS). Seseorang dengan kondisi IBS akan sering mengalami masalah seperti diare, sembelit, nyeri di bagian belakang tubuh, kram, dan kembung di perut yang terjadi berkali-kali.
  • Penyakit liver atau hati. Penyakit yang terjadi di hati seperti Hepatitis, kanker, hingga sirosis bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Selanjutnya, penyakit juga menyebabkan perut terus membesar, nyeri, mual, dan pada kondisi yang langka bisa menekan saraf di tulang belakang.
  • Inflammatory bowel disease (IBD). Penyakit ini biasanya menyebabkan inflamasi di dalam usus dan memicu kondisi diare juga sembelit. Kalau sudah parah, IBD bisa memicu nyeri sampai ke bagian belakang tubuh.
  • Seseorang dengan kondisi ini akan mengalami masalah pada persendian. Area persendian jadi sensitif dan terasa sangat perih untuk digunakan. Seseorang dengan kondisi ini akan mudah sekali mengalami lelah, masalah dengan tidur, sembelit, dan masalah pencernaan lainnya.
  • Kanker pankreas. Pankreas yang mengalami kanker tidak akan memunculkan gejala yang banyak. Namun, kalau sudah parah dan stadiumnya tinggi, seseorang akan mudah sekali mengalami masalah seperti lower back pain, nyeri di perut, dan masalah pencernaan lainnya.
  • Infeksi saluran kemih. Kalau seseorang mengalami infeksi saluran kemih dan kondisinya sedang parah, inflamasi akan menjalar ke kandung kemih, ginjal, dan uretra. Kalau infeksi sampai ke ginjal lower back pain bisa saja terjadi bersamaan dengan masalah pencernaan.
  • Inflamasi dan infeksi intra bisa terjadi di rongga perut. Seseorang yang mengalami ini bisa merasakan sembelit, perut terasa penuh, dan nyeri di seluruh tubuh.

Penyebab dari sembelit

Sembelit bisa disebabkan oleh beberapa masalah seperti yang terdaftar di bawah ini:

  • Terjadi penyumbatan di susu akibat salah makan atau menelan sesuatu yang tidak bisa diolah oleh sistem pencernaan.
  • Jarang minum air putih dan mengalami dehidrasi. Dalam satu hari kita disarankan untuk minum sebanyak 6-8 gelas air.
  • Diet yang dijalani agar bermasalah seperti jarang sekali mengonsumsi makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayuran.
  • Fungsi dari kelenjar tiroid menurun atau mengalami hipotiroidisme.
  • Mengalami IBD dan IBS.
  • Jarang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Meski tidak intens dan hanya jalan kaki saja, Anda harus melakukannya dengan rutin.
  • Gangguan pada otot yang ada di panggul.
  • Mengonsumsi obat yang memiliki efek samping berupa sembelit.
  • Seseorang yang pernah mengalami masalah di usus dan melakukan operasi, kemungkinan besar akan mudah sekali mengalami sembelit. Itulah kenapa pola makan harus diperhatikan dengan baik.

Penyebab dari lower back pain

Lower back pain lebih banyak disebabkan oleh kondisi-kondisi yang terbilang kronis. Berikut beberapa masalah yang memicu lower back pain selengkapnya.

  • Seseorang yang mengalami osteoporosis memiliki tulang belakang yang cenderung keropos. Kondisi ini bisa memicu nyeri yang kuat di bagian belakang dan bawah tubuh.
  • Masalah tulang belakang lainnya. Misal mengalami lordosis atau skoliosis. Seseorang dengan kondisi kesehatan ini akan kerap mengalami lower back pain. Apalagi kalau ada saraf yang terjepit dan tulang tidak segera direkonstruksi.
  • Terlalu sering menggunakan otot punggung hingga ke bawah. Misal pekerjaan lebih banyak mengangkat benda dan jongkok. Nyeri di lower back pain bisa terjadi dan saat menyiksa.
  • Tumor di tulang belakang. Tumor di tulang belakang memang jarang terjadi. Namun, kalau sampai terjadi bisa menyebabkan lower back pain yang parah.
  • Saraf kejepit di area tulang belakang.

Penanganan tanda di rumah

Penanganan di rumah untuk meredakan nyeri dan perasaan tidak nyaman bisa dilakukan dalam bentuk:

  • Menggunakan obat pereda nyeri yang banyak tersedia di pasaran seperti ibuprofen.
  • Mulai melakukan aktivitas fisik meski tidak intens. Lakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh.
  • Minum lebih banyak air putih. Jangan sampai kurang dari 6 gelas air putih setiap harinya.
  • Gunakan kompres hangat atau dingin untuk ditempelkan ke area yang nyeri.
  • Makan sesuatu yang berserat lebih banyak.

Pemeriksaan dokter

Anda disarankan untuk segera menemui dokter kalau nyeri di bagian belakang tubuh dan juga di perut tidak juga hilang setelah beberapa hari dan penanganan di atas tidak berhasil. Selanjutnya kalau sampai mengeluarkan darah dari urine dan perasaan tidak nyaman lain seperti tubuh jadi kebas hingga susah bergerak, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter karena masalah serius bisa saja terjadi.

Inilah beberapa ulasan tentang hubungan antara low back pain dengan sembelit. Secara umum, dua kondisi kesehatan ini tidak berhubungan. Namun, bisa muncul karena penyebab yang sama dan gejala yang muncul dan dirasakan juga memiliki sedikit kemiripan. Nah, di antara dua masalah ini, mana saja yang pernah Anda alami?