Terbit: 18 September 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Selulit adalah masalah kulit yang sering membuat seseorang jadi tidak percaya diri. Ketahui selengkapnya mengenai kondisi ini mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

Selulit: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Selulit?

Selulit (cellulite) adalah kondisi ketika kulit tampak tampak bergelombang. Hal ini umumnya dialami oleh kulit yang berada di area di mana terdapat timbunan lemak seperti:

  • Perut
  • Pinggul
  • Paha
  • Bokong
  • Lengan belakang

Anda mungkin mengira jika selulit sama dengan stretch mark. Anggapan ini tentu saja keliru. Pasalnya, stretch mark memiliki karakteristik berupa garis dan kerut berwarna kemerahan. Sedangkan kondisi ini hanya akan membuat permukaan kulit menjadi terlihat tidak rata. Cellulite adalah masalah kulit yang tidak perlu dikhawatirkan karena memang tidak berbahaya. Kendati begitu, tetap saja sebagian orang jadi merasa tidak percaya diri dengan kondisi ini. Terlebih jika kulit yang bergelombang tersebut ada di area-area yang mudah terlihat.

Ciri dan Gejala Selulit

Ciri-ciri selulit pada kulit yakni kulit tampak bergelombang atau berlekuk. Apabila diumpamakan, tampilan kulit tampak menyerupai kulit jeruk. Anda dapat melihat cellulite dengan mencubit kulit di area yang terdampak, seperti paha. Gelombang atau lekukan tersebut umumnya berukuran kecil namun cukup banyak dan menyebar. Lekukan bisa saja berukuran besar, namun hal ini biasanya terjadi di area-area semisal bokong dan paha. Cellulite memang paling sering terdapat di sekitar paha dan bokong. Akan tetapi, kondisi ini juga dapat ditemukan di lengan atas, payudara, dan perut bagian bawah.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Seperti yang telah disampaikan, cellulite bukanlah suatu kondisi yang berbahaya. Bahkan, beberapa ahli medis menganggap kondisi ini sebagai suatu kewajaran, utamanya pada orang yang memiliki berat badan berlebih alias obesitas. Akan tetapi, beberapa dari Anda mungkin merasa tidak percaya diri dengan adanya selulit pada tubuh. Jika demikian, maka Anda bisa mengunjungi dokter spesialis kulit untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami tersebut.

Penyebab Selulit

Penyebab pasti dari selulit belum diketahui, setidaknya hingga saat ini. Akan tetapi, kondisi tersebut diduga terjadi akibat adanya interaksi antara jaringan ikat pada lapisan dermatologis yang terletak di bawah permukaan kulit, dan lapisan lemak yang berada tepat di bawahnya. Pada wanita, sel lemak dan jaringan ikat pada lapisan ini tersusun secara vertikal. Jika sel-sel lemak menonjol ke dalam lapisan kulit, akan menimbulkan kesan cellulite tersebut. Sementara pada pria, jaringan memiliki struktur berselang-seling. Hal ini lantas membuat pria memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengalami cellulite pada kulitnya ketimbang wanita.

Faktor Risiko Selulit

Ada juga sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi yang satu ini. Faktor risiko yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Genetik

Gen tertentu diduga memainkan peran dalam perkembangan selulit. Faktor genetik dapat dikaitkan dengan kecepatan metabolisme seseorang,  distribusi lemak di bawah kulit, etnis, dan tingkat peredaran darah.

2. Usia dan Hormon

Hormon kemungkinan memainkan peran penting dalam perkembangan cellulite. Beberapa contoh hormon yang dimaksud antara lain estrogen, insulin, noradrenalin, hormon tiroid, dan prolaktin. Sebuah teori mengatakan bahwa ketika estrogen pada wanita menurun menjelang menopause, aliran darah ke jaringan ikat di bawah kulit juga menurun. Sirkulasi yang rendah menyebabkan kadar oksigen di area tersebut menjadi sedikit, sehingga produksi kolagen lebih rendah, pun sel lemak membesar saat kadar estrogen turun. Faktor-faktor ini lantas membuat timbunan lemak jadi lebih terlihat. Saat lemak di bawah kulit menonjol melalui jaringan ikat yang melemah, muncullah cellulite tersebut. Selain itu, kondisi ini juga berkaitan dengan usia. Pasalnya, bertambahnya usia juga menyebabkan kulit menjadi kurang elastis, lebih tipis, dan cenderung kendur. Ini meningkatkan kemungkinan selulit berkembang.

3. Gaya Hidup

Orang yang makan terlalu banyak lemak, karbohidrat, garam dan terlalu sedikit serat cenderung memiliki jumlah selulit yang lebih banyak. Ini mungkin juga berlaku pada perokok, mereka yang tidak berolahraga, dan mereka yang duduk atau berdiri dalam satu posisi untuk jangka waktu yang lama. Mengenakan pakaian dalam dengan elastis ketat di bagian bokong dapat membatasi aliran darah, dan ini juga dapat berkontribusi pada pembentukan cellulite. Kondisi ini memang lebih umum terjadi pada orang yang memiliki lemak berlebih, tetapi orang yang langsing dan bugar juga bisa memilikinya.

Diagnosis Selulit

Diagnosis selulit hanya dengan pemeriksaan fisik. Tidak ada metode pemeriksaan khusus  yang akan dilakukan oleh dokter untuk dapat memastikan kondisi ini. Pemeriksaan fisik juga akan membantu dokter untuk menentukan tingkat keparahan cellulite yang dialami oleh pasien.

Tingkat Keparahan Selulit

Berdasarkan tingkat keparahannya, cellulite  dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan, yaitu:

  • Tingkat 1, yakni ketika gelombang dan lekukan hanya terlihat sedikit
  • Tingkat 2, yakni ketika gelombang atau lekukan terlihat jelas saat dalam posisi berdiri
  • Tingkat 3, yakni ketika gelombang atau lekukan terlihat jelas baik saat sedang berdiri atau duduk dan berbaring sekalipun

Pengobatan Selulit

Ada berbagai macam metode pengobatan yang bisa diterapkan guna menyamarkan cellulite pada kulit Anda. Apa sajakah itu?

1. Cryolipolisis

Pada metode ini, lemak di bawah kulit dikurangi dengan alat yang menggunakan penghisap vakum untuk mengangkat jaringan agar bersentuhan dengan pelat pendingin. Metode ini harus dilakukan berkali-kali. Hasilnya muncul secara bertahap selama dua hingga tiga bulan.

2. Terapi Laser dan Frekuensi Radio

Berbagai perawatan laser tersedia untuk mengatasi kondisi ini. Dalam satu metode, serat tipis diselipkan di bawah kulit untuk menghasilkan panas laser yang menghancurkan lemak pengikat pita berserat. Pendekatan ini telah terbukti mengurangi munculnya selulit selama enam bulan hingga satu tahun, namun masih diperlukan studi lebih lanjut. Ada juga perangkat yang menggunakan panas (frekuensi radio) untuk perawatan nonablatif. Sama seperti cryolipolisis, metode ini juga harus dilakukan selama  beberapa kali sampai hasilnya benar-benar terlihat.

3. Terapi Gelombang Akustik

Dengan teknik ini, dokter spesialis kulit akan mengoleskan gel ke kulit yang terkena dan menjalankan perangkat genggam kecil (transduser) di area tersebut. Transduser mengirimkan gelombang suara ke tubuh untuk memecah cellulite. Butuh beberapa kali terapi sampai hasilnya benar-benar terlihat.

Baca Juga: 15 Cara Menghilangkan Selulit (Terapi Medis, Obat, dan Alami)

4. Vacuum-Assisted Precise Tissue Release

Vacuum-assisted precise tissue release dengan cara memotong pita ikat menggunakan perangkat yang berisi bilah kecil. Saat memotong pita ikat, jaringan di bawahnya bergerak ke atas untuk mengisi ruang di bawah kulit, menghilangkan selulit yang ada. Metode ini diklaim baru akan terlihat hasilnya setelah 3 tahun. Akan tetapi, bukti ilmiah yang mendukung hal ini masih terbatas.

5. Karboksiterapi

Karboksiterapi (carboxytherapy)  melibatkan gas karbon dioksida yang mana gas tersebut akan dimasukkan ke bawah kulit. Efek samping dari metode ini termasuk memar dan ketidaknyamanan.

6. Endermologi

Metode ini dilakukan dengan cara memijat area kulit yang terdampak menggunakan alat seperti vakum. Kendati United States Food and Drugs Administration (USFDA) telah menyetujui diterapkannya endermologi sebagai cara menghilangkan selulit, belum banyak bukti ilmiah yang dapat membuktikan seberapa besar efektivitasnya.

7. Ionithermie Cellulite Reduction Treatment

Metode pengobatan selulit lainnya adalah Ionithermie Cellulite Reduction Treatment. Metode ini menggunakan medium lumpur atau tanah liat khusus, kemudian lumpur tersebut dibungkus dengan plastik sebelum dialiri listrik dan diaplikasikan pada kulit yang terdampak. Selain dengan cara-cara di atas, Anda bisa menerapkan sejumlah cara sederhana guna mengatasi hal ini. Cara-cara yang dimaksud meliputi:

  • Krim kulit. Menggunakan krim kulit yang mengandung kafein. Kafein berfungsi untuk menghidrasi sel kulit sehingga selulit jadi tersamarkan
  • Retinol. Obat ini berfungsi untuk meningkatkan ketebalan kulit sehingga cellulite dapat tersamarkan
  • Olahraga. Berolahraga dapat mengencangkan otot-otot kulit sehingga kulit jadi tampak lebih halus
  • Menjaga berat badan. Berat badan berlebih membuat permukaan kulit yang tidak rata menjadi terlihat semakin jelas. Oleh sebab itu, selalu kontrol berat badan Anda

  1. Anonim. Cellulite. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cellulite/diagnosis-treatment/drc-20354949 (diakses pada 18 September 2020)
  2. Crosta, P. 2017. Everything you need to know about cellulite. https://www.medicalnewstoday.com/articles/149465#what-is-cellulite (diakses pada 18 September 2020)
  3. Pallarito, K. 2020. Cellulite: What It Is, Why It’s Normal, and How to Treat It if You Choose To https://www.health.com/condition/skin-conditions/cellulite (diakses pada 18 September 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi