Terbit: 8 Mei 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Terdapat banyak mitos seputar apa itu selaput dara dan fungsinya pada tubuh wanita. Selaput dara bahkan diasosiasikan dengan keperawanan seorang wanita. Ketahui apa itu selaput dara, letaknya, dan berbagai mitos yang berkaitan dengan keperawanan dalam artikel ini.

Selaput Dara: Fungsi, Bentuk, Letak, dll | Mitos Keperawanan?

Apa Itu Selaput Dara?

Selaput dara adalah selaput tipis yang mengelilingi vagina. Selaput ini berupa jaringan membran kasar dan kecil yang menutupi sebagian dari lubang vagina wanita.

Sebagian orang menggambarkan bahwa selaput dara menutupi bukaan vagina (vaginal opening) dan dapat terbuka lebar atau elastis, namun kesepakatan tentang apa itu selaput dara masih belum dapat dijelaskan.

Berbagai mitos selaput dara berkembang di seluruh dunia sejak ratusan tahun lalu. Kebanyakan orang dalam kelompok masyarakat tertentu masih berpikir bahwa selaput dara itu seperti dinding atau struktur yang akan hancur atau robek saat wanita melakukan hubungan seks penetratif (penis ke vagina) untuk pertama kalinya.

Mitos ini pun dikaitkan dengan keperawanan seorang wanita, padahal bentuk vagina bukan seperti sebuah dinding namun selaput yang dapat meregang dan menyempit karena suatu kondisi. Selaput dara yang meregang akan menyebabkan rasa sakit atau pendarahan bukan hanya karena hubungan seksual pertama kali, namun mungkin saja akibat kecelakaan saat mengendarai sepeda, olahraga, atau aktivitas lainnya.

Selaput dara (hymen) juga akan meregang saat wanita menstruasi agar dapat mengeluarkan darah dengan lancar atau saat wanita menggunakan pembalut jenis tampon. Kondisi ini sama sekali tidak berhubungan dengan keperawanan seorang wanita, terlebih lagi arti tentang keperawanan pun dimaknai berbeda-beda.

Selain itu, bentuk, letak, atau sifat hymen setiap wanita berbeda-beda. Ada wanita yang hanya memiliki satu selaput sementara ada juga yang memiliki lebih dari satu bukaan vagina. Bahkan, ada wanita yang tidak merasakan selaput di dalam vaginanya atau tidak pernah menyadari pendarahan saat hymen meregang dan berdarah karena aktivitas apapun.

Baca Juga: 7 Cara Menjaga Vagina untuk Anda yang Suka Bersepeda

Fungsi Selaput Dara

Fungsi selaput dara menjadi perbincangan dan perdebatan yang tidak kunjung selesai. Terkait mitos sejak dulu kala, selaput vagina dijadikan indikator bahwa seorang wanita masih perawan dan selaput tersebut harus mengeluarkan darah saat malam pertama hubungan seksual.

Seiring kesadaran dan perkembangan informasi terkait kesadaran kesehatan alat vital wanita, fungsi selaput dara dapat dipahami dalam penjelasan berikut ini:

1. Secara Fisiologis

Selaput wanita adalah salah satu misteri yang dibawa oleh tubuh wanita sejak lahir. Secara fisiologis, selaput vagina mungkin tidak memiliki fungsi sama sekali atau diperkirakan dijadikan sebuah tanda dari perkembangan vagina wanita yang akan tetap ada.

2. Secara Embriologis

Selaput wanita memiliki fungsi untuk mencegah kuman atau mikroorganisme berbahaya masuk ke dalam vagina, demikian yang dipercayai secara embriologis. Pada anak-anak, selaput vagina dipercaya sebagai perlindungan untuk membantu mencegah apapun yang berusaha masuk ke dalam vagina.

Terkadang, selaput vagina yang rusak pada anak-anak dijadikan indikator adanya pelecehan seksual atau kasus inses. Walaupun demikian, kondisi ini tidak menjadi satu-satunya indikator dalam menyelidiki kemungkinan kejahatan seksual pada anak.

3. Secara Medis

Singkatnya, selaput dara adalah bagian dari saluran vagina dengan bentuk dan ukuran yang berbeda-beda pada setiap wanita. Selaput ini tidak menutupi seluruh vagina dan tidak berfungsi sebagai dinding karena selaput ini akan menjadi jalan keluar bagi cairan (menstruasi) untuk keluar.

Sangat jarang terjadi selaput wanita bertekstur tebal dan menutupi seluruh lubang vagina atau berfungsi sebagai dinding. Bila iya, maka wanita tersebut harus menghubungi dokter karena tidak memungkinkan untuk menstruasi atau penetrasi dalam hubungan seksual.

Letak Selaput Dara

Selaput dara itu letaknya di mana?

Hal ini juga membuat sebagian besar orang penasaran hingga menuai beragam spekulasi. Selaput dara adalah jaringan tipis yang terletak di lubang vagina wanita (vaginal opening). Tepatnya, selaput dara berada di bagian luar vagina atau sekitar 1-2 cm dari bibir kelamin.

Anda harus memahami anatomi vagina, klik di sini. Vagina adalah bagian saluran dalam dari reproduksi wanita, sementara vulva adalah bagian fisik luar vagina. Jadi, hymen terletak pada bagian dalam saluran vagina yang tidak dapat dilihat.

Bentuk Selaput Dara

Sebenarnya, tidak ada yang dapat melihat bentuk selaput wanita. Terlebih lagi jaringan pada selaput ini dapat menyempit dan meregang atau melebar sesuai dengan kondisi tertentu. Secara medis, bentuk selaput wanita diklasifikasikan dalam beberapa tipe, yaitu:

1. Normal Hymen

Secara umum, sebagian besar wanita memiliki bentuk selaput seperti bentuk setengah bulan. Bentuk hymen seperti ini normal dan memungkinkan darah mengalir keluar dengan lancar selama menstruasi.

2. Imperforate Hymen

Imperforate hymen adalah jenis hymen yang menutupi seluruh lubah vagina sehingga darah saat menstruasi tidak dapat mengalir keluar. Darah akan mengalir kembali ke dalam rahim dan menimbulkan gejala nyeri perut, nyeri punggung, atau mungkin kesulitan buang air besar. Umumnya, kondisi ini dapat didiagnosis saat anak-anak dan remaja.

3. Microperforate Hymen

Hymen menutupi hampir seluruh bagian vagina dan menyisakan sedikit pembukaan bagina untuk aliran darah menstruasi keluar. Darah saat menstruasi tetap keluar namun sangat sedikit, ini mungkin akan menyakitkan. Wanita dengan kondisi ini dapat mengatasinya dengan pembedahan minor untuk membuat lubang bukaan vagina yang normal.

4. Septate Hymen 

Septate hymen adalah bentuk hymen yang tipis namun memiliki jaringan selaput ekstra. Kondisi ini menyebabkan adanya dua lubang bukaan kecil pada vagina, bukan satu lubang berukuran normal. Wanita dengan kondisi ini juga membutuhkan pembedahan minor.

5. Cribiform Hymen

Bila septate hymen memiliki dua bukaan kecil pada vagina, maka cribiform hymen berarti banyak celah-celah kecil pada bukaan vagina. Wanita dengan kondisi ini akan sulit mengeluarkan darah saat menstruasi atau mungkin selaputnya sulit meregang saat berhubungan seks vaginal.

Baca Juga: 7 Kondisi yang Memicu Nyeri di Area Vagina Saat Menstruasi

Penyebab Selaput Dara Robek

Sebenernya, hymen tidak dapat robek atau pecah. Selaput wanita memiliki sifat untuk meregang, melebar, menyempit, atau menipis jadi tidak tepat untuk bertanya tentang apa penyebab selaput dara robek.

Sementara itu, ada berbagai aktivitas yang mungkin meregangkan selaput ini secara tidak disadari, meliputi:

  • Naik sepeda
  • Menunggang kuda
  • Memanjat pohon
  • Senam
  • Gerakan tarian
  • Aktivitas olahraga apapun

Jaringan selaput tersebut terdiri dari pembuluh darah dan saraf, jadi pendarahan mungkin saja terjadi saat selaput meregang. Selain hubungan seksual, hymen mungkin akan meregang saat:

  • Menggunakan pembalut jenis tampon atau cangkir menstruasi.
  • Masturbasi dengan jari atau alat lainnya.
  • Pemeriksaan Pap smear.
  • Pemeriksaan USG transvaginal.

Pendarahan pada selaput ini hanya bersifat sederhana. Selain itu, seorang wanita mungkin tidak pernah merasa selaputnya meregang, sakit, atau berdarah. Kondisi ini dipicu oleh fakta bahwa setiap wanita memiliki selaput dan tubuh yang berbeda-beda.

Cara Mengetahui Selaput Dara Sudah Robek atau Belum

Pada dasarnya, tidak ada cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum. Selaput wanita ini terletak di bagian dalam vagina yang tidak dapat dilihat oleh diri sendiri atau orang lain. Bahkan bila Anda berusaha melihatnya dengan cermin dan senter. Seorang wanita pun tidak dapat menjelaskan atau merasakan seperti apa selaput tersebut.

Selain itu, warna di dalam bagian vagina kurang lebih sama dan Anda tidak tidak mungkin fokus ke bagian dalam vagina dan mengetahui yang mana bagian hymen. Bahkan, hampir tidak mungkin untuk merasakan selaput wanita sudah robek atau belum dengan sentuhan jari.

Apabila Anda melakukan hubungan seksual pertama kali, Anda dan pasangan juga hampir tidak dapat merasakan apakah selaput tersebut robek atau tidak. Secara alami, selaput wanita akan menipis setiap kali ada penetrasi baik saat hubungan seksual atau aktivitas lain yang berhubungan dengan bagian dalam vagina.

Baca Juga: 7 Cara Menyiasati Vagina yang Sering Sakit Saat Bercinta

Apa Hubungannya Selaput Dara dan Keperawanan?

Selaput dara telah dijadikan indikator kemurnian atau keperawanan seorang wanita. Mitos ini berkembang sejak zaman dulu dan tidak hanya berkembang di negara-negara Asia saja namun juga hampir di seluruh dunia. Mitos ini pun terus ada dan menyebabkan dampak psikologis pada wanita dan budaya hingga hari ini.

Sebagian orang pun mempercayai bahwa selaput vagina yang masih rapat dan sakit saat berhubungan seksual sebagai indikator bahwa wanita tersebut baru pernah melakukan hubungan seksual pertama kali. Padahal, ada banyak faktor yang memengaruhi seperti mungkin wanita tersebut tidak nyaman atau belum cukup terangsang sehingga selaput dara terasa rapat.

Pada dasarnya, tidak ada hubungannya antara selaput dara dan keperawanan wanita. Seperti yang sudah dijelaskan, hymen mungkin saja meregang atau melebar dan berdarah karena aktivitas lain. Vagina juga memiliki sifat sangat elastis. Selain itu, konsep keperawanan bukan termasuk dalam konsep medis atau biologis, atau setidaknya masih dipertanyakan.

Itulah pembahasan tentang cara mengetahui selaput dara sudah robek atau belum dan berbagai mitos lainnya. Semoga artikel ini dapat memberi Anda informasi akurat seputar mana yang mitos dan fakta terkait hymen wanita.

 

  1. Ferguson, Sian. 2019. Does It Hurt When Your Hymen Breaks?. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/does-it-hurt-when-your-hymen-breaks. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  2. Planned Parenthood. 2020. Virginity. https://www.plannedparenthood.org/learn/teens/sex/virginity. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  3. Go Ask Alice. 2015. The purpose of the hymen. https://goaskalice.columbia.edu/answered-questions/purpose-hymen. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  4. Health Guide. 2019. Types of Hymens. https://youngwomenshealth.org/2013/07/10/hymens/. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  5. Nationwide Children’s Hospital. 2020. What Are Hymen Variants?. https://www.nationwidechildrens.org/conditions/hymen-variants. (Diakses pada 8 Mei 2020).
  6. Hymen Plasty Instabul. 2020. Hymen. http://hymenoplastyistanbul.com/hymen.html#. (Diakses pada 8 Mei 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi