Terbit: 4 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Saat kehamilan, ada banyak perubahan yang terjadi dalam diri wanita. Selain bentuk tubuh, ternyata otak wanita juga ikut berubah. Seperti apa perubahan tersebut dan apa dampaknya?

Selain Bentuk Tubuh, Kehamilan Mengubah Hal Ini Pada Wanita

Perubahan struktur otak wanita setelah hamil dan melahirkan

Menjadi ibu memang memberi banyak perubahan pada seorang wanita. Bukan hanya bentuk tubuh dan naluri, namun juga perubahan di struktur otak.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Spanyol, para peneliti mengamati struktur otak wanita saat hamil. Melalui pemindaian MRI, ditemukan perubahan volume otak yang berwarna abu-abu. Para ahli beranggapan bahwa pada ibu baru, pengurangan volume materi yang berwarna abu-abu ini menunjukkan mereka akan mengoptimalkan dan memperbarui materi tersebut sehingga dapat membantu ibu memenuhi kebutuhan si kecil. Perubahan ini dapat berlangsung hingga setidaknya dua tahun.

“Perubahan ini mencerminkan, setidaknya sebagian mekanisme pemangkasan sinaptik dimana bagian yang lemah dieliminasi agar jaringan khusus dapat bekerja lebih efisien,” jelas Elselune Hoekzema, psikolog dan peneliti di University of Barcelona seperti dilansir Science Alert.

Penelitian ini dilakukan selama lebih dari 5 tahun dengan memindai otak dari 25 wanita yang menjadi ibu baru, pada sebelum dan sesudah kehamilan. Selain itu peneliti juga mengamati perkembangan 19 otak para pria dari pasangan wanita tersebut. Sedangkan dalam kelompok kontrol, para peneliti juga mengamati 20 otak perempuan yang tidak dan belum pernah hamil bersama 17 pasangannya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Hasilnya, ada perbedaan jelas antara otak dari ibu baru dan peserta lainnya, termasuk pasangannya. Perubahan struktur otak ibu tersebut meliputi berkurangnya materi abu-abu pada medial frontal dan posterior korteks, di samping korteks prefrontal dan temporal.

Para peneliti berpendapat berkurangnya materi berwarna abu-abu ini bukan berarti hal yang buruk. Hal ini dikaitkan dengan kondisi otak yang memperbarui dirinya sendiri karena kondisi kehamilan dan melahirkan. Kondisi ini dianggap sebagai respon untuk beradaptasi pada kebutuhan emosional dan kelahiran bayi.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi