DokterSehat.Com – Seks selalu dianggap sebagai aktivitas yang dilakukan oleh mereka yang masih muda. Seks adalah aktivitas yang cukup berat sehingga mereka yang sudah tua atau lanjut usia tidak bisa melakukannya. Intinya seks hanya bisa dinikmati oleh mereka yang masih muda saja.

seks-usia-tua-doktersehat

Pandangan Seks yang Salah

Pandangan tentang seks yang demikian sebenarnya salah kaprah. Seks dibutuhkan oleh siapa saja baik yang muda atau yang sudah lanjut usia. Selain itu, seks juga tidak hanya berfungsi sebagai pemuas libido semata. Seks juga bisa meningkatkan kedekatan pasangan dengan baik.

Manfaat lain dari seks adalah menjaga kekebalan dan juga meningkatkan fungsi otak. Jadi, meski sudah berusia lanjut, seks tetap harus dilakukan dengan baik dan benar. Simak tips melakukan seks untuk mereka yang sudah berusia lanjut pada ulasan selanjutnya.

Tips Melakukan Seks Meski Lanjut Usia

Seperti yang dikatakan sebelumnya, seks bukan manipulasi mereka yang masih muda saja. Seks juga bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berumur. Meski demikian, keterbatasan fisik tentu memberikan perubahan yang besar sehingga seks yang dilakukan mungkin tidak sama seperti dahulu.

Kalau Anda ingin melakukan seks yang tetap nyaman dan memberikan kenikmatan yang besar, simak beberapa tips di bawah ini.

  1. Paham dengan Perubahan yang Terjadi pada Tubuh

Melakukan seks saat usia sudah lanjut tentu berbeda dengan melakukan seks saat muda dan masih segar bugar. Ada banyak perubahan yang terjadi pada tubuh. Pria akan mulai mengalami pengenduran otot di tangan, kaki, dada, dan perut. Selain itu ada juga perubahan pada penis mulai dari susahnya mendapatkan ereksi dengan sempurna.

Pada wanita, perubahan yang terjadi terlihat pada area perut, bokong, dan dada yang makin kendur. Selain itu, vagina juga agak mengkerut dan kemungkinan terjadi kekeringan akibat menopause bisa terjadi.

  1. Jangan Sesekali Fokus pada Klimaks

Selama melakukan seks khususnya saat muda, klimaks adalah hal yang harus dicapai. Tidak mencapai klimaks artinya seks yang dilakukan tidak benar atau mengalami gangguan. Oleh karena itu, pasangan yang masih muda selalu menggebu-gebu mendapatkan kenikmatan seksual.

Setelah tua, tujuan utama dari seks bukanlah klimaks, tapi keintiman. Pasangan bisa melakukan seks dengan teknik karezza. Teknik ini dilakukan untuk memberikan kenikmatan dan tidak bertujuan untuk mencapai orgasme.

  1. Bisa Menggunakan Alat Bantu Seks

Saat sudah lanjut usia, fungsi seksual pada tubuh akan menurun. Pria akan susah sekali mengalami ereksi hingga orgasme. Sementara itu, wanita juga susah mengalami kenaikan libido sehingga seks yang dilakukan jadi seperti tidak bermakna.

Nah, untuk mengatasi permasalahan seks yang cukup pelik ini, penggunaan alat bantu seks bisa dilakukan oleh pasangan. Beberapa alat bantu seks seperti vibrator bisa digunakan untuk merangsang pria atau wanita dengan getarannya. Lakukan eksperimen agar sama-sama mendapatkan kenikmatan.

  1. Menggunakan Pelumas untuk Kenikmatan

Kalau pria masih mendapatkan ereksi yang baik dan bisa digunakan untuk penetrasi, ada baiknya menggunakan cairan pelumas yang banyak. Cairan pelumas tambahan ini digunakan untuk membasahi liang vagina yang kering karena wanita mengalami menopause memasuki usia 40-an tahun.

Kalau seks dilakukan tanpa menggunakan pelumas, ada kemungkinan pasangan mendapatkan rasa sakit. Gesekan penis akan membuat wanita merasa tidak nyaman dan tidak bisa menikmati seks yang terjadi. Hal ini juga berlaku untuk pria karena penisnya juga bisa terluka.

  1. Memilih Posisi Seks yang Tepat

Karena sudah tua dan mobilitas tubuh menurun cukup banyak, Anda tidak perlu memilih posisi seks yang menantang dan susah. Cukup gunakan posisi seks standar yang akan memberikan kenikmatan pada dua belah pihak. Kalau posisi seks yang dipilih malah sulit, patah tulang bisa saja terjadi.

Beberapa posisi seks yang bisa dilakukan oleh pasangan untuk mendapatkan kenikmatan adalah misionaris standar. Dengan posisi ini pria tidak perlu bergerak banyak. Selanjutnya spooning juga cocok untuk menghindari terjadinya cedera.

  1. Lakukan Seks Secara Rutin

Lakukan seks secara rutin dengan pasangan. Kalau mampu seminggu lebih dari sekali lakukan saja dan jangan ditunda. Selama ini pasangan selalu menahan diri dan menganggap dirinya tidak perlu melakukan seks terlalu sering. Padahal tidak ada larangan bagi pasangan untuk melakukannya lebih sering.

Selama tidak berlebihan dan memaksakan diri, seks bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu hubungan pria dan wanita bisa semakin dekat.

  1. Hilangkan Semua Ketakutan

Hilangkan semua ketakutan yang muncul saat akan melakukan seks. Selama ini kita selalu menganggap kalau seks di usia tua sangat berisiko. Padahal tidak demikian, selama masih bisa dilakukan dengan baik, gangguan seks tidak akan muncul dan menyebabkan rasa nikmatnya hilang.

Usia bukan penghalang untuk melakukan seks dengan pasangan bukan? Jadi, nikmati masa tua Anda dengan lebih romantis seperti layaknya mereka yang masih muda. Jangan selalu berpikir kalau seks hanya boleh dilakukan oleh mereka yang masih mudah saja ya.

 

 

Sumber:

  1. Smith, Melinda. 2019. Better Sex as You Age. https://www.helpguide.org/articles/alzheimers-dementia-aging/better-sex-as-you-age.htm. (Diakses pada 25 November 2019)
  2. NIH. Sexuality in Later Life. https://www.nia.nih.gov/health/sexuality-later-life. (Diakses pada 25 November 2019)
  3. Smith, Lee. 2019. Older people should have more sex, study shows. https://www.independent.co.uk/news/health/older-people-sex-mental-physical-health-a9117036.html. (Diakses pada 25 November 2019)
  4. Stibich, Mark. 2019. Sexual Activity Among Older Populations. https://www.verywellhealth.com/sex-and-older-americans-2223611. (Diakses pada 25 November 2019)
  5. Hinchliff, Sharron. 2019. Older people still want sex – they should get the support they need. https://www.theguardian.com/society/2019/mar/07/sex-older-people-taboo-website-help. (Diakses pada 25 November 2019)