Terbit: 24 September 2019 | Diperbarui: 25 September 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Seks selama ini dikenal sebagai aktivitas fisik yang memberikan kenikmatan saja. Puncak dari seks adalah orgasme yang berujung pada ejakulasi pada pria. Selebihnya, seks hanya kita anggap sebagai aktivitas wajib untuk mendapatkan momongan yang selama ini diidamkan.

Bisakah Seks Tanpa Penetrasi Dilakukan oleh Pasangan?

Salah Kaprah Tentang Seks

Selain untuk kepuasan dan juga mendapatkan keturunan, seks sejatinya dilakukan untuk menguatkan hubungan suami istri. Selama ini seks hanya dilakukan dengan tujuan mendapatkan orgasme saja. Akibatnya, kemesraan tidak didapatkan dengan maksimal dan pasangan hanya terobsesi mendapatkan kenikmatan.

Selama ini kita selalu salah menafsirkan seks sebagai aktivitas fisik saja. Padahal seks melibatkan banyak hal khususnya pikiran dari pasangan. Seks yang tidak dilakukan secara relaks dan memiliki kedekatan tinggi bisa mengalami gangguan. Itulah kenapa kita tidak boleh berpadangan kalau seks hanya masalah penetrasi saja.

Seks yang dilakukan tanpa harus melakukan penetrasi dan mendapatkan orgasme, Dinamakan teknik bernama karezza. Pada pembahasan ini kita akan mengulik semua hal tentang karezza agar variasi seks yang Anda miliki jadi lebih beragam.

Apa Itu Teknik Karezza?

Karezza adalah teknik berhubungan seksual yang fokusnya bukan mendapatkan orgasme. Aktivitas ini dilakukan untuk mendekatkan pasangan dan sama-sama memberikan apa yang dimiliki dengan maksimal.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Teknik karezza lebih banyak melakukan foreplay ketimbang penetrasi. Pasangan akan saling memberikan rangsangan dan mengungkapkan rasa sayangnya. Ingat ya, rasa sayangnya bukan hanya mengumbar nafsu saja.

Puncak dari aktivitas seksual ini adalah mendapatkan keintiman dan afeksi yang lebih besar dari sebelumnya. Masalah nanti mendapatkan orgasme tidak menjadi masalah. Intinya seks dilakukan dengan santai, relaks, dan perlahan-lahan.

Manfaat Teknik Karezza

Jika dilihat sekilas karezza seperti aktivitas seks yang tidak bermakna. Bagaimana mungkin seks dilakukan tanpa ada puncak berupa orgasme.

Memang benar, tapi justru seks jenis inilah yang membantu banyak orang melakukan aktivitas yang intim dengan pasangan. Berikut beberapa manfaat dari karezza yang harus kita tahu.

  1. Bisa Dilakukan Kapan Saja

Selama ini kita selalu menghindari seks saat sedang lelah. Kalau melakukan seks dalam kondisi tubuh yang lemah, kita jadi tidak maksimal melakukannya. Pria pun juga akan susah melakukan penetrasi.

Nah, kalau Anda menerapkan karezza, rasa lelah tidak akan menjadi masalah. Toh inti dari seks yang dilakukan bukan mendapatkan orgasme, tapi untuk mendekatkan diri dan memperkuat keintiman.

  1. Cocok untuk Wanita yang Mengalami Gangguan Seksual

Wanita yang baru saja melahirkan atau mengalami menopause biasanya mengalami rasa sakit saat bercinta dengan pasangan. Rasa sakit inti tentu menurunkan kenikmatan seks yang dirasakan.

Dengan karezza ini mereka tidak perlu menerima penetrasi kalau tidak memungkinkan. Yang didapatkan hanyalah pelukan dan stimulus di zona sensitif lainnya.

  1. Cocok untuk Pria yang Alami Gangguan Penis

Pria yang mengalami gangguan pada penis entah itu impotensi hingga masalah prostat selalu enggan untuk bercinta dengan pasangan. Alasannya sederhana saja, mereka tidak mau mengecewakan istri.

Kalau menggunakan karezza, ereksi atau tidaknya penis tidak menjadi masalah. Inti dari seks ini adalah saling mendekatkan diri ditambah dengan sedikit rangsangan jika memang perlu.

Cara Melakukan Karezza

Ingin mencoba seks dengan teknik karezza malam ini juga dengan pasangan? Coba lakukan beberapa langkah di bawah ini. Jangan tergesa-gesa dan lakukan dengan santai saja. Namanya baru pertama kali, melakukan kesalahan adalah sesuatu yang wajar.

  • Lakukan komunikasi intens dengan pasangan. Komunikasi bisa dilakukan bahkan sebelum naik ke ranjang. Misal saat sama-sama masih kerja. Komunikasi juga berjalan terus-menerus untuk membahas apa pun agar dua belah pihak sama-sama nyaman.
  • Berikan sentuhan lembut pada tubuh dan cium dengan lembut. Selama ini seks dilakukan dengan tergesa. Apalagi pasangan sama-sama sedang terangsang. Dalam karezza, hal itu tidak bisa dilakukan karena semuanya harus perlahan-lahan dan relaks.
  • Peluk pasangan dengan lembut tanpa harus membuka baju dulu.
  • Jika sudah siap, buka baju dan saling berpelukan. Karezza tidak harus dilakukan dengan telanjang. Kalaupun nanti membuka baju itu terjadi secara spontan.
  • Sambil mengobrol juga diperbolehkan atau mengungkapkan fantasi. Jangan ada batasan antara suami dan istri. Suami boleh mengungkapkan apa saja yang dirasa perlu. Sementara itu istri juga tidak perlu malu kalau memiliki hal-hal yang perlu disampaikan.
  • Anda boleh saling merangsang alat kelamin pasangan. Namun, komunikasi intens harus dilakukan terlebih dahulu. Kalau hanya merangsang pasangan, ujung-ujungnya akan tetap penetrasi.
  • Lakukan pijatan lembut pada tubuh pasangan. Anda dan pasangan bisa melakukan hal ini secara bergantian. Dengan saling memijat, Anda dan pasangan bisa sama-sama relaks baik secara fisik maupun pikiran.
  • Penetrasi bisa dilakukan, tapi hanya sekadar untuk rangsangan, jangan sampai dilanjutkan sampai orgasme. Kalau pun saat melakukan rangsangan terjadi orgasme, itu hanya bonus saja. Intinya seks ini tidak dilakukan untuk mendapatkan kepuasan fisik saja.
  • Rasakan detak jantung pasangan sambil membelai lembut rambutnya. Kalau sama-sama sudah puas, Anda dan pasangan bisa mengakhiri sesi seks. Melakukan karezza akan memberikan kedekatan yang sangat kuat. Bahkan, meski Anda mengalami gangguan seksual sekali pun.

Selain tata cara di atas, Anda bisa melakukan variasi gerakan sendiri yang cocok untuk Anda dan juga pasangan. Biasanya setiap pasangan memiliki ritualnya sendiri dalam hal seks.

 

 

Sumber:

  1. Cirino, Erica. 2018. How Does Karezza Work?. https://www.healthline.com/health/karezza. (Diakses pada 24 September 2019).
  2. Alman, Isadora. 2014. Good Sex Without Intercourse. https://www.psychologytoday.com/us/blog/sex-sociability/201409/good-sex-without-intercourse. (Diakses pada 24 September 2019).
  3. Gray, Emma. 2012. Karezza Sex: Without An Orgasm, Couples Say Sex Strengthens Relationships. https://www.huffpost.com/entry/karezza-sex-without-orgasm-couples-strengthen-relationships_n_1663566. (Diakses pada 24 September 2019).

 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi