Punya Insomnia yang Parah, Atasi dengan Melakukan Seks Lebih Rutin

doktersehat seks dan insomnia

DokterSehat.Com – Dalam satu hari, kita membutuhkan tidur untuk mengistirahatkan fisik dan juga pikiran. Normalnya, tidur bisa dilakukan selama 7-8 jam setiap harinya. Kalau tidur dilakukan kurang dari durasi itu atau misal 5-6 jam, gangguan pada tubuh akan terjadi dan mengganggu aktivitas harian.

Salah satu pemicu turunnya aktivitas tidur pada seseorang adalah kondisi insomnia. Gangguan tidur yang terjadi pada malam hari ini menyebabkan siapa saja mengalami defisit waktu tidur. Saat siang seseorang akan mengantuk dan susah untuk bekerja atau melakukan aktivitas lainnya.

Nah, untuk mengatasi kondisi insomnia ini dengan baik, ada baiknya Anda simak beberapa ulasan di bawah ini.

Efek insomnia pada tubuh

Ada beberapa efek insomnia yang akan terjadi pada pria jika terjadi terus-menerus setiap harinya.

  • Pria akan mengalami rasa capai yang terlalu besar. Rasa capai ini akan menyebabkan mereka tidak bisa konsentrasi dengan apa yang telah dijalaninya. Pria akan menjadi malas dan apa yang dikerjakan tidak bisa berjalan dengan maksimal.
  • Insomnia bisa membuat pria jadi mengalami obesitas. Biasanya nafsu makan akan naik dan pria akan makan apa saja agar tubuhnya menjadi nyaman. Karena pria tidak bisa mengontrol apa yang masuk ke dalam tubuh, kemungkinan terjadi penumpukan lemak sangat besar.
  • Penurunan kualitas seksual pada pria juga terjadi karena libido menurun dan pria juga selalu capai. Kalau pun seks bisa dilakukan pria akan mudah sekali letoi di tengah jalan.
  • Ketahanan tubuh pria akan menurun dan menyebabkan tubuh mudah sekali mengalami sakit entah cuma flu atau penyakit yang lebih serius.

Seks untuk meredakan insomnia

Salah satu cara untuk menurunkan risiko insomnia dan memperbaiki tidur dengan baik adalah melakukan seks. Dengan melakukan seks kondisi tubuh akan menjadi lebih relaks sehingga siapa saja bisa mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik setiap harinya.

Dari penelitian yang dilakukan di Central Queensland University, Australia terhadap 460 orang yang mengalami insomnia, sekitar 64 persen orang bisa tidur setelah bercinta. Setelah mendapatkan orgasme yang hebat, rasa kantuk akan muncul dengan sendirinya dan menyebabkan pria atau wanita mulai mengantuk.

Tubuh bisa mengalami kantuk karena saat orgasme terjadi oksitosin akan disebar di seluruh tubuh. Oksitosin adalah hormon yang menyebabkan siapa saja jadi lebih tenang, relaks, dan bahagia. Hormon yang dianggap sebagai hormon cinta ini akan memicu rasa kantuk sehingga kondisi insomnia bisa diatasi dengan mudah.

Cara melakukan seks yang rutin

Seks untuk mengatasi insomnia bisa dilakukan kapan saja, tapi paling baik adalah malam hari jelang waktu tidur atau sekitar pukul 21.00. Untuk melakukan seks, perhatikan beberapa cara di bawah ini.

  • Persiapkan seks dengan baik dari siang. Anda dan pasangan bisa saling menggoda dengan mengirim pesan atau telepon. Cara ini dilakukan untuk membuat kedekatan emosional lebih terasa.
  • Selanjutnya lakukan foreplay yang baik dan perlahan-lahan. Pasangan bisa melakukan foreplay di dalam kamar atau di mana saja asal nyaman.
  • Sebelum bercinta, usahakan untuk makan terlebih dahulu. Makan dilakukan pada pukul 18.00 agar ada tenaga yang masuk dan siap dibakar untuk bercinta.
  • Lakukan aktivitas penetrasi dengan lebih intens. Penetrasi yang intens akan membuat tubuh jadi lebih capai dan orgasme yang hebat.
  • Setelah bercinta usahakan segera membersihkan diri dan melakukan afterplay seperti berpelukan untuk membuat rasa kantuk cepat muncul.

Selama mencoba beberapa cara di atas. Semoga seks yang Anda lakukan bisa mengatasi kondisi insomnia yang mengganggu.