Terbit: 15 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Secara alami, pria memang melakukan penetrasi pada wanita. Pria memiliki penis dan wanita memiliki vagina. Pada kondisi tertentu, wanita bisa memiliki fantasi yang sedikit unik. Mereka ingin melakukan penetrasi pada pria. Ya, Anda tidak sedang salah membaca, wanita yang memberikan penetrasi dan mengendalikan seks dengan cara seks pegging.

Tren Seks Pegging, Saat Pria Dipenetrasi oleh Wanita

Tren seks yang sering dinamai pegging ini muncul dalam beberapa tahun terakhir. Kalau Anda menyaksikan film Deadpool versi tidak sensor mungkin melihat tokoh utama pria melakukan seks pegging dengan pasangan wanitanya. Mulai dari sini, tren jadi berkembang dan dicoba oleh banyak orang.

Apa itu pegging?

Seks pegging adalah tren seks baru yang mulai muncul di negara kawasan barat. Tren ini biasanya dilakukan oleh pasangan yang memiliki fantasi seks BDSM. Pegging dilakukan wanita pada pria dengan memasukkan alat semacam dildo atau vibrator ke anusnya. Sekilas cara ini mirip sekali dengan seks anal.

Teknik seks pegging dilakukan untuk memberikan rangsangan pada prostat pria. Alat yang dimasukkan melalui anus pria ini akan memberikan kejutan di prostat yang letaknya di belakang kandung kemih. Kalau bagian ini distimulasi dengan baik, pria bisa mendapatkan kenikmatan yang besar dan orgasme.

Cara seks pegging biasa dilakukan oleh pasangan heteroseksual. Fungsinya untuk memberikan stimulus ke banyak titik erogenik. Pria memiliki titik erogenik seperti layaknya G-Spot di dalam vagina. Kalau bagian itu dirangsang, orgasme yang hebat bisa didapatkan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Apakah pria heteroseksual bisa melakukannya?

Salah satu ketakutan terbesar dari pria kalau ingin melakukan pegging ini adalah seksualitasnya berubah. Pegging tidak ubahnya dengan seks anal yang sering dilakukan oleh pria homoseksual atau biseksual.

Menurut artikel yang dilansir oleh Men’s Health, seks pegging tidak ada hubungannya dengan orientasi seksual. Pria dengan orientasi seksual hetero tidak akan berubah menjadi homoseksual hanya karena melakukan pegging bersama pasangan wanitanya.

Semua pria memiliki prostat yang kalau dirangsang dengan baik akan memberikan kenikmatan yang besar. Teknik seks pegging ini hampir sama dengan prostate massage yang sering dilakukan pria secara solo. Efeknya hanya memberikan kenikmatan saja, tidak mengubah orientasi seksual mereka.

Cara melakukan pegging yang benar

Kalau Anda dan pasangan ingin mencoba pegging untuk sekadar mengobati rasa penasaran atau mendapatkan kenikmatan yang lebih besar, coba lakukan dengan benar menggunakan cara-cara di bawah ini.

  1. Merelaksasi anus pria

Anus pria yang tidak pernah menerima prostate massage atau seks anal cenderung kaku. Lubang juga masih sangat rapat sehingga merelaksasi area itu sangat penting. Wanita tidak bisa langsung menancapkan alat bantu seks seperti vibrator atau dildo karena bisa membuat pria merasakan sakit yang cukup kuat.

Cara terbaik untuk membuat pria jadi relaks adalah dengan mandi terlebih dahulu dengan air hangat atau berendam. Selanjutnya pria disarankan membersihkan area anusnya dengan jari agar bersih dan memberikan stimulus.

  1. Komunikasi di setiap proses

Lakukan komunikasi yang baik dengan pasangan di setiap proses pegging. Lakukan perlahan dan jangan diteruskan kalau pasangan merasakan sakit. Jangan memaksakan diri karena berpotensi sebabkan anus berdarah.

Agar gesekan alat bantu seks dengan anus kecil, gunakan pelumas yang banyak. Dengan pelumas rasa sakit akan sedikit menurun.

  1. Memilih alat bantu seks yang benar

Pilih alat bantu seks yang sesuai. Kalau hanya ingin memberikan stimulus pada prostat, dildo atau vibrator tidak perlu terlalu besar. Yang penting bisa masuk dan memberikan stimulasi degan maksimal.

Nah, bagaimana dengan Anda? Tertarik mencoba tren seks pegging ini atau tidak?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi