4 Panduan Seks Pria pada Siklus Menstruasi Wanita

panduan-seks-dan-menstruasi-doktersehat

DokterSehat.Com – Siklus menstruasi tidak hanya terjadi saat wanita mengeluarkan darah haidnya saja. Siklus menstruasi ini berjalan mulai dari pasca menstruasi, ovulasi, sebelum menstruasi, dan saat menstruasi. Setiap jangka waktu tertentu dalam siklus menstruasi memiliki kekhasan mulai dari energi, mood, hingga gairah.

Nah, agar seks yang dilakukan pada setiap fase siklus menstruasi ini berjalan dengan lancar, pria disarankan untuk memahami kondisi pasangannya. Dengan memahaminya, mereka akan tahu bagaimana cara bersikap dengan baik sehingga seks yang dilakukan berjalan dengan lancar. Simak panduan siklus menstruasi di bawah ini.

  1. Fase setelah menstruasi

Setelah menstruasi ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh wanita. Pertama rasa sakit yang muncul selama menstruasi akan menurun dan tubuh bisa kembali seperti semula. Kedua, energi yang dimiliki oleh wanita akan kembali lagi. Mereka tidak akan lemas lagi setelah mengalami perdarahan.

Pada fase ini gairah seksual dari wanita akan kembali membaik meski belum sepenuhnya. Cara terbaik untuk melakukan seks pada fase ini adalah memperbanyak rangsangan pada tubuh. Wanita akan merespons setiap rangsangan dengan baik. Seks bisa dilakukan dalam jumlah banyak pada periode ini khususnya mereka yang sedang mengendalikan kehamilan.

  1. Fase ovulasi

Saat ovulasi atau sering disebut dengan masa subur, tubuh wanita akan mengeluarkan sel telur. Pada fase ini wanita akan mengalami peningkatan libido yang cukup besar. Melakukan seks pada masa ini akan membuat wanita mudah sekali mendapatkan orgasme dan kemungkinan mendapatkan kehamilan cukup tinggi.

Seks yang dilakukan pada saat ovulasi tidak ada cara khusus. Cukup lakukan seks seperti biasanya saja. Wanita akan mudah merespons dan energinya cukup besar. Perbanyak melakukan fantasi seks pada masa ini agar seks lebih bisa dinikmati dengan sempurna.

Oh ya, satu tips untuk Anda yang ingin hamil cepat, lakukan seks 1-2 hari sebelum ovulasi. Biarkan penis berjaga-jaga di tuba falopi dan menunggu sel telur untuk keluar sebelum akhirnya dibuahi.

  1. Fase PMS

Fase PMS termasuk yang sulit dijalani oleh pasangan khususnya pria sebagai pihak yang akan terdampak. Wanita pada fase ini biasanya memiliki mood yang buruk. Mereka kerap tidak nyaman dengan banyak hal sehingga pria akan susah untuk mengajaknya melakukan seks dengan intens.

Cara terbaik untuk melalukan seks adalah dengan membuat pasangan nyaman. Misal diberi pijatan terlebih dahulu di tubuhnya agar tidak kaku dan rasa sakit yang muncul di tubuhnya bisa mereda.

  1. Fase menstruasi

Fase menstruasi adalah satu dari dua fase paling sulit untuk masalah seks. Beberapa wanita yang tidak nyaman dengan nyeri di tubuhnya memilih untuk tidak melakukan seks. Padahal pasangan sudah menginginkannya. Akhirnya jalan satu-satunya adalah melakukan masturbasi atau seks tanpa ada penetrasi vaginal.

Meski pada fase ini wanita cenderung malas melakukan seks, beberapa wanita ada yang tetap mau melakukannya. Saat menstruasi beberapa wanita juga mengalami peningkatan libido yang signifikan. Kalau seks dilakukan dan wanita mendapatkan orgasme, kemungkinan terjadi penurunan rasa sakit di perut akan besar.

Kalau Anda dan pasangan tetap berkeinginan untuk melakukan seks saat menstruasi ada satu hal yang harus diperhatikan. Selalu gunakan kondom untuk melakukan aneka aktivitas. Dengan kondom peluang terjadi infeksi dan masalah lain bisa diturunkan.

Nah, dari empat fase di atas biasanya banyak pria yang kesulitan pada bagian menstruasi dan sebelumnya. Oleh karena itu, coba kenali kondisi fisik dan psikis pasangan karena setiap wanita memiliki ciri khas tersendiri.