Terbit: 20 April 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Penyakit hernia adalah penyakit yang terjadi ketika lapisan otot perut mengalami pelemahan, sehingga otot atau lemak bisa jatuh dan membentuk tonjolan. Jenis penyakit ini yang paling umum terjadi adalah hernia inguinalis. Penyakit ini termasuk penyakit yang paling umum di dunia. Indonesia sendiri menempati urutan ke-8 negara di dunia dengan kasus terbanyak pada tahun 2004. Kasus di Indonesia dapat mencapai belasan ribu setiap tahunnya.

Hernia: Jenis, Gejala, Penyebab, Mengobati

Penyebab Hernia

Beberapa penyebab hernia secara umum adalah sebagai berikut ini:

  • Peningkatan tekanan di dalam perut
  • Adanya titik lemah yang ada di dinding perut
  • Mengejan berlebihan saat buang air
  • Mengangkat beban berat
  • Adanya cairan di perut
  • Kehamilan
  • Kelebihan berat badan
  • Batuk atau bersin terlalu keras

Hernia pada anak dapat terjadi sebagai penyakit bawaan atau berkembang pada anak yang memiliki dinding otot lemah. Seiring dengan bertambahnya usia, risiko seseorang mengalami kondisi ini dapat semakin meningkat.

Jenis Penyakit Hernia

Penyakit ini terbagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah jenis-jenis penyakit hernia yang paling umum:

1. Hernia Inguinalis

Salah satu jenisnya adalah hernia inguinalis, yang merupakan jenis dengan kasus terbanyak.

Inguinalis lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Gejala Hernia jenis ini ditandai dengan bagian usus menonjol melalui sebuah lubang di bagian bawah perut, dekat pangkal paha, yang disebut kanalis inguinalis.

Penyakit ini didefinisikan sebagai suatu keadaan di mana sebagian usus masuk melalui sebuah lubang pada dinding perut ke dalam kanalis inguinalis. Kanalis inguinalis sendiri adalah saluran berbentuk tabung yang merupakan jalan tempat turunnya testis (buah zakar) dari perut ke dalam skrotum (kantung zakar) sesaat sebelum bayi dilahirkan.

Anda dapat mendeteksi kondisi ini dengan cara meraba apakah ada tonjolan di mana paha dan pangkal paha bertemu. Bagian menonjol dari usus dapat masuk ke skrotum, yang dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit.

Gejala lainnya adalah rasa sakit pada area tersebut saat Anda batuk, mengangkat sesuatu yang berat, atau membungkuk. Kondisi ini membutuhkan pembedahan untuk memperbaikinya.

2. Hernia Umbilical

Penyakit hernia bayi yang cukup sering ditemukan adalah hernia umbilical.

Penyakit ini umumnya menyerang bayi baru lahir dan bayi berusia kurang dari 6 bulan. Penyakit pada bayi ini terjadi ketika bagian dari usus menonjol keluar melalui dinding perut sebelah pusar. Pada bayi dengan kondisi ini, orang tua bisa melihatnya jika ada yang menggembung di sekitar wilayah pusar saat bayi menangis.

Jika menemukan penyakit ini pada bayi, Anda tidak perlu merasa khawatir berlebihan. Tidak seperti jenis lain, umumnya ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Jika pada usia 1 tahun belum sembuh, maka tindakan operasi harus diambil untuk mengatasi kondisi ini. Penggunaan celana hernia bayi dan anak hal ini dapat meminimalisir tindakan operasi pada anak Anda.

3. Hernia Epigastrium

Epigastrium disebut juga sebagai hernia ventral yaitu bagian dari usus menonjol melalui otot-otot perut yang terletak antara pusar dan dada. Jenis ini juga lebih umum terjadi pada laki-laki. Operasi adalah cara yang umum untuk menyembuhkan penyakit satu ini.

4. Penyakit Hernia Insisional

Jenis yang keempat adalah hernia insisional.

Jika Anda pernah menjalani operasi di daerah perut, Anda mungkin berpotensi mengalami jenis ini. Hernia insisional adalah adanya tonjolan pada perut sekitar sayatan bedah, ini terjadi karena sisa bekas operasi justru melemahkan jaringan otot di perut. Jenis ini membutuhkan operasi lagi untuk memperbaikinya.

5. Hernia Hiatus

Hernia jenis ini terjadi karena adanya pembukaan diafragma di mana bagian atas lambung masuk ke rongga dada.

Jika otot di sekitar pembukaan diafragma menjadi lemah, bagian paling atas dari perut seseorang dapat menonjol keluar melalui diafragma. Kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala apapun.

Tidak seperti jenis yang lain, Anda tidak akan dapat melihat tonjolan di bagian luar tubuh Anda meskipun mengalami jenis ini. Gejala yang umum adalah seperti sakit perut, gangguan pencernaan, dan nyeri dada.

Hernia hiatus dapat diobati dengan obat-obatan dan perubahan pola makan, tetapi mereka kadang-kadang memerlukan operasi.

Gejala Hernia

Salah satu gejala hernia yang paling umum dijumpai adalah pembengkakan pada area testis. Penderita akan dapat merasakan pembengkakan dengan meraba saat posisi tubuh berdiri, jongkok atau sembari batuk. Gejala ini merupakan gejala hernia inguinalis.

Jika bayi mengalami penyakit ini, Anda hanya bisa merasakan tonjolan saat mereka menangis. Tonjolan pada umumnya adalah gejala hernia umbilikalis.

Beberapa gejala hernia lainnya meliputi:

  • Muncul tonjolan yang biasanya hilang ketika berbaring
  • Rasa sakit atau tidak nyaman pada area yang terserang (tonjolan), terutama ketika jongkok, mengangkat beban, atau batuk
  • Tekanan, merasa lemah, atau merasa berat pada area perut
  • Rasa terbakar dan nyeri pada tonjolan

Gejala di atas merupakan gejala yang umum. Jenis tertentu seperti hiatal hernia memiliki gejala yang lebih spesifik seperti nyeri dada, heartburn, hingga kesulitan menelan.

Perlu diketahui juga bahwa banyak kasus tidak menunjukkan gejala apapun dan baru terdeteksi ketika Anda melakukan pemeriksaan fisik rutin.

Diagnosis Hernia

Diagnosis hernia diawali dengan wawancara oleh dokter terhadap pasien yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan gejala dan tanda-tanda yang Anda alami. Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat kesehatan Anda.

Selama melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksakan keberadaan tonjolan di daerah perut atau pangkal paha yang semakin membesar saat Anda berdiri, batuk, atau tegang.

Dokter juga akan menyarankan beberapa pemeriksaan lain untuk diagnosis penyakit ini. Berikut adalah beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan untuk membantu diagnosis hernia:

  • USG perut. Pemeriksaan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk membuat gambar struktur dalam perut.
  • CT scan. Pemeriksaan dengan menggabungkan sinar-X dengan teknologi komputer untuk menghasilkan gambar.
  • Tes MRI. Tes pencitraan menggunakan kombinasi magnet kuat dan gelombang radio untuk mendapatkan gambar kondisi organ dalam tubuh.
  • Gastrografin atau barium sinar-X. Pemeriksaan yang menghasilkan serangkaian gambar sinar-X dari saluran pencernaan. Gambar-gambar ini direkam setelah Anda meminum cairan mengandung diatrizoate meglumine dan diatrizoate sodium atau larutan barium cair. Pemeriksaan ini dilakukan jika diduga Anda memiliki hiatal hernia.
  • Endoskopi. Pemeriksaan dengan melibatkan perangkat dengan kamera kecil yang terpasang pada selang yang melewati tenggorokan, kerongkongan, hingga ke perut Anda. Pemeriksaan ini juga digunakan untuk membantu diagnosis hiatal hernia.

 

Pengobatan & Obat Hernia

Ukuran tonjolan dan gejala akan menentukan jenis pengobatan yang dibutuhkan. Pengobatan hernia biasanya berupa perubahan gaya hidup, konsumsi obat, atau operasi.

Perubahan Gaya Hidup

Mengubah pola makan dan apa yang dikonsumsi cenderung efektif untuk mengatasi gejala hernia yang timbul, namun tidak akan membuat penyakti ini hilang. Hindari mengonsumsi makanan berat dan dalam jumlah banyak. Hindari langsung tidur atau berbaring setelah makan siang, dan pastikan berat badan tidak berlebihan.

Beberapa jenis olahraga dapat membantu menguatkan otot di wilayah penyakit ini menyerang yang juga mengurangi gejala hernia. Akan tetapi, bila olahraga tidak dilakukan dengan benar malah berisiko memperbesar tonjolan.

Obat Hernia

Obat-obatan digunakan untuk mengurangi rasa nyeri di perut. Konsultasikan pada dokter jenis obat hernia yang cocok sesuai dengan tingkat keparahan benjolan dan gejala.

Operasi Hernia

Apabila perubahan gaya hidup dan obat-obatan tidak dapat mengatasi kondisi ini. Maka dokter akan merekomendasikan prosedur operasi untuk mengatasi kondisi ini. Secara umum terdapat dua jenis operasinya meliputi:

  • Operasi hernia terbuka. Operasi ini dilakukan dengan cara menutup hernia menggunakan jahitan, jala, atau keduanya. Setelah itu bekas luka bedah akan ditutup menggunakan jahitan, staples, atau lem bedah.
  • Laparoskopi. Umumnya operasi ini dilakukan untuk operasi berulang, demi menghindari bekas luka sebelumnya. Prosedur operasi ini dipandu dengan laparoskop ini memungkinkan sayatan yang lebih kecil, sehingga pemulihan setelah operasi dapat lebih cepat.

  1. MacGill, Markus. 2017. Types and treatments for hernia. https://www.medicalnewstoday.com/articles/142334.php. (Diakses 20 November 2019).
  2. Wint, Carmella dan Valencia Higuera. 2019. Everything You Want to Know About a Hernia. https://www.healthline.com/health/hernia. (Diakses 20 November 2019.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi