Terbit: 20 Februari 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim


Alergi dingin adalah reaksi kulit setelah terpapar suhu dingin, seperti kemerahan, gatal, dan pembengkakan. Selain menyerang kulit, penyakit ini juga dapat menyerang pernapasan dan paling sering terjadi pada orang dewasa muda.

alergi-dingin-doktersehat

Jenis alergi yang juga disebut cold urticaria terjadi akibat pelepasan histamin dalam jumlah cukup banyak yang kemudian menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan hidung gatal, tersumbat, bersin-bersin, sesak napas, dan ruam biduran pada kulit. Histamin adalah suatu protein yang diproduksi sebagai bagian dari respons imun yang menyebabkan kemerahan, gatal, dan terkadang reaksi seluruh tubuh (sistemik).

Penyebab Alergi Dingin

Belum diketahui secara pasti mengapa suhu dingin menyebabkan penyakit ini. Orang-orang tertentu mungkin memiliki sel-sel kulit yang sangat sensitif, yang dikarenakan sifat bawaan dari  virus atau penyakit.

Penyebab alergi dingin termasuk cuaca dingin, berenang atau mandi di air dingin, berada di ruang ber-AC. Secara umum, suhu di bawah dari 39° Celcius.

Faktor Risiko Alergi Dingin

Alergi dingin disebabkan faktor usia hingga genetik. Pada umumnya, pada pria dan wanita yang beranjak dewasa sangat rentan. Berikut ini beberapa faktor risiko lainnya:

1. Orang Dewasa Muda

Ini merupakan faktor risiko yang paling umum (alergi dingin primer), dan kondisi ini paling sering terjadi orang yang beranjak dewasa.

2. Masalah Kesehatan

Sementara faktor risiko yang kurang umum (alergi dingin sekunder), dapat disebabkan oleh Masalah kesehatan penyerta lainnya termasuk kondisi autoimun, infeksi virus yang disebabkan oleh mononukleosis, cacar air,  kondisi kelainan darah, serta masalah kesehatan, seperti hepatitis atau kanker.

3. Genetik

Penyebab jenis alergi ini juga bisa dipicu oleh faktor genetik. Pada beberapa kasus ada anak yang mewarisi penyakit ini dari orangtuanya.

Baca Juga: 5 Penyebab Tubuh Menggigil Kedinginan, Berbahayakah?

Seberapa Umum Alergi Dingin?

Alergi dingin termasuk kasus yang relatif jarang dan sangat rentan terjadi pada pria dan wanita yang beranjak dewasa. Alergi ini dapat berlangsung antara 4 hingga 9 tahun, tetapi orang biasanya mengalami beberapa pemulihan gejala dalam waktu 5 tahun.

Gejala Alergi Dingin

Ciri-ciri dan tingkat keparahan kondisinya bervariasi. Gejala yang sering muncul adalah ruam yang biasanya tampak terlihat dalam waktu 2 sampai 5 menit setelah terpapar suhu dingin dan berlangsung selama 1 sampai 2 jam. Berikut beberapa tanda dan gejala alergi dingin:

  • Kemerahan. Kulit yang kemerahan disertai pembengkakan yang terasa gatal muncul beberapa menit setelah kulit terpapar udara dingin atau menyentuh benda dingin seperti es batu. Reaksi akan semakin memburuk ketika kulit berangsur menghangat.
  • Biduran. Munculnya biduran kemerahan atau bentol dengan ukuran kecil dan dapat meluas menjadi lebih besar berbentuk seperti pulau. Biduran yang disertai gatal akan berkurang dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa jam, namun juga dapat berpindah pada area tubuh lainnya.
  • Pembengkakan di bibir dan tenggorokan. Ini muncul setelah mengonsumsi makanan atau minuman. Kondisi ini biasanya menyebabkan penderitanya sulit menelan dan sesak napas.

Pada kasus yang parah, dapat muncul ciri-ciri yang berpotensi membahayakan nyawa seperti reaksi anafilaksis yang bisa menyebabkan tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar dan kehilangan kesadaran. Anafilaksis adalah reaksi tubuh yang muncul akibat kondisi hipersensitif terhadap suatu unsur pemicu alergi.

Pada kondisi yang sangat parah, penderita yang berenang di air dingin bisa mengalami reaksi yang parah hingga kehilangan kesadaran dan menyebabkannya tenggelam.

Kapan Harus ke Dokter?

Seperti yang telah disebutkan di atas, ciri-ciri penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa jam namun seringkali gejala alergi dapat kambuh kembali apabila penderita terkena paparan dingin. Apabila Anda mengalami gejala pada tenggorokan atau lidah terasa bengkak, merasa pusing, dan sesak napas, segera temui dokter.

Diagnosis Alergi Dingin

Dengan wawancara dan pemeriksaan kulit yang menyeluruh, dokter dapat mendiagnosis alergi ini dengan mudah. Dokter dapat menanyakan beberapa pertanyaan spesifik seperti apa yang memicu munculnya ruam pada kulit sebelumnya. Sesering apakah penyakit ini kambuh?

Selain itu, dokter juga dapat meletakkan es batu di kulit selama 2 hingga 5 menit, dengan pemeriksaan ulang pada interval 10 menit. Sensitivitas tes sekitar 85%, tetapi spesifisitasnya hampir 100%. Jika beberapa saat setelah memindahkan es batu muncul benjolan merah, maka Anda menderita alergi dingin.

Komplikasi Alergi Dingin

Kemungkinan komplikasi utama adalah reaksi parah yang terjadi pada seluruh tubuh terpapar suhu dingin, misalnya ketika anda berenang di air dingin atau mandi air dingin.

Cara Mengatasi Alergi Dingin

Tidak ada obat yang dapat menyembuhkan alergi dingin, namun perawatan untuk mengurangi gejalanya dapat dilakukan dengan mengonsumsi antihistamin. Apabila gatal yang dirasakan lebih hebat pada malam hari dan mengganggu kualitas tidur, dokter dapat meresepkan antihistamin sedatif yang mempunyai efek mengantuk.

Selain itu, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk meminta obat resep yang sesuai dengan Anda. Apabila kemunculan ciri-cirinya tidak terkontrol dan tidak membaik dengan obat-obatan antihistamin, cara mengobati alergi biasanya mengonsumsi obat yang diresepkan dokter, seperti obat cyproheptadine dan omalizumab.

Prognosis Alergi Dingin

Kemungkinan jangka panjang (prognosis) untuk penderita alergi dingin bervariasi. Dalam kira-kira 50% kasus, kondisi ini sepenuhnya bisa sembuh atau membaik secara drastis dalam waktu lima hingga enam tahun. Namun, beberapa orang mengalami alergi ini selama bertahun-tahun atau bahkan seumur hidup.

Pencegahan Alergi Dingin

Jenis alergi ini sering kali kambuh. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk mengurangi dan menghindari paparan suhu dingin agar penyakit ini tidak kambuh kembali. Berikut beberapa cara mencegah alergi dingin yang berulang:

  • Hindari mengonsumsi makanan dan minuman dingin, untuk mencegah membengkaknya tenggorokan. Minumlah minuman yang bersuhu ruangan.
  • Jangan mandi atau berendam di air dingin. Gunakanlah air hangat, bahkan ketika cuaca hangat sekalipun.
  • Lindungi kulit dari suhu yang menurun drastis atau cuaca dingin dengan mengenakan pakaian hangat, seperti jaket atau sweater.
  • Mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran dokter. Obat harus dikonsumsi sampai habis dan tidak hanya diminum apabila gatal saja.
  • Apabila hendak menjalani tindakan operasi, Anda harus memberi tahu dokter atau petugas medis tentang penyakit ini untuk mencegah timbulnya gejala di ruang operasi.

 

  1. Mandal, Ananya. 2019. What is Histamine?. https://www.news-medical.net/health/What-is-Histamine.aspx. (Diakses 12 Desember 2019)
  2. Silver, Natalie. 2019. Can You Be Allergic to the Cold?. https://www.healthline.com/health/cold-allergy. (Diakses 12 Desember 2019)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Have you heard of cold urticaria?. https://www.nursingcenter.com/journalarticle?Article_ID=3920706&Journal_ID=417221&Issue_ID=3920671. (Diakses 12 Desember 2019)
  4. Anonim. 2019. Cold urticaria. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/symptoms-causes/syc-20371046. (Diakses 12 Desember 2019)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi