Terbit: 24 Januari 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Lipoma adalah istilah medis untuk bagian lapisan lemak dengan perkembangan sel lemak yang berlebihan atau dalam. Pada umumnya lapisan kulit (dari luar ke dalam) tersusun atas lapisan kulit luar, lapisan lemak dan otot, yang di mana terkadang pada bagian-bagian tersebut memiliki masalahnya tersendiri.

lipoma-adalah-doktersehat

Apa Itu Lipoma?

Pernahkah Anda merasakan benjolan pada tubuh Anda yang kenyal, dapat digerak-gerakan namun tidak terlalu begitu membesar? Lipoma adalah suatu benjolan lemak yang berkembang di antara lapisan kulit paling luar dan lapisan otot.

Benjolan ini umumnya bersifat lunak dan dapat berpindah-pindah. Ukuran Lipoma sendiri bervariasi, namun progresifitasnya sangat lambat. Apabila dilakukan penekanan pada benjolan ini, biasanya pasien tidak merasakan nyeri sama sekali. Kondisi ini umumnya terjadi pada usia dewasa dan pada beberapa orang bisa memiliki lebih dari satu lipoma.

Penyebab Lipoma

Perlu Anda ketahui, lipoma adalah penyakit yang tidak berbahaya dan tidak bersifat kanker. Perawatan secara khusus tidak diperlukan selama penyakit tersebut tidak mengganggu aktivitas harian Anda.

Lipoma dapat terjadi pada semua bagian tubuh, namun paling sering timbul pada bagian leher, bahu, punggung, perut, lengan, dan paha. Meski begitu, penyebab lipoma belum diketahui dengan pasti. Hanya saja, pria dan wanita yang memiliki riwayat keluarga yang pernah menderita kondisi ini cenderung meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.

Berikut adalah beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang berisiko mengalami lipoma, di antaranya:

1. Riwayat keluarga/genetik

Telah dijelaskan sebelumnya, seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang mengalami lipoma, dapat meningkatkan risiko penyakit.

2. Usia

Meski penyakit kondisi ini bisa menimpa orang pada segala usia, namun kondisi ini lebih sering terjadi pada mereka yang berusia antara 40-60 tahun. Penyakit ini jarang sekali terjadi pada anak-anak.

3. Keadaan khusus

Seseorang juga memiliki potensi terjadi lipoma pada keadaan: Penyakit sindrom Gardner, Adiposis dolorosa, Familial multiple lipomatosis, dan Penyakit sindrom Cowden.

Risiko Anda terkena benjolan kulit jenis ini meningkat jika Anda memiliki riwayat keluarga.

Jenis Jenis Lipoma

Meski semua lipoma terbuat dari lemak, terdapat berbagai subtipe jika pengamatan dilakukan dengan mikroskop. Beberapa jenis lipoma tersebut, antara lain:

  • Conventional lipoma (umum, lemak putih dewasa).
  • Hibernoma (lemak coklat bukan lemak putih biasa).
  • Fibrolipoma (lemak plus jaringan fibrosa).
  • Angiolipoma (lemak ditambah sejumlah besar pembuluh darah).
  • Myelolipoma (lemak plus jaringan yang membuat sel darah).
  • Spindle cell lipoma (lemak dengan sel-sel yang terlihat seperti batang).
  • Pleomorphic lipoma (lemak dengan sel dari semua bentuk dan ukuran yang berbeda).
  • Atypical lipoma (lemak lebih dalam dengan jumlah sel yang lebih besar).

Gejala Lipoma

Pada dasarnya, benjolan lemak di kulit ini bisa terjadi di semua bagian tubuh. Gejala yang mudah dikenali adalah munculnya benjolan kecil dan lunak dengan lebar kurang dari 2 inci. Terkadang, kondisi ini juga bisa berkembang lebih dari satu. Umumnya, benjolan lemak di kulit terjadi di leher, bahu, punggung, perut, lengan, dan paha.

Selain beberapa gejala di atas, berikut adalah gejala lipoma lainnya, di antaranya:

  • Benjolan lemak bisa menjadi lebih besar, namun umumnya diameternya tidak lebih dari 5 cm.
  • Saat benjolan lemak tumbuh semakin besar dan mengandung banyak pembuluh darah atau menekan saraf di sekitarnya, kondisi ini akan menimbulkan rasa sakit terutama bila ditekan.
  • Ukuran benjolan lemak tidak akan berubah dengan cepat dan pertumbuhannya sangat lambat.

Meski jarang terjadi, benjolan lemak bisa tumbuh lebih dalam dan lebih besar. Segera temui dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dengan tepat.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera pergi ke dokter jika Anda melihat perubahan dalam benjolan lemak atau jika benjolan muncul lebih banyak. Beberapa perubahan itu dapat terlihat dari:

  • Benjolan bertambah besar atau tiba-tiba tumbuh sangat cepat.
  • Benjolan terasa menyakitkan.
  • Benjolan menjadi merah atau terasa panas.
  • Berubah menjadi benjolan yang keras atau tidak bergerak.
  • Terjadi perubahan yang terlihat pada kulit di atasnya.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, benjolan mungkin jenis kanker yang disebut liposarkoma, yang tumbuh dengan cepat dan bisa menyakitkan. Jika dokter mencurigai kondisi ini, kemungkinan besar ia akan meminta Anda melakukan lebih banyak tes.

Diagnosis Lipoma

Diagnosis bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik atau pengambilan sampel jaringan (biopsi). Selain itu, untuk membedakan antara benjolan lemak dan benjolan kista, dapat dilakukan dengan pemeriksaan ultrasound.

Sementara itu pemeriksaan melalui CT-scan atau MRI biasa dilakukan apabila benjolan lemak memiliki bentuk yang berukuran besar dan terlihat berasal lebih dalam lagi dari lapisan lemak. Hal ini dilakukan agar dokter mendapatkan gambaran yang jelas apakah terdapat kemungkinan adanya kanker lemak (liposarkoma).

Apabila benjolan lemak terasa sakit, mengalami pertumbuhan dengan cepat dan tidak bergerak di bawah kulit, ada kemungkinan hal itu adalah tumor ganas/ kanker. Perlu diketahui bahwa kanker jaringan lemak cepat berkembang dan tidak mudah digeser dari bawah kulit serta sering menimbulkan nyeri.

Penanganan Lipoma

Pada umumnya, suatu benjolan lemak tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, apabila mengganggu estetika dan menimbulkan nyeri, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk dilakukan pengangkatan. Anda pun dapat melakukan beberapa langkah rumahan berikut untuk mewaspadai suatu benjolan:

  • Seringlah memantau apkaha ada benjolan yang muncul di tubuh Anda. Meski benjolan tidak berbahaya, namun kondisi ini bisa menjadi lebih serius dan harus mendapatkan penanganan dengan segera.
  • Hubungi dokter saat benjolan menunjukkan warna kemerahan dan muncul bengkak yang disertai rasa hangat.
  • Konsultasi rutin dengan dokter untuk memantau perkembangan gejala. Dengarkan setiap anjuran dokter dan jangan melakukan tindakan sendiri dalam mengatasi benjolan.

Selain tindakan diatas, penanganan medis juga biasa direkomendasikan dokter untuk kasus-kasus yang berat, antara lain dengan tindakan pengangkatan jaringan lemak secara pembedahan (eksisi) dan sedot lemak (Liposuction).

1. Eksisi

Suatu tindakan pembedahan dengan cara menyayat dan mengeluarkan seluruh jaringan tumor. Dengan menggunakan metode ini, biasanya jarang sekali menimbulkan kekambuhan. Hanya saja efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain seperti bekas luka atau keloid.

2. Liposuction

Suatu tindakan medis dengan menggunakan jarum dan suntikan yang besar untuk menyedot gumpalan benjolan lemak.

3. Suntik Kortikosteroid

Obat lipoma yang bisa digunakan adalah suntik kortikosteroid. Cara ini dapat dilakukan untuk menyusutkan ukuran lipoma. Namun, cara ini tidak dapat menghilangkan benjolan lemak secara total.

 

  1. Lipomas. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/lipoma/symptoms-causes/syc-20374470. (Diakses pada 24 September 2019).
  2. Skin Lumps. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/lipoma. (Diakses pada 24 September 2019).
  3. Skin Lumps. https://www.healthline.com/health/skin/lumps#outlook. (Diakses pada 24 September 2019).
  4. Skin Lumps. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15008-lipomas. (Diakses pada 24 September 2019).
  5. What Is a Lipoma?. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/what-is-a-lipoma#1. (Diakses pada 24 September 2019).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi