Terbit: 4 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja


Meskipun popularitasnya tidak sebesar kembang kol, manfaat kale tidak kalah jika dibandingkan dengan ‘saudaranya’ tersebut. Simak informasi mengenai manfaat daun kale berikut ini beserta kandungan gizi yang dimilikinya!

manfaat-kale-doktersehat

Kandungan Gizi Daun Kale

Daun kale sejatinya lebih dikenal dengan nama kailan. Sayur ini kerap dijadikan menu masakan di beberapa restoran. Sama seperti sayur pada umumnya, kale membawa banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Manfaat daun kale ini tak lepas dari kandungan gizi yang dimilikinya.

Pakar kesehatan Kriss Gunnars mengemukakan perihal kandungan gizi kale unggulan yang terdiri dari:

1. Beta-Karoten

Kandungan beta-karoten daun kale mampu memenuhi lebih dari 100 persen kebutuhan beta-karoten harian orang dewasa. Beta-karoten sendiri merupakan salah satu kandungan gizi kale yang sangat penting dikarenakan zat antioksidan ini merupakan ‘cikal-bakal’ vitamin A.

2. Vitamin C

Kandungan gizi kale lainnya yang tak kalah penting adalah vitamin C. Konsumsi 67 gram daun kale dapat memenuhi hampir seluruh kebutuhan vitamin C harian tubuh. Bahkan, satu cangkir kale mengandung vitamin C yang lebih banyak dari jeruk.

3. Vitamin K

Dalam setiap 67 gram daun kale (atau setara 3-4 sendok sayur daun kale), terdapat 389 mcg vitamin K. Angka tersebut memenuhi lebih dari 200 persen kebutuhan vitamin K harian orang dewasa.

4. Mineral

Kandungan mineral mangan, kalsium, potasium dan magnesium pada daun kale mampu memenuhi lebih dari 5% kebutuhan harian tubuh. Kandungan mineral ini termasuk paling lengkap dibandingkan dengan sayur jenis lainnya.

Manfaat Kale bagi Kesehatan Tubuh

Berangkat dari kandungan gizi yang dimiliknya tersebut, tak heran jika manfaat kale bagi tubuh cukup beragam. Apa saja manfaat yang dimaksud tersebut?

1. Meningkatkan Imunitas Tubuh

Manfaat kale yang pertama adalah meningkatkan imunitas tubuh. Hal ini dikarenakan pada kale terdapat kandungan vitamin C. Menurut banyak penelitian, vitamin C adalah jenis vitamin yang terbukti dapat meningkatkan kualitas sistem kekebalan tubuh seseorang.

Mengonsumsi daun kale beserta makanan penambah daya tahan tubuh lainnya tentu sangat dianjurkan, terutama di tengah situasi pandemi COVID-19 seperti sekarang ini di mana Anda dituntut untuk selalu menjaga imunitas agar tidak mudah terserang virus Corona (COVID-19) tersebut.

2. Mengendalikan Kadar Kolesterol

Kolesterol terbagi menjadi dua, yakni kolesterol ‘baik’ atau lemak HDL dan kolesterol ‘jahat’ atau lemak LDL. Lemak HDL sangat dibutuhkan perannya oleh tubuh. Sebaliknya, lemak LDL tidak boleh sampai berlebihan kadarnya karena dapat berujung pada penyakit yang membahayakan tubuh.

Nah, menurut penelitian, daun kale efektif untuk mengendalikan kadar kolesterol. Mengonsumsi kale setiap hari selama 12 minggu disebut-sebut dapat meningkatkan kadar lemak HDL sebanyak 27 persen dan menurunkan kadar lemak LDL sebesar 10 persen.

3. Meminimalisir Risiko Penyakit Jantung

Menyambung dari poin sebelumnya, manfaat daun kale adalah untuk mencegah—atau setidaknya meminimalisir—penyakit jantung yang mematikan. Seperti yang kita ketahui, tingginya kadar kolesterol ‘jahat’ di dalam tubuh menjadi salah satu pemicu utama penyakit jantung

Penyakit jantung sendiri masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Sample Registration System Indonesia tahun 2014 menempatkan penyakit jantung koroner (PJK) di posisi ke-2 setelah penyakit kardiovaskular lainnya yakni stroke.

Oleh sebab itu, sudah selayaknya Anda menjaga kesehatan jantung dengan mengonsumsi daun kale secara rutin ini salah satunya. Akan tetapi, imbangi juga dengan kegiatan sehat lainnya seperti berolahraga, ya!

4. Mencegah Kanker

Seperti sayur berdaun hijau gelap lainnya, kale juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Selain vitamin C, daun kale mengandung antioksidan quercetin dan kaempferol.

Adanya kandungan antioksidan menjadikan sayuran ini digadang-gadang dapat mencegah Anda dari penyakit kanker yang mematikan. Pasalnya, antioksidan memiliki peran penting dalam menangkal serangan radikal yang berujung pada kerusakan sel-sel tubuh. Sebagaimana diketahui, penyakit kanker bermula dari sel tubuh yang mengalami kerusakan.

5. Menjaga Kesehatan Mata

Sebagai organ tubuh yang fungsinya sangat vital, kesehatan mata harus selalu dijaga. Selain mengonsumsi wortel yang memang indentik dengan kesehatan mata, Anda juga bisa makan daun kale, lho!

Daun kale mengandung zeaxanthin dan lutein yang menurut penelitian dapat menjaga kesehatan sel-sel mata sekaligus meminimalisir risiko penyakit mata seperti degenerasi makular.

Baca Juga: 11 Manfaat Kol untuk Kesehatan (No. 7 Tak Disangka)

6. Mempercepat Penyembuhan Luka

Salah satu kandungan gizi kale yakni vitamin K merupakan jenis vitamin yang memiliki banyak kegunaan. Salah satu kegunaan vitamin K tersebut adalah mempercepat penyembuhan luka.

Vitamin K berperan aktif dalam mengoptimalkan proses pembekuan darah pada saat terjadi luka. Menurut penelitian, orang-orang yang kekurangan vitamin K cenderung mengalami perlambatan pembekuan darah ketika terluka.

7. Membantu Menurunkan Berat Badan

Bagi Anda yang sedang berjuang untuk menurunkan berat badan, maka tidak ada salahnya memasukkan daun kale ke dalam daftar menu sehat sehari-hari selama menjalani program penurunan berat badan.

Kale termasuk ke dalam makanan rendah kalori. Selain itu, sayur ini juga mengandung banyak air sehingga mengonsumsinya tidak bikin Anda cepat gemuk. Ditambah lagi kandungan serat yang dimilikinya menghasilkan rasa kenyang yang lebih lama sehingga frekuensi makan dapat ditekan.

8. Merawat Kesehatan Tulang

Kembali lagi ke kandungan gizi kale yakni vitamin K, vitamin ini ternyata juga menghasilkan manfaat daun kale yang lainnya yakni merawat kesehatan tulang dan mencegahnya dari kerusakan.

Tak hanya vitamin K, kegunaan kale untuk merawat kesehatan tulang juga didapat dari kandungan mineral berupa kalsium dan fosfor. Satu cangkir kale sudah memenuhi 15-18 persen kebutuhan kalsium harian dan 7 persen kebutuhan fosfor setiap harinya.

9. Mencegah dan Mengobati Diabetes

Jenis penyakit berbahaya lainnya yang bisa dicegah dan diobati dengan mengonsumsi daun kale secara rutin adalah diabetes. Lagi-lagi, hal ini dikarenakan kale kaya akan kandungan serat dan antioksidan.

Menurut penelitian yang dilakukan tahun 2018, serat dapat mengendalikan kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh sehingga memperkecil peluang Anda untuk menderita penyakit diabetes, khususnya diabetes tipe 2, di kemudian hari.

Sementara itu, antioksidan seperti vitamin C dan alpha-linocelic acid (ALA) dapat mencegah serangan radikal bebas yang juga umum disebabkan oleh tingginya kadar glukosa tubuh.

10. Mengatasi Sembelit

Manfaat kale yang terakhir ini terkait dengan sistem pencernaan. Ya, ternyata mengonsumsi daun ini juga efektif untuk mengatasi salah satu masalah pencernaan yang kerap kita alami yakni sembelit alias sulit buang air besar (BAB).

Kandungan serat pada kale memiliki peran penting dalam menjaga agar pergerakan usus tetap optimal sehingga aktivitas pembuangan limbah tubuh berjalan dengan lancar.

Itu dia informasi mengenai daun kale beserta kandungan gizi dan manfaatnya yang perlu Anda ketahui. Bagaimana, tertarik untuk mulai mengonsumsi sayur ini secara rutin? Semoga bermanfaat!

  1. Gunnars, K. 2018. 10 Health Benefits of Kale. https://www.healthline.com/nutrition/10-proven-benefits-of-kale#section1 (Diakses pada 4 Mei 2020)
  2. Higuera, V. 2019.  All About Kale: How to Eat and Prepare the Veggie for Good Health and Weight Loss. https://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/diet/kale-nutrition-health-benefits-types-how-cook-more/ (Diakses pada 4 Mei 2020)
  3. Marengo, K. 2020. What are the health benefits of kale? https://www.medicalnewstoday.com/articles/270435 (Diakses pada 4 Mei 2020)
  4. P2PTM Kemenkes RI. 2019. Hari Jantung Sedunia (HJS) Tahun 2019: Jantung Sehat, SDM Unggul. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/hari-jantung-sedunia-hjs-tahun-2019-jantung-sehat-sdm-unggul (Diakses pada 4 Mei 2020)



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi