Terbit: 8 September 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Siapa sih yang tidak kenal dengan seblak? Jajanan khas Jawa Barat ini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai tempat dan digemari oleh banyak orang, khususnya anak muda. Hanya saja, ada anggapan bahwa seblak yang memiliki ciri khas rasa yang pedas ini kaya akan kandungan kolesterol. Apakah hal ini benar adanya?

Seblak Kaya Kolesterol?

Seblak terbuat dari bahan kerupuk kenyal yang kemudian ditumis dengan menggunakan bahan-bahan seperti bawang, sosis, telur, bakso, irisan sayuran, dan bahan-bahan lainnya. Sebagaimana kita ketahui, kerupuk dikenal luas sebagai bahan makanan yang kaya akan kalori dan garam. Sementara itu, untuk menumis seblak, kita juga akan menggunakan minyak yang kaya akan lemak jenuh yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Di dalam seblak juga terdapat beberapa butir bakso yang ternyata kaya akan kolesterol. Jika di dalam seblak ini juga ditambahi dengan bahan makanan lainnya seperti sosis atau udang, maka kadar kolesterol di dalamnya bisa meningkat dengan signifikan.

Pakar kesehatan menyebutkan bahwa di dalam satu mangkok seblak diperkirakan memiliki kandungan kolesterol sebanyak 300 mg. Padahal, angka ini adalah batasan maksimal dari konsumsi kolesterol setiap hari. Jika kita sering mengonsumsi seblak atau masih mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan kolesterol lainnya seperti gorengan di hari yang sama saat makan seblak, maka konsumsi kolesterol harian kita akan berlebihan, bukan?

Melihat adanya fakta ini, ada baiknya memang kita tidak terlalu sering makan seblak meskipun rasanya memang sangat enak dan menggoda selera. Sesekali mengonsumsinya boleh-boleh saja untuk dilakukan. Hanya saja, pastikan untuk tidak mengonsumsi makanan kaya lemak dan kolesterol di hari yang sama.a

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi