Terbit: 27 Maret 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada beberapa jenis sayuran penurun asam urat yang bisa Anda konsumsi guna mengatasi masalah kesehatan umum yang satu ini. Apa saja sayuran penurun asam urat yang dimaksud? Simak informasinya berikut ini!

6 Sayuran Penurun Asam Urat dan Tips Menurunkan Asam Urat

Apa Itu Asam Urat?

Asam urat adalah penyakit pada persendian tubuh yang diakibatkan oleh peradangan (inflamasi). Umumnya, asam urat terjadi di sendi-sendi yang terletak pada jari kaki. Penyakit ini pun lebih rentan dialami pria ketimbang wanita.

Beberapa faktor yang menjadi penyebab asam urat antara lain:

  • Gangguan darah
  • Gangguan metabolisme tubuh
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Gangguan kelenjar tiroid
  • Diabetes
  • Menopause
  • Konsumsi daging merah dalam jumlah banyak
  • Konsumsi alkohol

Selain itu, faktor keturunan (genetik) dan penggunaan sejumlah jenis obat-obatan seperti obat diuretik dan cyclosporine juga berpotensi menyebabkan timbulnya penyakit asam urat.

Sayuran Penurun Asam Urat

Dalam upaya menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh, ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan. Termasuk, mengonsumsi sejumlah jenis sayuran penurun asam urat berikut ini!

1. Kacang Polong

Sayuran untuk menurunkan asam urat yang pertama adalah kacang polong.

Kacang polong adalah salah satu sumber protein nabati. Bagi para penderita asam urat, protein nabati dibutuhkan sebagai sumber nutrisi menggantikan protein hewani yang justru harus dihindari karena dapat memperparah kondisi asam urat.

2. Kentang

Selain kacang polong, jenis sayuran penurun asam urat lainnya yang patut Anda konsumsi adalah kentang.

Dipilihnya kentang sebagai salah satu sayuran untuk menurunkan asam urat dikarenakan kandungan purin di dalamnya terbilang rendah. Sebagaimana diketahui, asam urat terjadi ketika kadar purin di dalam darah sangat tinggi.

Selain itu, kentang diperkaya dengan kandungan vitamin C yang mana jenis vitamin ini diklaim efektif untuk menurunkan asam urat.

3. Jamur

Penderita asam urat juga disarankan untuk mengonsumsi sayuran penurun asam urat yang satu ini.

Ya, jamur disebut-sebut juga efektif untuk menjaga agar asam urat tidak semakin meninggi sembari terapi pengobatan untuk menurunkan asam urat dilakukan.

Manfaat jamur untuk menurunkan asam urat ini ditengarai karena adanya kandungan serat di dalamnya. Selain itu, jamur juga merupakan makanan rendah kalori yang mana hal ini baik untuk membantu menurunkan kadar asam urat.

4. Brokoli

Jenis sayuran hijau lainnya yang dapat difungsikan sebagai penurun asam urat adalah brokoli.

Sayuran yang memiliki nama ilmiah Brassica oleracea var. italica ini masuk ke dalam daftar sayuran untuk menurunkan asam urat dikarenakan mengandung vitamin C. Jenis vitamin yang satu ini memang salah satu fungsinya adalah untuk meminimalisir kadar asam urat di dalam tubuh.

5. Terung

Sama seperti kentang, terung memiliki kadar purin yang terbilang rendah sehingga cocok dikonsumsi oleh para penderita asam urat dalam upaya menurunkan kadar asam urat.

Kendati demikian, alangkah lebih baik lagi jika Anda berkonsultasi dengan dokter perihal efektivitas terung dalam menurunkan kadar asam urat, pun apakah aman untuk Anda konsumsi jika melihat kondisi saat ini.

6. Ubi dan Wortel

Jika ada sayuran penurun asam urat—atau lebih tepatnya penunjang terapi penurunan asam urat—yang paling efektif adalah ubi dan wortel.

Mengapa bisa demikian? Jawabannya tak lain karena keduanya memiliki kandungan purin paling sedikit dibandingkan bahan makanan lainnya. Jadi, Anda yang kini tengah menderita asam urat disarankan untuk memasukkan ubi dan wortel ke dalam daftar menu sehat sehari-hari selama masa pengobatan.

Makanan Lain yang Bisa Membantu Menurunkan Asam Urat

Selain sayuran untuk menurunkan asam urat, ada lagi sejumlah jenis makanan yang dapat menunjang pengobatan asam urat yang sedang Anda lakukan.

Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang dimaksud:

  • Kacang kedelai
  • Tofu
  • Gandum
  • Ceri
  • Kelapa
  • Minyak zaitun
  • Kopi
  • Teh hijau

Akan tetapi perlu diingat bahwa konsumsi makanan-makanan di atas juga harus diimbangi dengan membatasi konsumsi makanan pemicu asam urat. Karena sekalipun Anda rajin mengonsumsi makanan-makanan tersebut, risiko terjadinya asam urat tetap tinggi jika konsumsi makanan penyebab asam urat juga tidak terkontrol.

Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi oleh Penderita Asam Urat

Lantas, apa saja jenis makanan yang harus Anda hindari—atau setidaknya dibatasi konsumsinya—saat terkena asam urat maupun sekedar ingin mencegah penyakit ini menimpa Anda?

Berikut ini adalah beberapa contoh makanan yang menjadi ‘pantangan’ bagi pengidap penyakit asam urat:

  • Jeroan (usus, kikil, liver, otak, dsb.)
  • Ikan tuna
  • Ikan sarden
  • Ikan kembung
  • Kepiting
  • Udang
  • Makanan mengandung banyak gula (permen, cokelat, dsb.)
  • Minuman bersoda
  • Olahan tepung ragi

Tips Menurunkan Asam Urat Lainnya

Selain mengonsumsi sayuran penurun asam urat dan menghindari makanan-makanan pemicu, ada beberapa tips atau cara lainnya yang juga patut dilakukan untuk mencegah maupun mengatasi gangguan kesehatan yang satu ini.

Berikut adalah tips menurunkan asam urat yang bisa coba Anda terapkan mulai dari sekarang:

  • Menjaga berat badan
  • Rajin berolahraga
  • Kurangi konsumsi alkohol
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi
  • Mengonsumsi suplemen vitamin C

Itu dia informasi mengenai sayuran untuk menurunkan asam urat dan sejumlah penjelasan terkait lainnya yang perlu Anda ketahui. Kendati demikian, fungsi sayuran-sayuran tersebut sejatinya lebih ke membantu menurunkan intensitas gejala asam urat. Pengobatan asam urat secara total tetap membutuhkan prosedur medis.

Oleh karena itu, Anda yang menderita asam urat tetap harus memeriksakan diri ke dokter guna ditangani secara medis.

 

  1. Anonim. Gout: Symptoms & Causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gout/symptoms-causes/syc-20372897 (Diakses pada 27 Desember 2019)
  2. McIntosh, J. 2017. Everything you need to know about gout. https://www.medicalnewstoday.com/articles/144827.php (Diakses pada 27 Desember 2019)
  3. Raman, R. 2017. Best Diet for Gout: What to Eat, What to Avoid. https://www.healthline.com/nutrition/best-diet-for-gout (Diakses pada 27 Desember 2019)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi