Seberapa Banyak Asupan Sayuran dan Protein untuk Turunkan Berat Badan?

doktersehat makanan cepat hamil

DokterSehat.Com– Sayuran dan protein merupakan dua hal yang sangat penting tubuh. Seseorang harus mengonsumsinya secara rutin setiap hari, terlebih lagi bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan. Namun, tidak sedikit orang masih bingung bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Terkadang mereka merasa bingung mengenai takaran atau jumlah sayuran dan protein yang harus dikonsumsi setiap harinya saat sedang dalam proses penurunan berat badan. Lantas, seberapa banyak jumlah sayuran dan protein yang harus dikonsumsi agar bisa membantu menurunkan berat badan secara maksimal?

Seperti yang Anda tahu bahwa sayuran mengandung nutrisi dan serat yang bagus untuk melancarkan sistem pencernaan. Hal ini tentu saja dapat membantu proses diet Anda. Sebab, saluran pencernaan dapat membuang sampah makanan dalam tubuh sehingga tidak tertimbun menjadi lemak. Dalam mengonsumsi sayuran, dianjurkan untuk tidak memilih satu jenis sayuran saja, misalnya hanya mengonsumsi sayuran hijau saja setiap hari.

Ada baiknya jika Anda mengonsumsi segala jenis sayuran. Hal ini dikarenakan setiap jenis sayuran memiliki kandungan yang berbeda. Oleh karenanya, jika sayuran yang Anda konsumsi setiap hari memiliki jenis yang berbeda, maka jenis kandungan yang terdapat di dalam jenis sayuran tersebut bisa diperoleh oleh tubuh Anda. Untuk jumlahnya, Anda dianjurkan untuk memgonsumsi 1/3 dari porsi makan, serta mengonsumsihya sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Selain dapat melancarkan pencernaan, serat dalam sayuran juga bisa membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Lalu, bagaimana dengan jumlah protein yang harus dikonsumsi agar bisa membantu menurunkan berat badan? Seseorang dalam kondisi harus memenuhi asupan protein harian, baik berupa protein hewani maupun proterin nabati sebanyak satu potong setiapkali makan, yakni dua hingga tiga porsi setiap hari.

Akan tetapi, bagi Anda ingin menurunkan berat badan, harus mengosumsi dua kali lebih banyak dari porsi asupan protein normal. Sebab, protein tersebut akan menjaga massa otot selama proses penurunan berat badan. Jadi bisa diartikan bahwa berat badan yang turun dikarenakan lemak yang terkikis bukan karena massa otot yang berkurang.