Makan Sate Bisa Sebabkan Kanker Usus?

sate-taichan-doktersehat
Photo Source: Twitter/kepoinjakarta

DokterSehat.Com– Siapa sih yang tidak suka dengan sate? Salah satu makanan khas Indonesia ini memang memiliki rasa yang sangat enak. Kita juga bisa dengan mudah mendapatkan sate di berbagai tempat di Indonesia, baik itu sate ayam, sate kambing, sate kelinci, atau bahkan sate yang dibuat dari bahan jeroan. Hanya saja, dibalik kelezatan sate, pakar kesehatan menyebutkan bahwa mengonsumsinya terlalu sering bisa menyebabkan efek buruk bagi kesehatan.

Sate termasuk dalam makanan yang kaya akan lemak dan kolesterol. Mengonsumsinya dikhawatirkan bisa memicu datangnya penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau bahkan kanker usus. Menurut pakar kesehatan dr. Juwalita, SpGK, disebutkan bahwa makanan yang dibakar langsung di atas api dengan suhu yang tinggi akan memiliki kandungan hidrokarbon, senyawa yang bisa menyebabkan datangnya kanker usus dan kanker nasofaring.

Selain itu, makanan yang dibakar seperti sate sebenarnya mengalami penurunan kadar nutrisi dengan signifikan. Proses pembakaran di suhu tinggi memang bisa membuat rasanya menjadi lebih lezat, namun vitamin dan mineralnya bisa menghilang atau berkurang drastis. Selain itu, di dalam sate juga biasanya teradpat bagian yang gosong atau menghitam. Bagian daging yang gosong ini memang terasa lebih renyah, namun di dalamnya terdapat senyawa hidrokarbon yang tinggi.

Sebagian orang berpikir jika asalkan kita merendam makanan seperti daging yang akan dibakar ke dalam bumbu, maka kita bisa mencegah munculnya senyawa hidrokarbon di dalam sate. Padahal, dalam realitanya, hal ini hanyalah akan menambah cita rasa dari daging sate saja, namun sama sekali tidak menurunkan risiko terkena kanker.

Lantas, apakah hal ini berarti kita tidak bisa lagi mengonsumsi sate karena adanya risiko kanker ini? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa asalkan kita tidak mengonsumsinya dengan berlebihan dan frekuensinya tidak sering, maka risiko untuk terkena kanker usus bisa ditekan. Selain itu, kita juga sebaiknya memilih daging yang minim atau bahkan tidak memiliki kandungan lemak demi menurunkan efek buruknya.

Agar tidak sampai gosong, pakar kesehatan menyarankan kita untuk menggunakan media panggangan yang tidak membuat daging langsung terpapar oleh api sehingga kita pun tidak akan mudah terkena peningkatan risiko kanker.