Terbit: 3 Juni 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sariawan di tenggorokan memang jarang terjadi, tetapi jika tanpa pengobatan infeksi dapat menyebar lebih dalam ke sistem pencernaan dan bahkan ke organ tubuh! Lebih lanjut simak penjelasanya, mulai dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya.

Sariawan di Tenggorokan: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Sariawan di Tenggorokan?

Sariawan di tenggorokan adalah infeksi jamur pada kerongkongan atau saluran makanan. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut kandidiasis esofagus. Meski siapa pun dapat mengalaminya, kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, terutama pengidap HIV atau AIDS.

Kondisi ini terjadi akibat jamur Candida. Jamur jenis ini hidup di saluran pencernaan dan kulit. Kandidiasis esofagus jarang menimbulkan masalah. Namun, terkadang Candida dapat tumbuh di luar kendali dan menyebabkan infeksi. Sariawan suka tumbuh di tempat yang hangat, gelap, dan lembap, seperti mulut. Sementara sariawan esofagus adalah ketika infeksi terjadi di saluran makanan.

Tanda dan Gejala Sariawan di Tenggorokan

Gejala utama dari kandidiasis esofagus adalah disfagia, yang berarti kesulitan menelan karena sariawan ini menimbulkan luka kecil di dalam kerongkongan.

Gejala sariawan di tenggorokan lainnya yang mungkin terjadi, meliputi:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

  • Bercak atau lesi putih pada lapisan tenggorokan dan mungkin berdarah jika tergores.
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat menelan.
  • Sensasi terbakar atau gatal di tenggorokan.
  • Nyeri dada.
  • Mulut kering.
  • Mual atau muntah.
  • Refluks asam
  • Demam
  • Penurunan berat badan.

Penyebab Sariawan di Tenggorokan

Kandidiasis esofagus berkembang ketika jamur Candida di kulit atau di saluran pencernaan, seperti mulut atau tenggorokan, ini tumbuh berlebihan dan berkembang tidak terkendali yang menjadi infeksi.

Meski begitu, tidak diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab sariawan. Tetapi hal-hal tertentu mungkin memicu sariawan pada beberapa orang atau meningkatkan risiko mengalaminya, termasuk:

  • Kepekaan terhadap makanan asam atau pedas, kopi, cokelat, telur, stroberi, keju, dan kacang-kacangan.
  • Cedera mulut yang ringan, seperti dari perawatan gigi atau pipi bagian dalam tergigit.
  • Menggunakan obat kumur dan pasta gigi yang mengandung sodium lauryl sulfate.
  • Kekurangan nutrisi, termasuk zat besi, zinc, folat, atau vitamin B-12.
  • Stres emosional.
  • Fluktuasi hormonal saat menstruasi.
  • Infeksi virus.
  • Bakteri tertentu di dalam mulut.
  • Helicobacter pylori (H. pylori), bakteri yang juga menyebabkan tukak lambung.

Kekebalan Tubuh yang Lemah

Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terlalu lemah untuk melawan infeksi. Berikut ini beberapa faktor yang meningkatkan risiko sistem kekebalan tubuh yang lemah:

  • HIV atau AIDS.
  • Diabetes mellitus.
  • Kanker. 
  • Obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid (prednison).

Beberapa kondisi medis faktor lainnya juga dapat menjadi penyebab sariawan di tenggorokan, termasuk:

  • Penyakit celiac.
  • Inflammatory bowel disease (IBD) atau radang usus, seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.
  • Penyakit Behcet.

Gaya Hidup

Faktor gaya hidup tertentu juga membuat seseorang lebih rentan terkena kandidiasis esofagus. Faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini, meliputi:

  • Merokok. 
  • Memakai gigi palsu. 
  • Memiliki kebersihan mulut yang buruk. 
  • Minum obat yang menyebabkan mulut kering.
  • Minum antibiotik.

Meskipun kandidiasis esofagus biasanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, orang sehat juga dapat mengalami kondisi tersebut. 

Meski dapat terjadi pada siapa pun, tetapi sariawan ini lebih sering terjadi pada remaja dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Riwayat keluarga juga tampaknya berperan dalam mengapa beberapa orang mengalami sariawan berulang.

Baca Juga: Sariawan: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

Diagnosis

Dokter biasanya dapat mendiagnosis kandidiasis esofagus hanya dengan memeriksa dan melihatnya ke bagian dalam tenggorokan. Terkadang dokter akan mengambil sedikit sampel dari tenggorokan. Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk pengujian dan pemeriksaan di bawah mikroskop.

Dokter juga dapat mendiagnosis kondisi ini dengan melakukan endoskopi, merupakan prosedur untuk memeriksa saluran pencernaan menggunakan tabung dengan cahaya dan kamera. Dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur tanpa melakukan endoskopi untuk melihat apakah gejala pasien membaik.

Komplikasi

Kandidiasis esofagus dapat menyebar dengan cepat dan mungkin berat. Tanpa pengobatan, atau jika pengobatan gagal, penderitanya dapat mengembangkan kondisi berikut:

  • Candidemia, infeksi Candida darah.
  • Candida organ, seperti jantung dan paru-paru.
  • Sepsis, kondisi yang dapat mengancam jiwa.
  • Penurunan berat badan dan kekurangan gizi karena kesulitan menelan.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih rentan mengembangkan komplikasi serius. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah juga membuat pengobatan awal gagal atau harus mencoba beberapa obat berbeda untuk menemukan obat yang efektif.

Pengobatan Sariawan di Tenggorokan

Biasanya sariawan akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, terkadang orang dengan sariawan mengembangkan kondisi yang lebih berat (stomatitis aftosa mayor).

Meskipun tidak memerlukan perawatan, obat sariawan di tenggorokan yang dijual bebas (OTC) dapat membantu menghilangkan rasa sakit selama proses penyembuhan, termasuk:

  • Obat kumur yang mengandung mentol atau hidrogen peroksida.
  • Semprotan mulut topikal yang mengandung benzokain atau fenol.
  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen.
  • Tenggorokan atau amandel bisa sulit dijangkau, jadi obat kumur mungkin merupakan cara termudah.
  • Ketika pulih dari sariawan, cobalah untuk mengurangi makanan pedas atau asam, yang dapat mengiritasi sariawan.

Jika memiliki sariawan yang berukuran sangat besar atau kecil, pertimbangkan untuk memeriksakan ke rumah sakit. Dokter mungkin akan meresepkan obat kumur steroid untuk mempercepat perawatan dan pengobatan.

Ada banyak obat sariawan di tenggorokan berupa semprotan mulut tidak untuk anak-anak. Untuk itu, konsultasikanlah dengan dokter Anak untuk mendapatkan pengobatan alternatif yang aman.

Baca Juga: 11 Cara Mengobati Sariawan dengan Cepat (Mudah & Efektif)

Pencegahan Sariawan di Tenggorokan

Siapa pun dapat mengurangi risiko terkena sariawan esofagus dengan cara berikut:

  • Makan yoghurt setiap kali minum antibiotik.
  • Mengobati infeksi jamur vagina.
  • Menjaga kebersihan mulut yang baik.
  • Pergi ke dokter gigi untuk pemeriksaan rutin.
  • Kurangi jumlah makanan manis.
  • Batasi jumlah makanan yang mengandung ragi.

Meskipun pengidap HIV dan AIDS memiliki risiko lebih tinggi terkena sariawan, dokter jarang meresepkan obat antijamur untuk pencegahan. Ragi bisa menjadi resisten terhadap pengobatan. Jika memiliki HIV atau AIDS, Anda dapat mengurangi risiko infeksi sariawan esofagus dengan meminum obat terapi antiretroviral (ART) berdasarkan resep dokter.

 

  1. Kahn, April. 2018. Esophageal Thrush (Candida Esophagitis). https://www.healthline.com/health/candida-esophagitis (Diakses pada 3 Juni 2021)
  2. Santos-Longhurst, Adrienne . 2019. How to Recognize and Treat a Canker Sore on Your Tonsil. https://www.healthline.com/health/canker-sore-on-tonsil (Diakses pada 3 Juni 2021)
  3. Sissons, Claire. 2020. Canker sore in the throat: Remedies, causes, and more. https://www.medicalnewstoday.com/articles/canker-sore-in-throat#_noHeaderPrefixedContent (Diakses pada 3 Juni 2021)
  4. Villines, Zawn. 2018. What to know about esophageal thrush. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323282 (Diakses pada 3 Juni 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi