Terbit: 25 Maret 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Karena sayang dengan nasi kemarin yang masih sisa, banyak orang yang menghangatkannya kembali untuk sarapan. Terkadang, kita juga menjadikannya bahan nasi goreng yang memang sering dijadikan sarapan. Hanya saja, sebuah pertanyaan muncul. Sebenarnya apakah tidak apa-apa jika kita makan nasi sisa kemarin?

Sarapan Nasi Kemarin, Berbahayakah bagi Kesehatan?

Dampak sarapan dengan nasi sisa kemarin

Pakar kesehatan dr. Ari Fahrial Syam menyebut nasi kemarin yang dipanaskan kembali bisa jadi kurang baik untuk dikonsumsi saat sarapan. Hal ini disebabkan oleh proses pemanasan kembali yang bisa saja meningkatkan kadar kalori dan kolesterol di dalamnya, apalagi jika kita mengolahnya menjadi nasi goreng.

Selain itu, terkadang kita juga tidak menyadari jika ada bagian nasi yang sebenarnya sudah basi atau tidak layak lagi untuk dikonsumsi. Jika kita sampai mengonsumsi nasi yang sudah basi ini, dikhawatirkan akan mengalami keracunan makanan yang tentu akan membuat badan lemas dan justru mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebenarnya, nasi termasuk dalam makanan yang mudah dicek kondisi kelayakannya. Cukup dengan mengecek aroma, tekstur, dan warnanya, kita sudah bisa mengetahui nasi ini masih layak dikonsumsi atau tidak karena biasanya sangat berbeda dibandingkan dengan nasi yang baru dimasak.

Jika kita mengonsumsi nasi kemarin, bisa jadi kita akan mengonsumsi spora bakteri bacillus ereus yang cenderung mampu berkembang dengan sangat cepat, apalagi jika nasi sempat dibiarkan dalam kondisi terbuka di suhu ruangan selama beberapa saat sebelum dimasak kembali. Bakteri inilah yang bisa menyebabkan keracunan makanan.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Pakar kesehatan menyebut nasi sisa sebaiknya hanya ditempatkan di suhu ruangan selama 1 jam saja sebelum diletakkan di lemari es. Setelahnya, kita bisa menghangatkannya kembali dengan menggunakan dandang. Pastikan untuk memanaskannya satu kali saja, bukannya berkali-kali karena bisa jadi akan membuatnya memiliki kandungan beracun. Nasi juga sebaiknya hanya dihangatkan kembali sekali saja.

Lebih baik nasi dihabiskan sekali masak

Pakar kesehatan dari National Health Services (NHS) Inggris, menyebut nasi yang didiamkan di dalam suhu ruangan dalam waktu yang lama bisa saja mengalami perkembangan spora bakteri bacillus ereus yang bisa memicu muntah-muntah dan diare. Gejala ini bisa muncul sekitar satu hingga lima setelah kita mengonsumsi nasi yang sudah terkontaminasi tersebut. Dalam banyak kasus, gejala ini bisa berlangsung hingga 24 jam lamanya.

Semakin lama nasi ditempatkan di suhu ruangan, semakin besar kemungkinan nasi terpapar bakteri. Karena alasan inilah kita haris pandai-pandai menyimpan nasi atau menghangatkannya kembali jika dibutuhkan.

NHS sangat menyarankan kita untuk menghabiskan nasi yang dimasak sekali. Hal ini berarti, kita memang harus pandai-pandai mengatur porsi beras yang dijadikan nasi agar tidak berlebihan atau kurang. Hanya saja, jika memang nasi tetap sisa, pastikan untuk segera disimpan di lemari es dan ditutup dengan rapat sebelum benar-benar dihangatkan kembali. Selain itu, pastikan bahwa nasi memang masih dalam kondisi layak sebelum dipanaskan atau dikonsumsi kembali.

Nasi sisa kemarin cocok bagi penderita diabetes?

Banyak orang yang menyebut nasi sisa kemarin cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes karena memiliki kadar gula darah yang lebih rendah. Sayangnya, pakar kesehatan menyebut hal ini sebagai mitos belaka.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang membuktikan anggapan bahwa nasi sisa kemarin aman untuk dikonsumsi diabetes. Hanya saja, nasi sisa kemarin memang tidak seenak nasi yang masih baru, apalagi jika nasi sisa kemarin ini sudah dalam kondisi dingin. Hal ini membuat penderita diabetes bisa menjaga porsi makannya agar tidak berlebihan sehingga tentu akan baik bagi kondisinya.

Melihat fakta ini, sebaiknya penderita diabetes lebih memperhatikan porsi makanannya agar tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya demi menjaga kadar gula darah tetap seimbang dan mencegah datangnya komplikasi.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi