Terbit: 28 Januari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ali Khomsan, Guru Besar Pangan dan Gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebut kebiasaan sarapan masyarakat Indonesia termasuk sangat buruk bagi kesehatan. Sebagai contoh, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI, dihasilkan fakta bahwa lebih dari 26 persen anak-anak di Indonesia hanya minum air, susu dan teh sebagai sarapan. Padahal, mereka sebenarnya membutuhkan asupan gizi yang jauh lebih baik.

Sarapan Masyarakat Indonesia Masih Kurang Sehat

Pentingnya sarapan bagi kesehatan.

Ali menyebut sarapan memiliki dampak besar bagi produktivitas seseorang. Sebagai contoh, jika kita mengonsumsi sarapan sehat, maka kita pun akan mendapatkan asupan glukosa dan zat besi yang menyediakan energi bagi otak. Selain itu, sarapan juga memberikan pengaruh besar bagi kondisi emosi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menghasilkan fakta bahwa anak-anak yang tidak sarapan cenderung lebih mudah terpancing emosinya dan mengalami gangguan perilaku saat berada di sekolah.

Ali juga menyebut orang-orang yang tidak sarapan memiliki kemungkinan menyalahkan orang lain meskipun sebuah kesalahan sebenarnya terkait dengan apa yang mereka lakukan sendiri. Sementara itu, anak-anak yang sarapan cenderung memiliki prestasi akademik yang jauh lebih baik.

Data dari Riskesdas juga membuktikan bahwa hanya sekitar 10,6 persen anak Indonesia saja yang memenuhi asupan 30 persen energi saat sarapan. Bahkan sekitar seperempat anak Indonesia hanya mengonsumsi sarapan yang berisi karbohidrat seperti nasi, kerupuk, dan garam. Padahal, anak-anak juga membutuhkan nutrisi lain seperti zinc, asam lemak omega 3 magnesium, dan berbagai macam vitamin seperti vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E.

Beberapa dampak buruk yang akan dialami jika kita tidak sarapan

Selain sarapan dengan nutrisi yang tidak seimbang, masih banyak orang yang malas sarapan karena tidak memiliki waktu yang cukup untuk memasak atau makan. Jika kita juga termasuk dalam orang-orang yang melewatkan sarapan, maka risiko untuk terkena masalah kesehatan pun meningkat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Cetaphil Promo - Advertisement

Berikut adalah beberapa dampak kesehatan yang akan terjadi jika kita melewatkan sarapan.

  1. Peningkatan berat badan

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan sarapan demi menurunkan berat badan sama sekali tidak efektif. Penelitian membuktikan bahwa hal ini seringkali kebiasan malas sarapan akan membuat kita mengalami peningkatan berat badan. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang lapar selama pagi hingga siang hari sehingga kita justru akan mengonsumsi camilan tidak sehat dan makan siang dengan porsi yang lebih banyak. Hal ini akan membuat asupan kalori menjadi berlebihan.

  1. Ketidakseimbangan hormon

Berdasarkan sebuah penelitian yang ada dalam jurnal berjudul Appetite, dihasilkan fakta bahwa kaum hawa yang jarang sarapan cenderung lebih rentan terkena masalah ketidakseimbangan hormon. Gejala dari kondisi ini adalah ketidakteraturan siklus menstruasi, gejala pre-menstruasi yang jauh lebih terasa, dan nyeri saat menstruasi yang jauh lebih terasa.

  1. Tidak bisa fokus

Mereka yang tidak sarapan cenderung sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir. Hal ini disebabkan oleh otak yang sama sekali tidak mendapatkan asupan energi yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut. Bagi mereka yang bekerja dengan menggunakan mesin atau peralatan yang berbahaya, tidak sarapan bisa memberikan dampak yang berbahaya karena meningkatkan risiko terkena kecelakaan.

  1. Tubuh yang lemas

Tidak adanya sumber energi yang bisa didapatkan dari sarapan akan membuat kadar gula darah sangat rendah dan hal ini akan membuat tubuh menjadi lemas dan lesu. Selain itu, kita juga bisa mengalami gejala pusing kepala, jantung berdebar-debar, atau bahkan tubuh yang gemetaran. Hal ini tentu akan membuat kita tidak bisa beraktivitas dengan normal.

Melihat fakta-fakta ini, kita memang sebaiknya selalu sarapan dengan makanan yang memiliki kadar gizi yang seimbang setiap hari demi tetap sehat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi