Terbit: 20 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Orang yang sedang menjalani diet atau menurunkan berat badan biasanya mengharamkan apapun yang berkaitan dengan cokelat, baik itu permen, biskuit, permen, dan lain-lain, namun menurut sebuah penelitian terbaru, disebutkan bahwa kita bisa makan kue cokelat saat sarapan jika ingin menurunkan berat badan. Kok bisa?

Ingin Langsing? Sarapan Saja dengan Kue Cokelat

Manfaat Sarapan dengan Kue Cokelat

Sebenarnya, tak hanya dengan makan kue cokelat, pakar kesehatan menyebut makanan yang tinggi kandungan protein dan karbohidrat tinggi lainnya cocok untuk dikonsumsi saat sarapan jika memang ingin menurunkan berat badan.

Dalam studi ini, para peneliti mengecek dampak makan kue cokelat bagi penurunan berat badan. Sekitar 190 partisipan dengan ukuran tubuh yang gemuk dilibatkan dalam penelitian ini. Para partisipan ini dibagi menjadi dua grup. Grup pertama diminta untuk sarapan dengan donat dan kue cokelat. Sementara itu, grup lainnya diminta untuk mengonsumsi makanan dengan porsi dan kalori yang lebih rendah. Hal ini dilakukan selama 32 minggu.

Setelah waktu tersebut, kedua grup partisipan dicek berat badannya. Mereka sama-sama mengalami penurunan berat badan dengan jumla yang cenderung sama, namun ditemukan fakta bahwa mereka yang mengonsumsi sarapan dengan kadar kalori rendah cenderung ingin mengonsumsi camilan atau makanan manis dan tinggi kandungan karbohidrat di siang hari lebih besar. Hal ini bisa mempengaruhi kegagalan diet dengan signifikan. Sementara itu, mereka yang sarapan dengan makanan manis cenderung tidak begitu tertarik dengan makanan manis saat makan siang.

Para peneliti menyebut kebiasaan makan makanan manis atau tinggi kandungan karbohidrat di waktu siang atau malam menjadi salah satu pemicu utama naiknya berat badan atau kegagalan diet. Hal ini disebabkan oleh laju metabolisme tubuh yang secara alami memang menurun di jam-jam tersebut. Asupan kalori yang tinggi tentu akan membuat berat badan naik.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Sarapan dengan kue cokelat ternyata juga bisa membantu menghilangkan rasa mudah lapar di siang hari atau sebelum jam makan siang. Hal ini disebabkan oleh kemampuan cokelat dalam membuat tubuh mengendalikan hormon ghrelin dengan lebih baik. Sebagai informasi, hormon ini mengendalikan nafsu makan kita.

“Sebenarnya, tidak masalah untuk sesekali mengonsumsi makanan manis karena bisa membantu kita mengendalikan nafsu makan. Sarapan dengan kue cokelat atau makanan manis lainnya terbukti bisa membantu menurunkan atau menjaga berat badan,” ucap pakar kesehatan Maria-Paula Carrillo.

Berbagai Manfaat Lain Sarapan dengan Cokelat

Selain bisa membantu menurunkan berat badan, pakar kesehatan menyebut ada beberapa manfaat kesehatan lain yang bisa didapatkan jika kita sarapan pagi dengan cokelat.

Berikut adalah manfaat-manfaat tersebut.

  1. Bisa Membuat Aliran Darah Naik

Kandungan kakao di dalam cokelat bisa membuat darah menjadi lebih encer dan akhirnya membuat sirkulasi darah naik. Hal ini akan membuat tubuh terasa jauh lebih bugar dan fit.

  1. Bisa Meningkatkan Fungsi Otak

Naiknya sirkulasi darah akan berimbas positif pada otak. Otak yang mendapatkan nutrisi dan oksigen dalam jumlah banyak akan membuat fungsinya meningkat. Selain itu, keberadaan flavonoid di dalam cokelat bisa mencegah peradangan sehingga kita pun akan lebih produktif.

  1. Menurunkan Risiko Stroke

Rutin makan cokelat hingga 45 gram setiap minggu bisa membantu menurunkan risiko terkena stroke hingga 20 persen.

  1. Membuat Kesehatan Mental Meningkat

Cokelat bisa membuat suasana hati meningkat, menghilangkan stres, dan membuat kita berpikir dengan lebih jernih.

  1. Baik bagi Kesehatan Jantung

Cokelat bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan memperbaiki kesehatan jantung dengan signifikan.

 

Sumber:

  1. Pappachan, Varsha. 2018. You Can Lose Weight By Eating Chocolate Cake!. boldsky.com/health/diet-fitness/2018/you-can-lose-weight-eating-chocolate-cake-121909.html. (Diakses pada 20 November 2019).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi