Terbit: 21 Januari 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Beberapa tahun belakangan istilah sapiosexual semakin beredar luas di masyarakat dan semakin banyak orang yang melabeli dirinya sebagai seorang sapioseksual. Seorang sapioseksual tertarik secara seksual pada orang lain karena kecerdasannya. Apa itu sapiosexual sebenarnya? Apakah merupakan sebuah orientasi seksual?

Sapiosexual, Ketika Kecerdasan Menjadi Daya Tarik Seksual

Apa Itu Sapiosexual?

Berbicara soal ketertarikan seksual, setiap orang tentunya memiliki pemikiran yang berbeda-beda tentang apa yang membuat mereka merasa tertarik pada orang lain.

Ada seseorang yang tertarik secara seksual pada seseorang yang dianggapnya rupawan. Di sisi lain, terdapat juga orang yang tertarik pada orang lain karena kepribadiannya, gaya berpakaiannya, atau bahkan profesinya.

Sapiosexual adalah seseorang yang melihat kecerdasan sebagai sesuatu yang menarik secara seksual dalam diri seseorang. Sederhananya, seorang sapioseksual akan merasa tertarik secara seksual pada seseorang yang dianggapnya cerdas, bahkan tanpa melihat pada gender orang tersebut.

Dilansir dari Psychology Today, istilah sapiosexual ini berasal dari kata ‘sapien’ dan ‘seksual’. Kata ‘sapien’ sendiri berasal dari Bahasa latin kuno yang memiliki arti ‘bijaksana’.

Kata sapiosexual mulai dikenal luas dan menjadi perdebatan sejak tahun 2014, di mana sebuah situs kencan online bernama OKCupid menambahkan sapioseksual sebagai salah satu pilihan orientasi seksual. Selain orientasi ini, situs ini juga menambahkan orientasi seksual lain seperti aseksual dan androgini.

Ciri-Ciri Sapiosexual

Bagaimana caranya mengetahui bahwa Anda merupakan seorang sapioseksual? Dilansir dari Love Dignity, berikut adalah beberapa ciri-ciri yang menandakan seorang sapioseksual:

1. Percakapan Cerdas Lebih Menarik Dibandingkan Foreplay

Seorang sapiosexual mendambakan percakapan intelektual seperti kebanyakan orang menginginkan seks.

Foreplay fisik menjadi salah satu cara untuk membangkitkan gairah sebelum melakukan hubungan seksual. Bagi seorang sapioseksual, percakapan intelektual akan lebih membangkitkan gairah dibandingkan dengan foreplay fisik.

2. Menginginkan Kencan Pertama yang Melibatkan Intelektual

Menonton film atau makan bersama biasanya menjadi pilihan kebanyakan orang untuk kencan pertama.

Hal ini bisa juga dilakukan oleh seorang sapioseksual, namun kesempatan untuk memiliki perbincangan intelektual tentunya akan lebih menarik bagi mereka. Pergi ke toko buku atau tempat lain yang dapat menunjukkan seberapa intelektual orang yang berkencan dengannya adalah hal diinginkan seorang sapioseksual.

3. Menghargai Kecerdasan Emosional

Selain mementingkan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional juga penting bagi seorang sapiosexual. Seseorang yang memiliki kecerdasan emosional akan memiliki empati yang cukup dan dapat bereaksi sesuai dengan apa yang orang katakan dan lakukan padanya.

 4. Lebih Terkesan dengan Kerendahan Hati

Kebanyakan sapioseksual terkesan dengan kerendahan hati seseorang dan tidak menyukai kesombongan. Apabila Anda memiliki berbagai prestasi yang dapat dibanggakan hingga membuat Anda sombong, seorang sapioseksual tidak akan tertarik pada hal tersebut.

5. Tidak Menyukai Obrolan Ringan

Obrolan ringan tentang hal-hal yang sudah umum biasanya membuat seorang sapiosexual merasa bosan dan tidak tertarik. Sapioseksual lebih menyukai percakapan yang mendalam, penuh makna, dan tentunya melibatkan intelektual.

6. Tertarik pada Orang yang Memiliki Selera Tertentu

Setiap orang tentunya cenderung berharap mendapatkan pasangan yang memiliki selera sama dengannya, bukan?

Begitu juga dengan sapioseksual, memiliki pasangan yang memiliki selera yang mirip adalah hal yang cukup penting. Namun seorang sapiosexual lebih cenderung menyukai orang yang punya selera tertentu, bukan orang yang hanya sekedar menyukai sesuatu karena sebuah tren.

7. Memerhatikan Tata Bahasa

Bagi seorang sapioseksual, tata bahasa merupakan hal yang cukup penting. Ketika menerima pesan teks dengan bahasa yang menurutnya ‘alay’, seorang sapioseksual dapat merasa terganggu dan hal tersebut sangat menurunkan ketertarikannya.

8. Melihat Kecerdasan Di Atas Segalanya

Sapiosexual mengutamakan kecerdasan, baik emosional maupun intelektual, di atas segalanya. Ketika sudah tertarik dengan kecerdasan seseorang, penampilan fisik atau bahkan gender menjadi hal yang tidak begitu penting baginya.

9. Ingin Didengar

Setiap orang tentunya ingin didengarkan ketika berbicara. Namun hal ini begitu penting bagi seorang sapioseksual. Mereka akan tertarik pada orang yang benar-benar mendengarkan mereka dan memahami apa yang mereka bicarakan.

10. Menginginkan Seseorang yang Dapat Menahan Diri dalam Percakapan

Menguasai sebuah percakapan intelektual penting bagi seorang sapiosexual. Namun yang lebih penting lagi adalah bahwa orang tersebut juga dapat menempatkan diri dengan baik dalam percakapan tersebut.

Apakah Sapiosexual Termasuk Orientasi Seksual?

Sapiosexual pada dasarnya tidak dapat dikatakan sebagai sebuah orientasi seksual. Kebanyakan orang yang mengklaim dirinya seorang sapioseksual terkadang masih menyatakan dirinya adalah seorang heteroseksual atau homoseksual.

Hal ini dapat dikatakan bahwa seseorang dengan orientasi seksual apa saja bisa juga menjadi seorang sapioseksual. Dibandingkan dengan orientasi seksual, sapioseksual lebih dapat dikatakan sebagai preferensi dalam berkencan.

 

  1. ARBOINE, NIELLAH. 2019. What Does Sapiosexual Mean? This Is Why The Term’s Use Can Be Controversial. https://www.bustle.com/p/what-does-sapiosexual-mean-this-is-why-the-terms-use-can-be-controversial-18651054. (Diakses 21 September 2019).
  2. Blum, Steven. 2016. People Who Only Want to Fuck Smart People Created Their Own ‘Sexual Orientation. https://www.vice.com/en_us/article/43gd5p/sapiosexuals-people-who-only-have-sex-with-smart-people. (Diakses 21 September 2019).
  3. Fleszer, Anna. 2017. 10 Signs You’re a Sapiosexual & How To Deal With It. https://www.lovedignity.com/10-signs-youre-a-sapiosexual-how-to-deal-with-it/. (Diakses 21 September 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi