Benarkah Sambal Bisa Membantu Mengatasi Asam Urat?

sambal-doktersehat
Photo Source: resepista.blogspot.com

DokterSehat.Com– Salah satu penyakit yang cukup merepotkan adalah penyakit asam urat. Penyakit ini bisa membuat persendian terasa nyeri, kaku, atau bahkan sulit untuk digerakkan. Jika dulu penyakit ini dianggap identik dengan penyakit orang tua, kini asam urat bahkan bisa menyerang anak muda. Banyak orang yang berusaha untuk mengatasinya dengan bahan-bahan alami. Salah satunya adalah dengan menggunakan sambal.

Manfaat sambal bagi masalah asam urat

Banyak orang yang berpikir jika sambal yang merupakan salah satu lauk yang paling digemari masyarakat Indonesia bisa menurunkan peradangan pada persendian yang disebabkan oleh penyakit asam urat. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan capsaicin di dalam cabai, bahan utama dari sambal.

Dalam realitanya, capsaicin memang bisa membantu menurunkan tekanan darah, melancarkan sirkulasi darah, membakar kalori lebih banyak, sekaligus menurunkan risiko terkena berbagai macam penyakit ringan. Selain itu, capsaicin bisa membantu mengatasi peradangan sehingga diharapkan mampu menurunkan sensasi nyeri pada penderita asam urat. Kandungan ini juga merangsang produksi hormon endorphin yang bisa membantu mengatasi rasa nyeri.

Melihat fakta ini, penderita asam urat sepertinya memang bisa menggunakan sambal untuk mengatasi gejala asam urat yang diderita. Hanya saja, pastikan untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu demi mengetahui jenis sambal atau porsi sambal yang tepat. Selain itu, kita juga harus mematuhi dokter jika mereka meminta kita untuk rutin minum obat untuk mengatasi masalah kesehatan ini.

Berbagai manfaat sambal lainnya bagi kesehatan

Selain bisa memberikan manfaat bagi mereka yang menderita asam urat atau radang sendi, pakar kesehatan menyebut ada banyak manfaat kesehatan lain yang bisa didapatkan jika kita rutin makan sambal.

Berikut adalah manfaat-manfaat tersebut.

  1. Tinggi kandungan vitamin

Cabai biasanya memiliki kandungan kalori, lemak, dan gula yang rendah. Bahkan, cabai sama sekali tidak memiliki kandungan kolesterol sehingga aman untuk dikonsumsi oleh siapa saja. Kandungan cabai dan tomat di dalam sambal juga bisa membantu kita mendapatkan asupan vitamin C dan vitamin A dalam jumlah yang cukup tinggi.

Dengan mendapatkan asupan kedua jenis vitamin tersebut, maka tubuh akan mengalami peningkatan sistem kekebalan tubuh dan sistem metabolisme. Selain itu, proses penyerapan zat besi juga akan semakin meningkat. Selain itu, keberadaan vitamin C juga bisa membantu melawan paparan buruk radikal bebas pembawa penyakit. Sementara itu, vitamin A bisa membantu menjaga kesehatan mata sekaligus membantu mencegah datangnya peradangan dan penuaan dini.

  1. Bisa membantu menurunkan berat badan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2010 di UCLA Center for Human Nutrition menghasilkan fakta bahwa rutin makan sambal atau cabai bisa membantu menurunkan berat badan. Dalam penelitian ini, 34 orang diminta untuk mengonsumsi beberapa jenis makanan selama 28 hari.

Hasil dari penelitian ini adalah, partisipan yang rutin mengonsumsi cabai akan mendapatkan sejenis senyawa capsaicin yang disebut sebagai dihydrocapsiate (DCT). Kandungan inilah yang bisa membuat proses oksidasi lemak meninggak hingga dua kali lipat dan akhirnya membuat tubuh membakar lemak dalam jumlah yang lebih banyak. Hal inilah yang bisa membantu berat badan mudah turun.

  1. Bisa mencegah kanker

Kandungan capsaicin di dalam cabai bisa membantu meningkatkan proses apoptosis, proses pembuangan sel-sel yang sudah mati, rusak, dan tidak diperlukan lagi oleh tubuh. Jika sel-sel ini masih bertahan di dalam tubuh, bisa jadi akan berkembang dan menyebabkan datangnya kanker.

Kandungan antioksidan yang tinggi di dalam cabai juga bisa melawan paparan buruk radikal bebas yang bisa memicu datangnya kanker.