Memiliki masalah jerawat di kulit wajah bisa sangat mengganggu penampilan. Mengatasi jerawat juga mungkin sangat sulit, namun Anda dapat menghilangkannya dengan pilihan obat topikal jerawat. Ketahui jenis salep jerawat ampuh, salep penghilang bekas jerawat, dan tips mengatasi jerawat dengan cepat.

salep-jerawat-doktersehat

Jenis Salep Jerawat Ampuh

Jerawat adalah masalah kulit akibat penyumbatan di folikel rambut dan pori-pori akibat produksi minyak berlebih dan penumpukan sel-sel kulit mati. Jerawat dapat terjadi pada siapa saja di segala usia, namun paling sering dialami oleh remaja.

Sebagian besar orang mungkin pernah mengalami jerawat karena berbagai faktor seperti pengaruh hormon, tingkat stres, sel kulit mati, dan berbagai penyebab lainnya. Kondisi kulit ini dapat mengganggu penampilan, namun jangan khawatir karena ada beberapa rekomendasi salep jerawat dan salep penghilang bekas jerawat paling efektif yang dapat Anda gunakan.

Berikut ini adalah obat topikal atau obat dalam sediaan salep, krim, atau gel yang paling umum diresepkan untuk mengatasi jerawat, yaitu:

1. Benzoil Peroksida

Benzoil peroksida adalah obat yang mengandung antimikroba untuk mengatasi jerawat ringan yang dapat Anda gunakan baik dengan atau tanpa resep dokter. Anda dapat membeli obat topikal benzoil peroksida dalam sediaan salep, krim, gel, pembersih, atau toner kulit.

Manfaat benzoil peroksida adalah untuk membunuh bakteri penyebab jerawat dan digunakan minimal selama 4 minggu untuk menghilangkan jerawat. Dalam kondisi jerawat tertentu, dokter akan memberikan resep benzoil peroksida dalam dosis yang lebih tinggi dan kombinasi resep, seperti:

  • Kombinasi benzoil peroksida dan clindamycin
  • Kombinasi benzoil peroksida dan erythromycin
  • Kombinasi benzoil peroksida dan adapalene

Benzoil peroksida tidak mengatasi produksi sebum berlebih dan pelepasan sel-sel folikel kulit, jadi risiko jerawat kembali tetap ada setelah Anda berhenti menggunakannya.

Selain itu, benzoil peroksida juga mungkin menyebabkan efek samping seperti kulit kering, terkelupas, dan lebih sensitif terhadap sinar matahari. Anda dianjurkan untuk tetap menggunakan pelembap wajah untuk mengatasinya.

2. Asam Hidroksi Alfa (AHA)

Asam hidroksi alfa (AHA) sekelompok kandungan asam alami yang digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan kulit seperti kulit kering, keriput, noda kulit, dan jerawat.

Asam hidroksi alfa (AHA) juga termasuk dalam bahan aktif beberapa jenis kosmetik dan perawatan kulit dalam sediaan krim, pembersih wajah, atau losion. Kandungan ini juga dapat mengencangkan kulit, meningkatkan ketebalan kulit, dan memperbaiki kerusakan kulit akibat paparan sinar UV.

Asam hidroksi alfa (AHA) mampu mengatasi jerawat dengan mengurangi pori-pori besar, sel-sel kulit mati, sebum berlebih, dan mempercepat pergantian sel kulit untuk mengatasi bekas jerawat.

Salep jerawat ini akan bekerja dengan lebih baik apabila digunakan selama 2-3 bulan sebelum Anda melakukan perawatan jerawat. Anda juga tetap melakukan perawatan kulit sehari-hari agar hasilnya maksimal.

3. Salep Retinoid

Retinoid adalah sekelompok obat yang berasal dari vitamin A sintetis yang hadir dalam sediaan salep, krim, losion, dan gel. Retinoid digunakan untuk mengatasi komedo, garis-garis halus, serta jerawat mulai dari gejala ringan hingga parah.

Salep retinoid yang paling umum digunakan untuk mengobati jerawat adalah:

  • Differin (adapalene)
  • Retin-A (tretinoin)
  • Retin-A Micro (tretinoin)
  • Avage (tazarotene)
  • Tazorac (tazarotene)

Cara kerja salep retinoid adalah dengan meningkatkan pertumbuhan dan pergantian sel, mengelupas sel-sel kulit mati, dan mencegah penyumbatan pori-pori yang menyebabkan jerawat.

Cara menggunakan salep retinoid adalah dengan mengaplikasikan pada kulit berjerawat di malam hari 3 kali seminggu hingga dosis naik menjadi setiap hari bila kulit sudah terbiasa. Gunakan salep jerawat ampuh ini untuk perawatan jerawat selama 8-12 minggu untuk hasil maksimal.

4. Asam Azelaic

Asam azelaic adalah asam alami yang ditemukan pada produk hewani. Kandungan ini memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi untuk mengatasi gejala jerawat ringan. Asam azelaic hadir dalam sediaan salep, krim, atau pembersih wajah.

Cara kerja asam azelaic untuk menghilangkan jerawat adalah dengan menormalisasi pelepasan sel kulit mati dan mengurangi peradangan pada kulit berjerawat. Asam azelaic juga dapat meningkatkan hiperpigmentasi pascainflamasi atau menyembuhkan bekas lesi jerawat.

Gunakan salep asam azelaic 20% dua kali sehari selama sekitar 4 minggu hingga kondisi kulit kembali normal. Asam azelaic dikatakan lebih efektif dengan kombinasi eritromisin.

Walaupun terbukti efektif untuk menyembuhkan jerawat, harap berhati-hati menggunakan salep ini apabila Anda sedang hamil atau memiliki kulit sensitif karena dapat menimbulkan efek samping berupa kulit kemerahan, terbakar, dan iritasi

5. Salep Antibiotik

Salep antibiotik untuk jerawat yang paling umum adalah klindamisin dan eritromisin. Salep antibiotik ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat yaitu propioni acnes. Salep ini juga membantu meredakan peradangan dan mengatasi penyumbatan pori-pori.

Dokter akan memberi salep antibiotik untuk mengatasi jerawat sedang sampai parah dan biasanya digunakan bersama dengan obat topikal lainnya seperti retinoid topikal atau benzoil peroksida. Penggunaan salep antibiotik saja tidak dianjurkan karena akan meningkatkan efek samping akan kebal antibiotik.

Anda dapat menggunakan salep antibiotik di pagi hari dan salep retinoid di malam hari, atau dikombinasikan dengan benzoil peroksida untuk mengurangi risiko resistensi antibiotik.

6. Obat Kombinasi Topikal

Obat topikal kombinasi adalah obat dalam sediaan salep, krim, gel, atau lotion untuk kulit yang mengandung dua atau lebih kandungan anti jerawat.

Contoh obat kombinasi topikal yang paling umum adalah:

  • Acanya: Kombinasi klindamisin dan benzoil peroksida.
  • Benzamycin: Kombinasi benzoil peroksida dan eritromisin.
  • BenzaClin: Kombinasi benzoil peroksida dan klindamisin.
  • Duac: Kombinasi benzoil peroksida dan klindamisin.
  • Epiduo: Kombinasi adapalene dan benzoil peroksida.
  • Onexton: Kombinasi klindamisin dan benzoil peroksida.
  • Ziana: Kombinasi klindamisin dan tretinoin.

Obat kombinasi topikal bekerja untuk mengatasi bakteri, menormalisasi pelepasan sel kulit mati, dan mencegah penyumbatan pori-pori yang memicu jerawat dan komedo. Obat kombinasi topikal dikatakan lebih efektif mengatasi jerawat dibandingkan dengan antibiotik topikal saja.

7. Asam Salisilat

Asam salisilat adalah obat yang umum digunakan untuk menyembuhkan gejala jerawat ringan. Asam salisilat tersedia dalam produk salep, krim, dan gel. Cara kerja asam salisilat adalah dengan memperbaiki sel-sel kulit abnormal, membuka pori-pori, mencegah folikel rambut yang tersumbat, serta mencegah lesi.

Apabila digunakan secara teratur, salep asam salisilat juga dapat mencegah komedo dan mengatasi sebum atau minyak berlebih, namun ini tidak membunuh bakteri jadi jerawat dan masalah kulit lainnya mungkin kambuh lagi apabila Anda berhenti menggunakannya.

Anda juga harus berhati-hati terhadap efek samping asam salisilat seperti kulit gatal, ruam, kulit mengelupas, dan sensasi menyengat atau kesemutan.

8. Salep Sulfur

Sulfur atau belerang memiliki sifat antimikroba dan telah lama dijadikan sebagai pengobatan alami untuk berbagai kondisi kulit. Sulfur hadir dalam sediaan obat topikal atau salep, losion, dan gel yang termasuk dalam obat bebas.

Salep sulfur biasanya adalah hasil kombinasi dengan zat lain seperti alkohol dan asam salisilat. Manfaat sulfur adalah untuk mengatasi jerawat, komedo, peradangan kulit, menyerap sebum berlebih, serta mengatasi sel-sel kulit mati.

Cara kerja sulfur sama seperti benzoil peroksida dan asam salisilat, namun kandungan sulfur dianggap lebih lembut di kulit. Walaupun begitu, salep penghilang bekas jerawat sulfur sekarang kurang diminati karena memiliki efek samping yaitu menimbulkan perubahan warna kulit dan memiliki bau yang tidak sedap.

Baca Juga: Jerawat Batu: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, dll

9. Salep Dapson

Dapson adalah salep yang memiliki efek antibakteri dan antiinflamasi untuk mengatasi jerawat ringan hingga sedang terutama pada wanita dewasa dan remaja di atas usia 12 tahun, namun ini bukan salep jerawat untuk ibu hamil dan menyusui.

Salep dapson memiliki efek yang cukup lembut di kulit. Apabila menggunakan retinoid topikal terlalu keras untuk kulit Anda hingga membuat kulit menjadi sangat kering, maka Anda dapat menggunakan dapson sebagai alternatif.

Terdapat beberapa pilihan salep jerawat yang dapat Anda gunakan baik obat resep atau obat bebas, namun sebaiknya hanya menggunakan obat jerawat yang sesuai dengan tingkat keparahan jerawat dan kondisi kulit Anda. Menggunakan obat jerawat sembarangan hanya akan memperburuk kondisi kulit Anda.

Seberapa Efektif Salep Jerawat?

Cara kerja obat jerawat adalah dengan membantu mengurangi produksi minyak berlebih di kulit yang memicu penyumbatan pori-pori. Obat jerawat juga berperan untuk mempercepat regenerasi sel-sel kulit baru dan mengurangi efek peradangan kulit. Sebagian besar jenis obat topikal jerawat digunakan selama sekitar 4-8 minggu.

Beberapa jenis obat oral atau topikal untuk jerawat mungkin menyebabkan efek samping dan memperburuk kondisi kulit. Karena itu sangat penting untuk berkonsultasi ke dokter untuk meminta obat jerawat yang sesuai dengan jenis kulit, tingkat keparahan jerawat, usia, dan jenis kelamin.

Anda juga perlu mengikuti anjuran penggunaan obat topikal jerawat yang tepat, seperti membersihkan wajah dan mencuci tangan sebelum mengaplikasikan salep sesuai dengan yang diresepkan. Ini akan membantu obat bekerja lebih cepat dan memperbaiki kondisi kulit dengan lebih efektif.

Cara Memilih Salep Jerawat

Apabila Anda ingin menggunakan obat over-the-counter (OTC) atau obat bebas, maka Anda harus memilih salep berdasarkan:

  • Jenis Jerawat: komedo terbuka, tertutup, papula, pustula, nodul, dan untuk jerawat kistik parah mungkin tidak cukup hanya menggunakan obat topikal.
  • Tingkat Keparahan Jerawat: Benzoil peroksida dan asam salisilat untuk jerawat ringan, sementara untuk kondisi parah dapat menggunakan salep retinoid atau antibiotik.
  • Kesehatan Kulit: Ketahui obat topikal yang aman untuk kulit sensitif agar tidak memicu efek samping lain.
  • Jenis Kulit: Jenis kulit berminyak lebih mudah terkena jerawat, ketahui obat topikal yang mengurangi produksi minyak berlebih.
  • Kondisi Medis Keseluruhan: Meskipun menggunakan obat jerawat tanpa resep, tidak berarti semua kandungan aman untuk semua orang.
  • Tingkat Aktivitas: Jika Anda memiliki aktivitas padat dan berkeringat di siang hari, beberapa jenis salep mungkin tidak menyerap dengan baik dan disarankan menggantikannya dengan pemakaian di malam hari.

Itulah pembahasan lengkap tentang salep penghilang bekas jerawat. Anda mungkin perlu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit untuk kondisi jerawat parah yang tidak sembuh dalam 3-4 bulan perawatan dengan salep atau obat bebas.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

  1. Palmer, Angela. 2019. Topical Prescription Acne Treatments. https://www.verywellhealth.com/topical-prescription-acne-treatments-15629#topical-antibiotics. (Diakses pada 20 Februari 2020).
  2. WebMD. 2019. Understanding Acne Treatment. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/acne/understanding-acne-treatment#1. (Diakses pada 20 Februari 2020).
  3. mayoClinic. 2020. Acne. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/diagnosis-treatment/drc-20368048. (Diakses pada 20 Februari 2020).
  4. WebMD. 2020. ALPHA HYDROXY ACIDS (AHAs). https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-977/alpha-hydroxy-acids-ahas. (Diakses pada 20 Februari 2020).
  5. Palmer, Angela. 2019. How To Treat Acne with Benzoyl Peroxide. https://www.verywellhealth.com/all-about-benzoyl-peroxide-15861. (Diakses pada 20 Februari 2020).
  6. Cherney, Kristeen. 2018. Can You Use Sulfur for Acne Spots and Scars?. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/sulfur-for-acne#effect-on-each-acne-type. (Diakses pada 20 Februari 2020).
  7. Palmer, Angela. 2019. Treating Acne with Aczone (Dapsone). https://www.verywellhealth.com/aczone-dapsone-15884. (Diakses pada 20 Februari 2020).
  8. Cherney, Kristeen. 2019. Salicylic Acid vs. Benzoyl Peroxide: Which Is Better for Acne?. https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/salicylic-acid-vs-benzoyl-peroxide. (Diakses pada 20 Februari 2020).