Terbit: 1 Maret 2021 | Diperbarui: 2 Maret 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sakit telinga pada anak bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti tumbuh gigi, sakit tenggorokan, infeksi telinga, atau saluran eustachius tersumbat. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab telinga anak sakit dan cara mengatasinya.

Sakit Telinga pada Anak: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Sakit Telinga pada Anak

Berikut ini adalah beberapa penyebab telinga anak sakit yang harus dikenali oleh orang tua, di antaranya:

1. Otitis Media dengan Efusi

Otitis media dengan efusi terjadi ketika saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang hidung tersumbat. Hal ini menyebabkan cairan terkumpul di belakang gendang telinga.

Pada dasarnya pengobatan ditujukan untuk pengendalian gejala. Konsumsi acetaminophen atau ibuprofen dapat mengurangi rasa nyeri. Anda juga bisa menggunakan kompres hangat sesuai kebutuhan. Otitis media dengan efusi umumnya sembuh sendiri dalam 3 bulan.

2. Infeksi Telinga

Ketika saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah ke belakang hidung tersumbat dan cairan terkumpul di ruang telinga tengah, virus atau bakteri terkadang dapat tumbuh di dalam cairan dan menyebabkan rasa sakit (otitis media akut).

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

Sakit telinga pada anak biasanya terjadi setelah atau selama infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Otitis media akut lebih sering terjadi pada musim dingin.

3. Swimmer’s Ear

Swimmer’s ear (otitis eksterna) terjadi ketika ada infeksi di saluran telinga luar. Keadaan ini dapat terjadi jika kulit di saluran telinga teriritasi atau tergores dan kemudian berkembang menjadi infeksi.

Tetes antibiotik topikal bisa digunakan untuk mengatasi keadaan ini. Selain itu, ibuprofen atau acetaminophen juga dapat digunakan untuk mengontrol rasa sakit. Jika keadaan ini terjadi berulang kali, tindakan pencegahan meliputi:

  • Mengenakan penutup telinga saat berenang.
  • Mengeringkan telinga setelah berenang dengan pengering rambut.
  • Penggunaan obat tetes telinga yang mengandung acetic acid atau alkohol setelah berenang.

4. Disfungsi Saluran Eustachius

Saluran eustachius adalah selang yang membentang dari telinga tengah ke nasofaring (bagian belakang hidung dan bagian atas tenggorokan). Saluran ini membantu menyamarkan tekanan di seluruh membran timpani (gendang telinga), melindungi telinga tengah dari infeksi, dan membantu membersihkan sekresi telinga tengah.

Gejala disfungsi saluran ini termasuk sakit telinga, telinga terasa penuh, penurunan pendengaran, atau tinnitus. Perawatan melibatkan pengobatan penyebab yang mendasarinya, seperti:

  • Obati rhinitis alergi yang mendasari rinosinusitis, refluks laringofaring, GERD.
  • Mencegah paparan asap rokok.

5. Gangguan Sendi Temporomandibular

Masalah dengan sendi yang menghubungkan rahang ke tengkorak atau dikenal dengan sebutan sendi temporomandibular, dapat menyebabkan telinga anak sakit. Gejala tambahan gangguan sendi temporomandibular dapat mencakup nyeri rahang atau wajah, sakit kepala, nyeri saat mengunyah atau membuka mulut.

Gangguan sendi temporomandibular lebih sering terjadi pada anak di atas usia 10 tahun.

Perawatan yang bisa dilakukan adalah menghindari pemicu, latihan rahang, penggunaan bidai oklusal, dan penggunaan obat antiinflamasi pereda nyeri.

Baca Juga: Manuver Valsava, Cara Mengatasi Telinga Berdenging yang Cepat dan Ampuh!

Penyebab Sakit Telinga Lainnya

Selain penyebab seperti di atas, berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa membuat sakit pada telinga, antara lain:

  • Cedera saluran telinga. Memasukkan cotton bud atau kuku jari dapat menyebabkan luka di saluran telinga.
  • Abses saluran telinga. Infeksi folikel rambut di saluran telinga bisa sangat menyakitkan. Gejala ini terlihat seperti benjolan merah kecil dan terkadang berubah menjadi jerawat.
  • Kotoran telinga. Kotoran telinga yang keras dan besar dapat menyebabkan sakit telinga ringan. Jika kotoran terdorong oleh cotton bud, saluran telinga bisa tersumbat dan menyebabkan rasa sakit.
  • Benda asing di saluran telinga. Anak kecil mungkin menaruh benda kecil di liang telinganya. Hal ini akan menyebabkan rasa sakit jika benda tajam atau didorong sangat jauh.
  • Airplane ear. Jika saluran telinga tersumbat, peningkatan tekanan udara secara tiba-tiba dapat menyebabkan gendang telinga meregang. Hal ini biasanya terjadi saat turun untuk pendaratan. Hal ini juga bisa terjadi selama berkendara di ketinggian.
  • Tidak terkait dengan telinga. Sakit telinga juga bisa disebabkan oleh penyakit yang tidak ada di telinga. Infeksi amandel adalah contoh yang umum. Selain itu, kerusakan pada gigi geraham belakang bisa terasa seperti sakit telinga. Gondongan dan nyeri rahang (TMJ syndrome) juga dilaporkan menyebabkan  telinga sakit.

Baca Juga: Tetes Telinga: Jenis, Manfaat, Cara Pakai, Harga, dll

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera dapatkan bantuan dari dokter jika:

  • Nyeri telinga memburuk, terus-menerus atau tidak terkontrol dengan tindakan perawatan suportif.
  • Ada darah atau nanah yang keluar dari liang telinga.
  • Area di sekitar telinga mulai membengkak atau menjadi merah.
  • Anak Anda mengalami demam baru atau lebih tinggi.

Mengatasi Sakit Telinga pada Anak

Telinga anak sakit mungkin dapat lebih buruk saat berbaring, jadi usahakanlah agar anak duduk atau tidur dengan kepala ditinggikan. Selain itu, kompres hangat juga dapat membantu meredakan ketidaknyamanan telinga.

Acetaminophen atau ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan ketidaknyamanan, namun wajib mengikuti petunjuk pada label atau anjuran dari dokter.

Jangan memberikan aspirin kepada siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun. Obat ini telah dikaitkan dengan pengembangan sindrom Reye, penyakit yang menyebabkan pembengkakan di otak dan hati.

Jangan memasukkan apa pun ke dalam telinga, Anda hanya boleh membersihkan bagian luar telinga dengan waslap hangat.

Mencegah Telinga Anak Sakit

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengurangi gangguan telinga pada anak, di antaranya:

  • Pastikan anak Anda mendapatkan Vaksin PCV atau pneumococcal conjugate vaccine dan vaksin flu karena dapat mengurangi kemungkinan terkena infeksi telinga tengah.
  • Jangan membersihkan telinga dengan kapas atau benda tajam.
  • Hindari asap rokok dan siapa pun yang sedang flu (keduanya dapat meningkatkan kemungkinan infeksi telinga).
  • Pastikan anak membiasakan diri mencuci tangan, terutama setelah bermain di luar ruangan.
  • Tanyakan kepada dokter apakah penyumbat telinga dan obat tetes telinga khusus adalah ide yang baik untuk anak yang sering berenang.

 

  1. Anonim. Earache. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/earache/. (Diakses pada 1 Maret 2021).
  2. Anonim. First Aid: Earaches. https://kidshealth.org/en/parents/earaches-sheet.html. (Diakses pada 1 Maret 2021).
  3. Anonim. Ear Pain in Children. https://www.mottchildren.org/posts/your-child/ear-pain-children. (Diakses pada 1 Maret 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi