Mengapa BAB Pertama Setelah Persalinan Sangat Sakit dan Menyiksa?

BAB-setelah-melahirkan-doktersehat

DokterSehat.Com – Perjuangan wanita hamil tidak hanya berhenti setelah mereka melakukan persalinan saja. Lebih dari itu, wanita masih akan mengalami banyak masalah mulai dari luka pasca persalinan yang tidak akan sembuh secara instan. Selain itu, saat kencing dan buang air besar juga membuat wanita mengalami banyak kesulitan.

Beberapa wanita yang mengalami banyak jahitan saat persalinan mengaku mengalami sakit yang sangat besar saat BAB. Bahkan rasa sakit yang dialami membuat mereka seperti merasakan persalinan untuk yang kedua kalinya. Nah, kira-kira apa yang menyebabkan rasa sakit ini muncul dengan cukup kuat?

Penyebab BAB sakit pasca persalinan

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan BAB terasa sakit pasca persalinan. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan dengan saksama.

  1. Vagina mengalami luka

Saat melahirkan, area vagina akan mengalami luka akibat tekanan yang kuat dari bayi yang akan keluar. Tekanan yang kuat inilah yang menyebabkan vagina menjadi luka dan banyak yang robek area perineumnya. Saat robek inilah nyeri akan sering muncul meski hanya bergerak untuk jalan kaki.

Letak vagina dengan anus serta perineum segaris lurus sehingga kalau ada tekanan di anus akan terasa sakit hingga ke vagina. Oleh karena itulah wanita yang baru saja melahirkan akan merasakan sakit yang besar dan hampir sama dengan rasa sakit saat sedang melakukan persalinan.

  1. Jahitan yang belum sembuh

Jahitan di sekitar perineum tidak akan sembuh selama beberapa hari saja. Biasanya butuh beberapa minggu hingga benar-benar sembuh. Saat buang air besar, area perineum akan mendapatkan tekanan yang besar. Apalagi kalau WC yang digunakan masih jongkok, kemungkinan rasa sakit muncul akan semakin besar.

  1. Kemungkinan infeksi atau iritasi

Rasa sakit yang besar bisa jadi merupakan tanda adanya infeksi di jahitan. Terlebih kalau rasa sakitnya sering muncul meski sudah berminggu-minggu. Selalu cek jahitan setelah buang air kecil. Kalau ada kotoran segera bersihkan. Selain itu, selalu rutin menjaga sanitasi dari area selangkangan.

Degan rutin mengganti celana dalam, kemungkinan terjadi gangguan saat BAB akan rendah. Infeksi atau iritasi yang mengganggu tidak terjadi. Dengan menjaga area itu, peluang cepat kering dan luka sembuh juga besar. Jadi, jangan pernah sepelekan hal-hal sepele seperti mengganti celana dalam.

  1. Kurang bergerak

Kalau Anda kurang bergerak untuk sekadar olahraga ringan, rasa sakit di area vagina akan besar. Mengapa demikian? Karena saat bergerak, kemungkinan terjadi pencernaan yang baik akan besar. Jadi, semua makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa segera dikeluarkan setelah diserap sari makanannya.

Lakukan gerakan santai seperti banyak berjalan saja. Anda tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu berat seperti jogging atau angkat beban. Cukup jalan kaki mengelilingi rumah saat pagi hari. Kalau hanya berada di atas kasur saja, pencernaan akan mengalami gangguan.

  1. Kurang asupan serat harian

Kalau ingin buang air besar dengan lancar, Anda harus memperbanyak sayuran dan juga buah, setiap harinya. Dua hal ini adalah kunci kesuksesan lancar BAB. Anda bisa mengonsumsi sayuran dalam bentuk masakan atau dibuat menjadi jus bersama dengan buah-buahan.

Serat akan membuat pergerakan kotoran di dalam usus berjalan dengan lancar. Kondisi seperti sembelit yang mengganggu tidak akan terjadi.

  1. Mengejan terlalu kuat dan duduk terlalu lama

Mengejan terlalu lama atau duduk di toilet hingga bermenit-menit menyebabkan rasa sakit di area vulva semakin kuat. Itulah kenapa kalau ingin rutin buang air besar disarankan untuk lebih banyak minum air hangat setelah bangun tidur. Selanjutnya BAB akan menjadi lebih lancar dari sebelumnya.

Jangan masuk dahulu ke dalam toilet kalau belum merasakan nyeri di perut yang kuat. Tunggulah dengan duduk atau rebahan di kasur hingga benar-benar ingin BAB. Selanjutnya masuk dan segera keluarkan semuanya. Jangan tunggu sambil jongkok karena bisa menyebabkan rasa sakit.

  1. Karena otot pelvis menjadi lemah

Saat melahirkan, area pelvis akan mendapatkan tekanan yang kuat hingga janin bisa dikeluarkan dengan sempurna. Otot di sekitar vagina akan berkontraksi dan setelahnya menjadi kendur. Dampak dari kondisi ini adalah lemahnya otot pelvis sehingga apa saja yang dilakukan akan terasa sakit.

Otot pelvis tidak bisa serta-merta membaik dengan sendirinya. Wanita harus melakukan banyak latihan seperti melakukan kegel. Dengan melakukan hal itu, pelvis menjadi lebih kuat dan perlahan-lahan rasa sakit saat jongkok dan BAB tidak terasa lagi.

Mengurangi rasa sakit saat BAB pasca persalinan

Rasa sakit ketika BAB saat persalinan memang bisa terjadi kapan saja. Namun, Anda bisa mengurangi rasa sakit itu dengan melakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Lebih banyak mengonsumsi air putih setiap hari, Air putih akan menurunkan risiko terjadinya sembelit saat buang air besar. Begitu sudah tidak tahan akan BAB bisa segera dikeluarkan tanpa perlu duduk atau jongkok terlalu lama. Selain itu, Anda juga tidak perlu mengejan terlalu lama.
  • Perbanyak buah dan sayur khususnya yang memiliki serat tinggi. Makanan dengan kandungan serat tinggi akan membantu Anda dalam mengatasi sembelit.
  • Sebisa mungkin untuk minum air jika sudah merasa ingin atau kebelet. Tahan dahulu hingga tidak kuat lagi. Trik ini bisa dilakukan untuk Anda yang suka lama keluarnya di kamar mandi dan tidak ingin mengalami sakit di area vagina.

Demikianlah sedikit ulasan tentang penyebab rasa sakit saat BAB pasca melakukan persalinan dan cara meringankannya. Semoga informasi di atas bisa membantu Anda dalam memahami kesulitan-kesulitan saat persalinan dan setelahnya.