Sakit Perut Setelah Minum Kopi, Berbahayakah?

kopi-doktersehat
Photo Source: Flickr/Zacharias Korsalska

DokterSehat.Com– Kopi tak hanya dianggap sebagai minuman yang menghilangkan rasa kantuk saja. Kenikmatan minuman ini bahkan dianggap sebagai salah satu gaya hidup yang diterapkan oleh banyak orang, khususnya anak muda. Hanya saja, tidak semua orang bisa dengan tenang mengonsumsi kopi. Ada yang mengaku mengalami gejala sakit perut setelah mengonsumsinya. Sebenarnya, apakah hal ini menandakan sesuatu yang berbahaya pada kesehatan?

Kaitan antara kopi dengan sakit perut

Pakar kesehatan menyebut kopi sebagai minuman yang bisa mencegah datangnya kantuk dan menambah konsentrasi. Manfaat ini didapatkan dari kandungan kafein yang memang bersifat stimulan atau penambah energi. Hanya saja, pakar kesehatan juga menyarankan kita untuk membatasi asupan minuman ini maksimal dua cangkir saja setiap hari.

Kebanyakan orang meminumnya di pagi hari, tepatnya sebelum mulai melakukan aktivitas. Sayangnya, kebiasaan ini sering menyebabkan gejala sakit perut. Ternyata, hal ini disebabkan oleh kebiasaan minum kopi saat perut masih dalam kondisi kosong. Meskipun maksudnya baik, yakni ingin menghilangkan kantuk, minum kopi saat perut masih kosong bisa menyebabkan peningkatan asam lambung.

Sebagaimana kita ketahui, peningkatan kadar asam lambung bisa memicu rasa nyeri dan tidak nyaman pada ulu hati. Banyak orang yang bahkan mengalami gejala mual-mual dan muntah, apalagi jika kita memang memiliki riwayat penyakit maag tau GERD.

Saat perut yang kosong terpapar kafein, maka sifatnya yang bisa menjadi stimulan akan segera merangsang kinerja usus. Hal ini juga akan membuat kita mengalami sensasi kram perut atau bahkan perut mulas. Selain itu, jika kita terbiasa minum kopi susu atau latte, maka kita juga bisa saja mengalami sensasi sakit perut, kembung, hingga diare.

Tips minum kopi agar tidak mudah terkena sakit perut

Demi mencegah datangnya gejala sakit perut atau kenaikan asam lambung setelah minum kopi, pakar kesehatan menyrankan kita untuk mengisi perut terlebih dahulu. Tak harus makan nasi, kita bisa mengonsumsi biskuit atau roti sehingga asam lambung tidak akan mudah naik saat terpapar kafein.

Berikut adalah beberapa tips lain yang bisa membantu kita mencegah sakit perut setelah minum kopi.

  1. Jangan minum kopi sambil merokok

Banyak orang yang sengaja minum kopi sambil merokok karena dianggap bisa memberikan kenikmatan tersendiri. Mereka bahkan mengaku bisa kembali mendapatkan konsentrasi atau menemukan ide-ide segar saat melakukannya. Padahal, hal ini bisa meningkatkan risiko terkena asam lambung tinggi.

Kombinasi antara nikotin dan kafein ternyata akan merangsang produksi asam lambung lebih banyak sehingga risiko terkena sakit perut pun meningkat.

  1. Jangan sembarangan menerapkan pola makan

Penggemar kopi tidak boleh menerapkan pola makan yang sembarangan. Sebagai contoh, jika kita sering telat makan atau tidak sarapan namun hobi minum kopi, maka risiko untuk terkena serangan asam lambung akan meningkat. Selain itu, jika kita memang memiliki riwayat maag atau asam lambung tinggi, sebaiknya tidak sering mengonsumsi makanan berlemak, makanan pedas dan minuman beralkohol.

  1. Memilih kopi yang tepat

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memilih kopi berjenis arabika yang cenderung memiliki kadar kafein lebih rendah sehingga dianggap lebih aman bagi penderita maag. Kita juga sebaiknya tidak sering-sering mengonsumsi kopi instan karena kandungan gulanya cenderung tinggi. Selain itu, kita juga bisa memilih kopi berjenis dark roast.

Dengan menerapkan berbagai tips ini, maka kita pun bisa tetap meneruskan hobi minum kopi tanpa perlu khawatir akan mengalami efek samping berupa sakit perut.