Sakit Perut – Gejala, Penyebab dan Pengobatan

doktersehat gangguan perut saat puasa

DokterSehat.Com – Sakit perut merupakan penyakit sejuta umat, siapapun pasti pernah mengalaminya. Sakit perut adalah nyeri yang terjadi antara daerah dada dan panggul. Nyeri perut bisa menjadi kram, pegal, kesal, intermiten atau tajam. Ini juga disebut sakit perut.

Beberapa hal di bawah akan membedakan jenis sakit perut yang Anda alami – ditinjau dari gejalanya, kemudian langkah pertama untuk mengatasinya. Tentu saja, pada kasus-kasus yang berat Anda butuh bantuan dokter.

1. Maag

Maag atau radang lambung, yang juga dikenal sebagai tukak lambung, adalah luka yang menyakitkan di lapisan lambung. Maag adalah sejenis penyakit ulkus peptikum. Ulkus peptikum adalah luka yang memengaruhi lambung dan usus kecil.

Maag terjadi ketika lapisan lendir tebal yang melindungi perut dari cairan pencernaan berkurang. Ini memungkinkan asam-asam pencernaan untuk menggerogoti jaringan-jaringan yang melapisi perut, menyebabkan luka.

Maag bisa disembuhkan dengan mudah, tetapi bisa menjadi parah tanpa perawatan yang tepat.

Gejala gejala maag: Rasa nyeri di derah ulu hati, disertai keluhan lain seperti mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa – terutama ketika Anda lapar.

Penyebab maag: Macam-macam. Bisa karena makanan, terutama makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, dan sawi. Atau bisa juga disebabkan minuman seperti kopi, alkohol, dan soda. Selain faktor makanan, maag bisa dihubungan dengan faktor stres, merokok, dan konsumsi obat-obat penghilang rasa sakit termasuk obat rematik.

Mengobati maag: Sebenarnya obat-obatan anti-maag yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejalanya. Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tapi jika rasa sakit itu tidak berkurang, mungkin Anda perlu membuat janji dengan dokter. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung, seperti makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Mulai sekarang makanlah secara teratur.

2. Batu empedu

Batu empedu adalah endapan cairan pencernaan mengeras yang dapat terbentuk di kandung empedu. Kandung empedu Anda adalah organ kecil berbentuk seperti buah pir di sisi kanan perut, tepat di bawah hati. Kandung empedu menampung cairan pencernaan yang disebut empedu dan dilepaskan ke usus kecil.

Gejala batu empedu: Mereka yang memiliki batu pada kandung empedu biasanya merasakan nyeri ulu hati yang hilang timbul. Kadang kala, rasa nyeri itu seolah menjalar ke bagian belakang tubuh.

Penyebab batu empedu: Makanan berlemak atau bisa juga dikaitkan dengan kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Batu empedu adalah endapan kolesterol, bilirubin, atau garam kalsium lainnya yang terbentuk di kantung empedu atau di dekat saluran empedu.

Mengobati batu empedu: Jika menjalani pemeriksaan – yaitu dengan USG abdomen – sudah dipastikan adanya batu pada kandung empedu, maka sebaiknya Anda harus dioperasi. Apalagi jika batu itu batu kalsium atau batu non kalsium yang terlanjur membesar dan mengeras.

3. Usus buntu

Usus buntu adalah peradangan pada usus buntu, kantong berbentuk jari yang memproyeksikan dari usus besar di sisi kanan bawah perut Anda. Usus buntu tampaknya tidak memiliki tujuan khusus.

Gejala usus buntu: Nyeri pada perut bagian kanan bawah. Biasanya disertai mual dan muntah, serta nyeri terus-menerus. Kadang kala, rasa nyeri akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan akan terasa tidak enak dan meriang. Akibat rasa sakit yang hebat, kadang kala Anda tak sadar untuk memegangi terus bagian perut bagian kanan bawah sambil mengaduh.

Penyebab usus buntu: Kuman atau bakteri yang masuk. Jadi jika menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos.

Mengobati usus buntu: Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu (akut). Jika ya, barangkali Anda harus menginap di rumah sakit untuk operasi.

Operasi merupakan cara terbaik karena jika masalah ini didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus tersebut pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya sangat fatal.

4. Kolera

Kolera adalah penyakit bakteri yang biasanya menyebar melalui air yang terkontaminasi. Kolera menyebabkan diare berat dan dehidrasi. Jika tidak diobati, kolera dapat berakibat fatal dalam hitungan jam, bahkan pada orang yang sehat.

Gejala kolera: Perut Anda seperti ditekan, merasa nyeri terutama di perut bagian bawah, lalu diikuti kejang otot perut. Perasaan mual dan muntah-muntah biasanya datang setelah mencret. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB.

Penyebab kolera: Kuman Vibrio cholerae yang punya nama alias lain iBacillus coma. Kuman ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang tercemar.

Mengobati kolera: Ganti cairan tubuh yang hilang dengan garam oralit. Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan penderita sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus.

5. Batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan keras yang berasal dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal.

Batu ginjal memiliki banyak penyebab dan dapat memengaruhi bagian saluran kemih – dari ginjal ke kandung kemih. Seringkali, batu terbentuk ketika urine menjadi terkonsentrasi, memungkinkan mineral mengkristal dan saling menempel.

Gejala batu ginjal: Nyeri pada perut kiri atau kanan bawah yang menjalar menuju penis. Jika batu ginjal ini menyerang, boleh jadi Anda akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa hebat akibat saluran kemih (yang mirip selang) akan meregang kuat akibat menahan air seni yang tak bisa keluar.

Penyebab batu ginjal: Batu di saluran kencing (batu ureter). Nyeri yang dirasakan hilang timbul dan intensitas rasa sakitnya akan semakin bertambah hebat ketika Anda ingin kencing.

Mengobati batu ginjal: Sebenarnya penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat diminum untuk mengurangi rasa nyerinya. Tapi tentu saja itu tergantung intensitas rasa sakitnya, bahkan rasa sakit terlalu hebat. Pergi ke dokter merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan melalui suntikan. Atau jika batunya terlalu besar dan keras, maka prosedur operasi akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah pelajaran agar Anda rajin minum – terutama jika Anda bekerja di ruangan ber-AC.

6. Sembelit

Sembelit adalah kondisi sistem pencernaan di mana seseorang memiliki kotoran keras yang sulit dikeluarkan. Dalam kebanyakan kasus, ini karena usus besar telah menyerap terlalu banyak air dari makanan yang ada di usus besar.

Gejala sembelit: Nyeri pada perut yang hilang timbul, lokasinya berada di sekitar pusar. Nyeri ini muncul berkaitan dengan makanan yang Anda konsumsi atau akibat susah buang air besar.

Penyebab sembelit: Akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang makan sayuran. Pada kasus yang berat, sembelit bisa disebabkan karena adanya halangan mekanis pada usus seperti radang pada dinding usus, kanker, atau usus yang menonjol keluar.

Mengobati sembelit: Konsumsilah obat pencahar. Sesuaikan dengan penyebab sembelitnya, jika penyebabnya kotoran Anda terlalu keras beli obat pencahar yang melunakkan tinja, atau pilihlah obat pencahar yang membuat saluran pencernaan terasa penuh sehingga menimbulkan rangsangan untuk BAB, atau pilihlah pencahar yang bisa menyerap cairan.

7. Disentri

Disentri adalah infeksi usus yang menyebabkan diare berat dengan darah. Dalam beberapa kasus, lendir dapat ditemukan di tinja. Ini biasanya berlangsung selama 3 hingga 7 hari.

Gejala disentri: Rasa mulasnya barangkali hampir sama ketika istri Anda hendak melahirkan. Yang bikin kesal Anda harus bolak-balik ke WC untuk BAB. Sehari mungkin Anda bisa 20 hingga 30 kali BAB, dan kotoran Anda akan mencret serta berlendir. Terkadang, kotoran itu disertai darah.

Penyebab disentri: Konsumsi makanan kotor yang telah terinfeksi kuman shigela dissentri atau amuba usus.

Mengobati disentri: Untuk mengobatinya, terlebih dahulu Anda harus mengganti cairan yang telah keluar dengan garam oralit. Pemberian antibiotika sangat penting untuk membunuh kuman. Tapi tetap saja upaya pencegahan lebih penting ketimbang pengobatan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta menjaga makanan dan minuman dari kotoran.