Terbit: 24 Maret 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo


Sebagian besar penduduk di dunia pasti pernah merasakan sakit kepala meskipun hanya satu kali. Penyakit ini bahkan menjadi jenis penyakit langganan pada beberapa orang. Apakah Anda juga sering merasakan kondisi ini? Baca terus untuk menemukan penyebab, jenis-jenis, cara menghilangkan, dan beberapa informasi terkait lainnya.

sakit-kepala-doktersehat

Apa Itu Sakit Kepala?

Sakit kepala adalah rasa sakit atau sensasi tidak nyaman di area kepala dan sekitarnya. Lokasi titik nyeri kepala cukup beragam. Rasa sakit dapat muncul di satu sisi kepala, dua sisi, menyeluruh, atau satu titik saja.

Rasa sakit yang dirasakan semua orang belum tentu sama sensasinya. Ada sakit dengan sensasi berdenyut, sensasi menusuk, sensasi berputar, dan lainnya. Selain itu, terdapat juga yang rasa sakitnya muncul secara mendadak dan ada pula yang bertahap.

Pada umumnya, kondisi ini hanya terasa sekitar 1 jam dan biasanya tidak mengindikasikan penyakit yang serius. Namun, tidak sedikit pula yang dirasakan hingga berhari-hari. Sebaiknya, Anda waspada jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama dan dengan frekuensi tinggi.

Gejala Sakit Kepala

Nyeri kepala dengan jenis yang berbeda biasanya menghasilkan sensasi sakit yang berbeda dan gejala-gejala lain yang membarenginya juga akan berbeda.

Berikut adalah beberapa gejala yang sering terkait dengan kondisi ini:

  • Mual
  • Muntah
  • Sensitivitas mata terhadap cahaya
  • Pusing
  • Sensasi berputar
  • Kulit kepala sakit ketika disentuh
  • Sesak di kepala

Gejala di atas tidak selalu muncul bersamaan, tapi bergantung pada jenisnya masing-masing.

Penyebab Sakit Kepala

Terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan kondisi ini. Secara umum jika melihat pada jenisnya, kondisi dibedakan menjadi dua yaitu primer dan sekunder.

Sakit kepala primer adalah penyakit yang berdiri sendiri bukan disebabkan kondisi medis lain. Penyebab sakit jenis ini antara lain seperti aktivitas fisik berlebihan atau masalah pada struktur kepala yang peka terhadap rasa sakit.

Sakit kepala sekunder disebabkan oleh kondisi medis lain yang merangsang saraf yang peka terhadap rasa sakit di kepala. Hal ini membuat kondisi ini menjadi salah satu gejala dari penyakit tersebut.

Baca Juga: Cephalgia: Jenis, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Diagnosis Sakit Kepala

Dokter akan bertanya pada pasien tentang gejala yang dialami. Umumnya kondisi ini dapat didiagnosis berdasarkan deskripsi kondisi, jenis rasa sakit, serta waktu dan pola serangan. Jika kondisi dicurigai lebih serius, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa pemeriksaan lain seperti:

  • Tes darah
  • Pemeriksaan sinar-X
  • Pemindaian dengan CT scan dan MRI

Umumnya kondisi ini tidak serius. Meskipun begitu, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter apabila merasakan gejala yang berulang dan mulai mengganggu aktivitas Anda.

Jenis-Jenis Sakit Kepala

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, secara umum kondisi ini terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder.

Sakit Kepala Primer

Jenis ini tidak disebabkan karena jenis penyakit tertentu. Kondisi ini umumnya muncul karena adanya sensitivitas nyeri bagian tertentu di dalam kepala terhadap aktivitas kimia otak.

Beberapa bagian yang cukup sensitif terhadap aktivitas kimia di otak di antaranya adalah sel-sel saraf, pembuluh darah, otot-otot, dan lainnya. Pada beberapa kasus dengan masalah medis bawaan, peluang terjadinya kondisi ini lebih tinggi.

Ada beberapa faktor risiko terhadap kondisi ini seperti:

  • Pola diet buruk
  • Pola tidur yang tidak teratur
  • Kebiasaan minum alkohol
  • Postur tubuh yang buruk
  • Depresi

Jenis sakit primer yang paling umum terjadi adalah sebagai berikut ini:

1. Migrain dengan Aura

Migrain adalah sakit pada salah satu sisi, bisa hanya bagian kanan atau hanya bagian kiri. Jenis migrain dengan aura biasanya ditandai dengan gejala neurologis lainnya.

Gejala migrain dengan aura, seperti kelelahan otot-otot leher, nyeri leher, dan sering menguap. Migrain dengan aura sering terjadi secara berulang (kurang 5 menit sekali) dan bisa bertahan dalam beberapa menit (5 menit-1 jam).

2. Migrain tanpa Aura

Migrain tanpa aura terjadi lebih lama dibanding migrain dengan aura, yakni bisa mencapai 4-72 jam. Gejala migrain tanpa aura memiliki sensasi berdenyut, mual, muntah, dan akan bertambah nyeri jika beraktivitas fisik rutin.

3. Tension Headaches

Tension headache atau tipe tegang adalah salah satu yang paling sering terjadi pada banyak orang. Ada orang yang memiliki tipe sakit yang jarang dan juga sering. Tipe jarang hanya terjadi kurang dari 1 hari per bulan.

Pada nyeri kepala tegang yang jarang, sensasi nyeri cukup menekan, dengan tingkat ringan hingga sedang dan berlangsung selama beberapa menit hingga hari. Rasa sakitnya tidak terkait dengan aktivitas fisik rutin.

4. Cluster Headache

Selanjutnya adalah cluster headache atau tipe klaster.  Jenis ini memiliki tingkat serangan yang berat, berlangsung sekitar 15 menit hingga 3 jam, dan bisa terjadi mulai dari 1-8 kali dalam sehari.

Gejala yang dapat menyertai dari kondisi ini diantaranya  hidung tersumbat, konjungtivitis (mata merah), pembengkakan  kelopak mata, keringat pada dahi atau wajah, kegelisahan, dan lainnya.

Sakit Kepala Sekunder

Kondisi ini disebabkan karena adanya penyakit atau masalah medis lain yang diderita. Penyakit atau masalah medis tersebut meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala.

Berikut ini adalah beberapa penyebab jenis ini:

  • Gangguan pembuluh darah pada kranial atau servikal
  • Gangguan non pembuluh darah pada intrakranial
  • Trauma atau syok pada kepala atau leher
  • Infeksi
  • Tumor atau kanker otak
  • Gangguan pada keseimbangan darah 
  • Nyeri wajah karena masalah pada mata, telinga, hidung, rongga sinus, gigi, dan lainnya
  • Gangguan psikiatri

Pengobatan Sakit Kepala

Cara mengatasi sakit kepala berbeda-beda, yaitu tergantung dengan jenis, penyebab, dan gejalanya.

Beberapa cara menghilangkan kondisi ini yang umum untuk dilakukan adalah dengan tidur atau istirahat, pemijatan, dan minum obat sakit kepala atau obat pereda nyeri.

Baca Juga: Migrain: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Namun, pada jenis sekunder, cara menghilangkan kondisi ini seharusnya disertai dengan mengatasi penyakit utama yang menjadi penyebab. Sebagai contoh kasus, jika kondisi ini terjadi karena penyakit infeksi, maka Anda harus mengobati penyakit infeksi tersebut sambil meredakannya.

Pengobatan akan sia-sia jika Anda tidak mengatasi penyebab utama dari kondisi ini. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi cara menghilangkan kondisi ini dengan cara yang paling tepat.

 

  1. Anonim. Tinjauan Pustaka (Nyeri Kepala). http://eprints.undip.ac.id/56222/3/SyifaSabillaJatmiputri_22010113120106_Lap.KTI_Bab2.pdf. (Diakses 24 Maret 2020).
  2. McIntosh, James.2017. What is causing this headache?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/73936#causes. (Diakses 24 Maret 2020).
  3. Shiel, William C. Headache: Symptoms & Signs. https://www.medicinenet.com/headache/symptoms.htm. (Diakses 24 Maret 2020).



DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi