Terbit: 12 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Diabetes seringkali dianggap sebagai pembunuh diam-diam. Penyakit ini tidak menunjukkan gejala yang kentara namun bisa memicu kerusakan yang parah pada berbagai bagian tubuh. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, penyakit yang membuat kadar gula darah di dalam tubuh menjadi tidak normal ini ternyata juga bisa menyebabkan sakit kepala. Seperti apakah ciri-ciri sakit kepala yang terkait dengan diabetes?

Sakit Kepala Seperti Ini? Waspada Diabetes

Tidak semua penderita diabetes ternyata mengalami gejala ini. Hanya saja, biasanya mereka yang baru saja menderita diabetes akan mengalaminya. Hal ini disebabkan oleh tubuh yang masih ‘kaget’ dengan ketidaknormalan pada kadar gula darahnya. Penderita diabetes yang sudah lama cenderung lebih jarang gejala ini.

Perubahan kadar gula di dalam darah penderita diabetes bisa mempengaruhi hormon seperti epinephrine dan norepinephrine. Kondisi ini akhirnya memicu vasokonstriksi, penyempitan pembuluh darah di dalam otak yang akhirnya menyebabkan sakit kepala.

Jika penderita diabetes mengalami hiperglikemia atau kondisi gula darah meningkat drastis hingga di atas 200 mg/dL, maka ia akan mengalami gejala seperti sakit kepala, pandangan kabur, dehidrasi, mudah lelah, dan luka yang sulit untuk disembuhkan. Jika penderita diabetes mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah anjlok dengan drastis, maka ia akan mudah mengalami sakit kepala dengan gejala berupa munculnya rasa lapar, mual-mual, mudah marah, keringat berlebihan, dan tubuh yang lemah.

Sakit kepala yang terkait diabetes lainnya adalah sakit kepala neuropatik yang dipicu oleh tingginya kadar gula darah dengan gejala seperti migrain. Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 cenderung rentan terkena sakit kepala glaukoma yang disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada bagian belakang dan atas mata. Biasanya, sakit kepala ini juga memicu sensasi ingin mual dan muntah.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi