Sakit Kepala Cluster: Penyebab, Gejala, Pengobatan

sakit-kepala-cluster-doktersehat

DokterSehat.Com – Sakit kepala dapat biasanya hadir sebagai gejala dari kondisi medis tertentu. Pernahkah Anda merasakan sakit kepala berulang tanpa mengetahui penyebab jelasnya? Sakit kepala berulang yang terjadi secara teratur dapat mengindikasikan kondisi yang disebut dengan sakit kepala cluster. Ketahui penyebab, gejala, dan pengobatan dari sakit kepala cluster melalui artikel ini!

Apa Itu Sakit Kepala Cluster?

Sakit kepala cluster adalah serangkaian sakit kepala yang relatif singkat namun menyakitkan yang terjadi setiap hari selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Masa di mana serangan ini sering terjadi disebut dengan periode cluster.

Periode cluster sering diselingi dengan periode remisi, di mana sakit kepala tidak terjadi selama beberapa bulan atau terkadang beberapa tahun. Periode cluster ini biasanya terjadi pada waktu yang sama setiap tahunnya.

Sakit kepala cluster termasuk jarang terjadi dan tidak mengancam jiwa. Perawatan biasanya dilakukan bertujuan untuk membuat serangan sakit kepala lebih pendek dan tidak parah.

Penyebab Sakit Kepala Cluster

Penyebab sakit kepala cluster tidak diketahui dengan jelas.

Penelitian menunjukkan bahwa selama serangan, terjadi aktivitas yang lebih banyak di hipotalamus, area otak yang mengontrol suhu tubuh dan reaksi seperti kelaparan atau kehausan.

Kemungkinan hipotalamus melepaskan bahan kimia yang menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga menghasilkan aliran darah yang lebih besar ke otak sehingga menyebabkan sakit kepala.

Faktor Risiko Sakit Kepala Cluster

Faktor risiko sakit kepala cluster meliputi:

  • Jenis kelamin. Kondisi ini lebih banyak menyerang pria dibandingkan wanita.
  • Kondisi ini dapat berkembang pada usia berapapun, namun paling umum menyerang seseorang berusia antara 20 hingga 50 tahun.
  • Banyak orang yang mendapatkan serangan sakit kepala cluster adalah perokok. Namun berhenti merokok biasanya tidak berpengaruh pada sakit kepala.
  • Konsumsi alkohol ketika mengalami sakit kepala ini dapat memperburuk gejala.
  • Riwayat keluarga. Memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita sakit kepala cluster dapat meningkatkan risiko Anda.

Gejala Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster biasanya menyerang dengan cepat. Tanda dan gejala lain yang umum terjadi ketika sakit kepala cluster menyerang adalah:

  • Nyeri luar biasa yang umumnya muncul pada belakang kepala atau di sekitar mata (biasanya muncul di satu mata). Sakit kepala ini dapat juga menjalar ke area wajah, kepala, dan leher, meskipun jarang
  • Nyeri di satu sisi
  • Gelisah
  • Mata merah pada sisi yang sakit
  • Hidung tersumbat atau beringus pada sisi yang sakit
  • Dahi atau wajah berkeringat di bagian yang sakit
  • Kulit pucat atau memerah
  • Bengkak di sekitar mata pada sisi yang sakit
  • Kelopak mata terkulai di bagian sisi yang sakit
  • Sensitivitas terhadap cahaya dan suara di satu sisi yang sakit

Terkadang gejala yang dirasakan sangat mengganggu hingga seseorang tidak bisa duduk diam dan sering mondar-mandir saat sakit kepala ini menyerang.

Karakteristik Periode Cluster

Periode cluster dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan. Tanggal mulai dan durasi masing-masing periode cluster biasanya konsisten dari periode ke periode. Misalnya periode terjadi selama musim panas dan terulang kembali di musim panas selanjutnya.

Kebanyakan orang mengalami sakit kepala cluster episodik di mana sakit kepala dapat terjadi selama satu minggu hingga satu tahun, kemudian diikuti dengan periode remisi yang berlangsung selama 12 bulan sebelum periode sakit kepala muncul kembali.

Periode cluster kronis dapat berlangsung lebih dari satu tahun dan periode remisi dapat berlangsung kurang dari satu bulan.

Hal yang terjadi selama periode cluster meliputi:

  • Sakit kepala biasanya terjadi setiap hari, kadang beberapa kali sehari.
  • Satu serangan dapat berlangsung selama 15 menit hingga 3 jam.
  • Serangan biasanya terjadi pada waktu yang sama setiap hari.
  • Sebagian besar serangan terjadi pada malam hari, umumnya satu atau dua jam sebelum tidur.
  • Rasa sakit biasanya muncul tiba-tiba dan berakhir tiba-tiba.

Diagnosis Sakit Kepala Cluster

Diagnosis sakit kepala cluster bergantung pada deskripsi serangan, termasuk rasa sakit, lokasi, dan keparahan sakit yang dialami, serta gejala lain yang juga muncul. Seberapa sering dan seberapa lama sakit kepala juga penting diketahui untuk memastikan diagnosis.

Beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk membantu diagnosis kondisi ini adalah seperti:

1. Pemeriksaan neurologis

Pemeriksaan neurologis dapat membantu mendeteksi tanda-tanda fisik dari gangguan neurologis. Dokter akan melakukan serangkaian prosedur untuk menilai fungsi otak Anda, termasuk menguji indera, refleks, dan saraf Anda.

2. Tes Pencitraan

Jika sakit kepala yang dialami tidak biasa atau rumit atau pemeriksaan neurologis menunjukkan hasil abnormal, dokter mungkin akan merekomendasikan tes lain untuk menyingkirkan penyebab serius lain seperti tumor. Tes pencitraan yang mungkin dilakukan adalah seperti CT Scan dan MRI.

Pengobatan Sakit Kepala Cluster

Pengobatan sakit kepala cluster biasanya hanya dilakukan untuk mengurangi keparahan rasa sakit dan mempersingkat periode sakit kepala, karena pada dasarnya tidak terdapat obat untuk menyembuhkan kondisi ini.

Perawatan sakit kepala cluster akut yang mungkin dilakukan adalah:

  • Menghirup oksigen dapat memberikan kelegaan dan meredakan gejala sakit kepala cluster.
  • Obat ini diberikan dengan cara disuntikkan. Triptan juga umum digunakan untuk mengatasi migrain.
  • Merupakan bentuk sintetis hormon somatostatin yang dipercaya ampuh untuk mengatasi sakit kepala cluster meskipun cara kerjanya lebih lambat dibandingkan Triptan.
  • Anestesi lokal. Anestesi lokal yang diberikan melalui hidung efektif untuk mengatasi sakit kepala cluster pada sebagian orang.
  • Obat ini dapat berbentuk injeksi maupun inhalasi, namun bentuk inhalasi belum terbukti efektivitasnya untuk mengatasi sakit kepala cluster.
  • Obat pencegah rasa sakit. Obat ini menghentikan sakit kepala sebelum sakit kepala dimulai. Jenis obat yang mungkin digunakan adalah seperti kortikosteroid, natrium, ergotamine tartrate, gabapentin, karbonat, topiramate, verapamil.
  • Operasi. Umumnya dilakukan jika perawatan dengan obat-obatan tidak memberikan hasil yang diinginkan.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo.

 

Sumber:

  1. Mayo Clinic. 2019. Cluster headache. mayoclinic.org/diseases-conditions/cluster-headache/diagnosis-treatment/drc-20352084. (Diakses 2 September 2019).
  2. WebMD. 2018. Cluster Headaches. https://www.webmd.com/migraines-headaches/cluster-headaches#1. (Diakses 2 September 2019).
  3. Nordqvist, Christian. 2019. What are cluster headaches?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/172387.php. (Diakses 2 September 2019).
  4. NHS UK. 2017. Cluster headaches. https://www.nhs.uk/conditions/cluster-headaches/. (Diakses 2 September 2019).