Terbit: 24 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Sakit kepala berulang adalah efek samping dari penggunaan obat sakit kepala jangka panjang. Ketahui apa itu rebound headache, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Sakit Kepala Berulang: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Sakit Kepala Berulang?

Sakit kepala berulang adalah rasa pusing akibat efek samping penggunaan obat sakit kepala atau obat antinyeri jangka panjang. Kondisi ini disebut juga dengan rebound headache yang mungkin terjadi bila Anda minum obat sakit kepala bebas lebih dari tiga hari dalam seminggu atau berlebihan. 

Setiap kali Anda merasakan sakit kepala, biasanya Anda akan menggunakan obat sakit kepala yang dijual bebas seperti ibuprofen, acetaminophen, atau aspirin. Obat itu mungkin berfungsi, namun penggunaan secara terus-menerus akan membuat Anda ketergantungan. 

Akibatnya, Anda akan merasakan sakit kepala lagi saat efek obat sakit kepala sudah habis. Serangan sakit kepala terus terjadi dan sering kali gejalanya lebih parah. Siklus rebound headache berlanjut di mana Anda akan selalu minum obat sakit kepala untuk meredakannya, namun sakit kepala akan terus kambuh berulang. 

Gejala Sakit Kepala Berulang

Setiap orang mungkin mengalami gejala sakit kepala yang berbeda-beda, namun rebound headache memiliki gejala utama seperti:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

  • Sakit kepala hampir setiap pagi atau setiap hari. 
  • Anda selalu minum obat sakit kepala untuk meredakannya, namun serangan sakit kepala kembali datang dalam beberapa saat. 
  • Mencoba merek obat sakit kepala berbeda karena dosis obat sebelumnya sudah tidak efektif. 
  • Anda mungkin harus menaikan dosis obat sakit kepala untuk meredakan gejalanya. 

Sakit kepala juga sering dibarengi dengan gejala lainnya, termasuk:

  • Mual 
  • Sulit konsentrasi
  • Rasa nyeri yang sangat hebat 
  • Migrain 
  • Lekas marah 

Anda akan merasakan gejala sakit kepala yang tidak hilang hampir setiap hari. Sakit kepala berulang akan memengaruhi produktivitas, emosi, dan keseimbangan kesehatan mental. 

Baca Juga: 12 Jenis Sakit Kepala yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasi!

Kapan Harus ke Dokter?

Sakit kepala adalah keluhan kesehatan yang normal. Sebagian besar orang pasti pernah mengalami sakit kepala sesekali yang tidak berbahaya. 

Konsultasi dengan dokter bila Anda mengalami gejala sebagai berikut:

  • Sakit kepala lebih dari dua kali dalam seminggu. 
  • Anda butuh dosis tinggi obat sakit kepala. 
  • Anda merasa pusing saat duduk atau berdiri, namun baik-baik saja saat berbaring. 
  • Pola sakit kepala berubah-ubah. 
  • Mengalami gejala lain seperti leher kaku, lemah, kebingungan, dan kejang. 
  • Anda minum obat sakit kepala lebih dari dua kali seminggu. 

Sakit kepala juga termasuk gejala umum yang mungkin menjadi tanda penyakit lain yang lebih serius. Terutama bila serangan pusing persisten dan terjadi pada orang yang lebih tua. 

Penyebab Sakit Kepala Berulang

Penyebab utama rebound headache adalah penggunaan obat sakit kepala berlebihan, namun belum diketahui dengan pasti mengapa serangan sakit kepala pertama tidak sembuh dalam dosis obat normal. Berikut ini jenis obat sakit kepala yang berpotensi menyebabkan sakit kepala berulang:

  • Pereda Nyeri Sederhana. Obat seperti ibuprofen, naproxen sodium, dan asetaminofen memiliki risiko rendah menyebabkan rebound headache namun tetap menyebabkan efek samping bila Anda meminumnya berlebihan. 
  • Pereda Nyeri Kombinasi. Obat-obatan yang terdiri dari kombinasi kandungan kafein, aspirin, dan acetaminophen memiliki risiko rebound headache
  • Obat Migrain. Beberapa obat migrain memiliki risiko sedang menyebabkan rebound headache, seperti obat triptan, ergotamine, atau obat ergot dihydroergotamine
  • Obat Opiat. Risiko tinggi rebound headache bila menggunakan obat kombinasi seperti tylenol dengan kodein secara berlebihan. 

Obat-obatan lain yang menyebabkan rebound headache, termasuk:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Obat penenang tidur. 
  • Pereda nyeri kombinasi butalbital (fioricet, fiorinal, Supac).

Penggunaan obat-obatan tersebut sesuai dosis cenderung efektif dan aman, namun penggunaan setiap hari malah akan memicu serangan kepala yang lebih buruk. Selain itu, efek dari konsumsi soda, kopi, atau obat-obatan pereda nyeri lainnya bisa menyebabkan gejala pusing berulang. 

Faktor Risiko Sakit Kepala Berulang

Siapa saja yang rentan mengembangkan rebound headache? Berikut ini penjelasannya!

  • Siapapun yang sering menggunakan obat sakit kepala secara rutin dalam 3 bulan. 
  • Orang yang minum obat ergotamin atau triptan 10 hari atau lebih dari 15 kali dalam sebulan. 
  • Memiliki riwayat sakit kepala kronis atau migrain. 

Diagnosis Sakit Kepala Berulang

Tidak ada tes laboratorium yang dibutuhkan. Dokter hanya akan memeriksa kesehatan umum seperti tensi darah dan bila Anda gejala lain selain sakit kepala. Kemudian, dokter akan bertanya seputar riwayat sakit kepala yang Anda alami dan frekuensi minum obat Anda. 

Cara Mengatasi Sakit Kepala Berulang 

Cara mengatasi sakit kepala berulang adalah dengan menghentikan semua penggunaan obat-obatan sakit kepala atau antinyeri yang biasa Anda minum. Tubuh Anda akan mengalami sindrom penarikan (withdrawal/sakau) saat berhenti mengonsumsi zat yang membuat ketergantungan itu. 

Berikut ini beberapa cara mengatasinya:

  • Mengurangi Dosis Obat. Dokter akan meminta Anda untuk mencatat berapa kali serangan sakit kepala dan berapa kali Anda minum obat. Secara perlahan, Anda harus mengurangi dosis dan jumlah minum obat. 
  • Detoksifikasi. Anda harus konsultasi dengan dokter spesialis sakit kepala untuk detoksifikasi tubuh dari kandungan obat sakit kepala yang sudah membuat Anda ketergantungan. 
  • Obat Resep. Anda akan mengalami serangan sakit kepala saat berhenti minum obat sakit kepala. Dokter akan memberi resep obat lain seperti obat antiinflamasi nonsteroid, kortikosteroid, atau dihidroergotamin sebagai obat transisi untuk menetralisir tubuh. 
  • Perawatan di Rumah Sakit. Anda mungkin harus dirawat di rumah sakit bila efek withdrawal sangat parah dan Anda benar-benar sulit berhenti menggunakan obat sakit kepala. 

Setelah tubuh Anda berhasil dalam posisi normal tanpa ketergantungan obat sakit kepala, Anda disarankan untuk konsumsi vitamin dan mineral termasuk magnesium, vitamin B2, dan coenzyme Q10 untuk mencegah serangan sakit kepala. Anda mungkin juga menggunakan terapi akupuntur untuk perawatan alami. 

Baca Juga: 10 Obat Sakit Kepala di Apotek yang Efektif

Cara Mencegah Sakit Kepala Berulang

Berikut ini cara mencegah sakit kepala berulang: 

  • Jangan menggunakan obat sakit kepala bebas lebih dari 15 hari dalam sebulan.
  • Bila Anda mengalami serangan sakit kepala dua kali dalam seminggu, sebaiknya gunakan obat resep dokter. 
  • Hindari semua pemicu sakit kepala. 
  • Harus minum air putih yang cukup setiap hari.  
  • Istirahat yang cukup. 
  • Kelola stres atau tingkatkan kemampuan koping yang baik saat stres. 

Itulah pembahasan tentang sakit kepala berulang. Ada berbagai macam obat sakit kepala yang dijual secara bebas, namun Anda tidak boleh terlalu sering menggunakannya karena akan berisiko ketergantungan dan sama sekali tidak menyembuhkan sakit kepala. 

 

  1. Ashina, Sait, MD. 2019. Stopping the vicious cycle of rebound headaches. https://www.health.harvard.edu/blog/stopping-the-vicious-cycle-of-rebound-headaches-2019110718180#:~:text. (Diakses pada 24 November 2020). 
  2. Mayo Clinic. 2018. Medication overuse headaches. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/medication-overuse-headache/symptoms-causes/syc-20377083. (Diakses pada 24 November 2020). 
  3. WebMD. 2019. Rebound Headaches. https://www.webmd.com/migraines-headaches/rebound-headaches. (Diakses pada 24 November 2020). 


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi